Agar Tak Ada Kompetisi, Jumlah Like di Instagram Tak Lagi Ditampilkan
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Agar Tak Ada Kompetisi, Jumlah Like di Instagram Tak Lagi Ditampilkan
ABC.net.au - Agar Tak Ada Kompetisi, Jumlah Like di Instagram Tak Lagi Ditampilkan

Pengguna Instagram di Australia sudah tidak bisa lagi melihat berapa banyak orang yang menyukai sebuah unggahan foto atau video, setelah jejaring sosial tersebut mengumumkan keputusannya, hari Kamis (18/07).

Pengguna aplikasi berbagi foto dan video masih dapat melihat jumlah Like di unggahan mereka sendiri, tetapi saat melihat unggahan pengguna lain maka hanya terlihat Like by satu username and others, tanpa menampilkan jumlah Like.

Keputusan ini diambil Instagram sebagai upaya menghilangkan "kompetisi" diantara penggunanya dan agar mereka lebih fokus pada membagikan foto dan video, bukan berapa banyak yang menyukainya.

"Kita tahu orang menggunakan Instagram untuk mengekspresikan diri mereka dan menjadi kreatif," ujar Mia Garlick, Direktur Kebijakan Publik Untuk Facebook dan Instagram di Australia dan Selandia Baru.

"Kita ingin memastikan bahwa ini bukanlah sebuah kompetisi," katanya kepada Program Hack milik ABC.

Like dalam bentuk hati berwarna merah telah menjadi sebuah mata uang bagi para influencer untuk mendongkrak karir mereka, namun belakangan semakin tidak memiliki arti apa-apa.

Mia juga mengatakan dengan menyembunyikan jumlah Like, maka akan mengurangi "tekanan" bagi para penggunanya, saat mereka ingin mengunggah foto selfie atau foto lainnya.

"Kita ingin meyakinkan bahwa orang-orang tidak merasa harus menyukai unggahan tertentu karena sudah banyak yang menyukainya dan mereka juga tidak seharusnya merasa perlu mengunggah foto atau video hanya untuk mendapat Like."

Instagram dianggap sebagai sumber tekanan jiwa

Like juga sudah dianggap sebagai sumber masalah kesehatan jiwa di kalangan anak-anak muda, berdasarkan banyak studi kasus yang mempelajari dampak Instagram bagi kejiwaan.

Dua tahun lalu, sebuah penelitian di Inggris melakukan studi terhadap anak-anak muda berusia 14-24 tahun.

Hasilnya menunjukkan Instagram adalah platform jejaring sosial paling buruk bagi kesehatan mental anak-anak muda.

Pew Research Centre di Washington D.C, Amerika Serikat juga melakukan penelitian serupa di tahun 2018 dan menemukan 37 persen anak-anak muda merasa "tertekan" untuk mendapat Like dan Comment yang banyak.

Studi terbaru di tahun 2019 yang dilakukan American Psychological Association mengaitkan media digital dengan masalah kesehatan jiwa dengan tingkat bunuh diri di kalangan anak-anak muda di Amerika Serikat.

Mia mengatakan menyembunyikan jumlah Like dirancang untuk meningkatkan kesehatan jiwa para penggunanya, selain juga fitur tambahan anti intimidasi yang diumumkan Instagram pekan lalu.

Pengguna yang menggunakan akun bisnis, seperti sosok influencer dan produk, masih bisa mengakses halaman insight; untuk mengetahui berapa banyak Like yang mereka terima.

Instagram belum berencana untuk menyembunyikan jumlah pengikut.

Australia menjadi negara kedua yang menguji fitur menyembunyikan jumlah Like, setelah Kanada yang menerapkannya bulan Mei lalu

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV