Datangkan rudal buatan Rusia, Turki disingkirkan AS dari program pesawat F-35
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Datangkan rudal buatan Rusia, Turki disingkirkan AS dari program pesawat F-35
BBC Indonesia - Datangkan rudal buatan Rusia, Turki disingkirkan AS dari program pesawat F-35

Amerika Serikat menyingkirkan Turki dari program pengadaan pesawat tempur F-35 setelah Ankara menerima bagian pertama dari sistem pertahanan rudal buatan Rusia.

AS beralasan "F-35 tidak bisa berada berdampingan dengan platform pengumpulan intelijen Rusia yang akan digunakan untuk mempelajari kemampuan canggihnya".

Sejauh ini Turki belum menanggapi langkah AS di hadapan publik.

Turki dan AS adalah sekutu penting dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), namun pada saat bersamaan Ankara menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Rusia.

Pekan lalu, Rusia mulai mengirim sistem rudal S-400 ke Turki.

Apa yang dikatakan AS?

Melalui pernyataan resmi, Stephanie Grisham selaku juru bicara Gedung Putih menuturkan: "Sayangnya, keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia menyebabkan keterlibatan dengan F-35 menjadi mustahil."

"Amerika Serikat secara aktif bekerja sama dengan Turki untuk menyediakan solusi pertahanan udara untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara yang mumpuni, dan pemerintahan ini telah beberapa kali menawarkan agar Turki menempati antrean terdepan untuk menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan AS."

"Turki telah lama menjadi mitra terpercaya dan sekuru NATO selama 65 tahun, namun menerima S-400 mengabaikan komitmen yang dibuat semua sekutu NATO untuk menjauhi sistem Rusia."

Bagaimanapun, pada saat bersamaan Grisham menekankan bahwa "Amerika Serikat masih menghargai hubungan strategis dengan Turki."

"Sebagai sekutu NATO, hubungan kami berlapis-lapis dan tidak semata-mata berfokus pada F-35," ujarnya.

Hak atas foto Russian Ministry of Defence
Image caption Kementerian Pertahanan Rusia merilis foto yang disebut pengiriman komponen pertama sistem pertahanan rudal S-400.

Apa yang melatarbelakangi peristiwa ini?

Turki telah memesan pembelian 100 unit F-35 yang digadang-gadang sebagai pesawat tempur paling canggih AS. Negara itu bahkan telah berinvestasi dalam program pengadaan pesawat tersebut.

Perusahaan-perusahaan Turki pun selama ini tela memproduksi 937 suku cadang F-35.

Namun, pada saat bersamaan, Turki menerapkan kebijakan pertahanan mandiri di tengah ketegangan hubungan dengan AS dan Eropa.

Hal ini diwujudkan dengan membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia seharga US$2,5 miliar atau Rp34,9 triliun serta mengirim sejumlah personel militer ke Rusia guna mengikuti pelatihan.

Turki berdalih langkah ini ditempuh karena AS lamban menawarkan sistem pertahanan rudal.

Petinggi militer AS mengatakan S-400 tidak kompatibel dengan sistem pertahanan udara NATO di kawasan tersebut.

Mereka menegaskan tidak ingin F-35 berada di dekat sistem S-400 karena khawatir teknisi Rusia akan bisa mengetahui kelemahan-kelemahan pesawat tempur itu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption S-400 merupakan salah satu sistem rudal tercanggih yang diluncurkan dari darat ke udara.

Seberapa penting Turki?

Di dalam NATO, yang terdiri dari 29 negara, militer Turki adalah yang terbesar kedua.

Negara itu adalah salah satu sekutu penting AS dan lokasinya strategis lantaran berbatasan dengan Suriah, Irak, dan Iran.

Turki juga memainkan peranan penting dalam konflik Suriah, menyediakan persenjataan dan sokongan militer ke sejumlah kelompok pemberontak.

Akan tetapi, hubungannya dengan sejumlah anggota NATO dan Uni Eropa memburuk. Kedua entitas itu menuding Erdogan menerapkan pendekatan otoriter menyusul kudeta yang gagal pada 2016.

Bagaimana cara kerja S-400?

  1. Radar pendeteksi obyek jarak jauh menyampaikan informasi ke kendaraan komando, yang bertugas melakukan perhitungan terhadap potensi target.
  2. Target diidentifikasi dan kendaraan komando memerintah peluncuran rudal.
  3. Data peluncuran dikirim ke kendaraan peluncur yang lokasinya paling baik dan rudal diluncurkan.
  4. Radar menuntun rudal mencapai target.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)