Mahasiswa Asing di Cina Dapat Pendamping Lawan Jenis, Perjodohan Terselubung?
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mahasiswa Asing di Cina Dapat Pendamping Lawan Jenis, Perjodohan Terselubung?
DW.com - Mahasiswa Asing di Cina Dapat Pendamping Lawan Jenis, Perjodohan Terselubung?

Cina makin diminati mahasiswa asing dari berbagai negara. Menurut data-data Kementerian Pendidikan Cina, sekitar 500.000 warga asing saat ini sedang belajar di Cina, antara lain 8 ribu mahasiswa Jerman.

Untuk memudahkan mahasiswa asing memulai kehidupan di kota Jinan, universitas setempat, Universitas Shandong, tahun 2014 meluncurkan program pendampingan khusus mahasiswa asing, yang dinamakan "Buddy".

Para mahasiswa lokal diimbau untuk ikut serta dalam program itu. Tujuannya, agar mahasiswa asing dengan cepat dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus. Sampai sekarang, program ini berjalan lancar. Namun baru-baru ini muncul kritik, setelah formulir pendaftaran program pendampingan itu tersebar di internet

Yang jadi sorotan adalah, di formulir pendaftaran para peminat yang ingin menjadi "Buddy" bisa menentukan sendiri jenis kelamin mahasiswa asing yang ingin didampinginya. Pengeritik menuduh program itu telah dimanfaatkan banyak mahasiswa perempuan di Cina untuk mencari pasangan asing. Para penentang yang marah menyebutnya "ajang perjodohan" di kampus, atau bahkan "bordil resmi kampus".

Universitas minta maaf dan buka diskusi di media sosial Weibo

Menurut catatan Universitas Shandong di Jinan, sejak digulirkan November 2018 ada 47 mahasiswa internasional, dua pertiganya pria, dalam program pendampingan ini. Di pihak mahasiswa Cina, ada 141 pendamping, dua pertiganya wanita. Secara keseluruhan ada sekitar 43 ribu mahasiswa di universitas itu. Jadi terlalu berlebihan, kalau program "Buddy" disebut ajang perjodohan, kata universitas.

Pimpinan universitas dalam rilisnya menyatakan, tujuan program ini adalah meningkatkan "internasionalisasi". Di kalangan mahasiswa asing, program ini "mendapat sambutan luas". Yang jadi fokus program ini adalah "pergaulan di kampus dan dalam bidang studi" dan bukan dalam kehidupan pribadi.

Namun perdebatan ternyata tidak berhenti. Pimpinan universitas akhirnya awal Juli secara resmi menyatakan permohonan maaf dan membuka diskusi di media sosial Cina Weibo dengan tujuan "mencari formulasi yang tepat untuk formulir pendaftaran" program pendampingan "Buddy".

Mendukung proyek ambisius BRI

Universitas Shandong adalah salah satu universitas elit di Cina yang menyandang predikat "Double Excellence". Dengan sistem universitas elit, pemerintah Cina ingin mengundang banyak mahasiswa asing untuk mendorong internasionalisasi di bidang pendidikan tinggi. Namun belakangan muncul juga kritik, karena banyak mahasiswa Cina yang menganggap bahwa mahasiswa asing "terlalu diistimewakan".

Cina terutama mengutamakan mahasiswa asing dari negara-negara yang masuk dalam Jalan Sutra Baru, BRI. Belt and Road Initiative (BRI) adalah proyek bergengsi yang sedang digalakkan dengan dukungan dana miliaran untuk pembangunan infrastruktur transportasi yang akan menguhubungkan pusat-pusat perdagangan di Asia dan Eropa.

hp/vlz

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Aung San Suu Kyi Hadapi Tuduhan Genosida di Mahkamah Internasional
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi bertolak ke Den Haag, Belanda, untuk menghadapi tuduhan genosida t...
Rebutan Warisan Keluarga Mantan PM Australia Bob Hawke Libatkan Soal Pemerkosaan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Salah satu anak mantan PM Australia Bob Hawke Rossyln Dilon mengatakan dia pernah diperkosa teman ay...
Rebutan Warisan Keluarga Mantan PM Australia Bob Hawke Libatkan Soal Pemerkosaan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Salah satu anak mantan PM Australia Bob Hawke Rossyln Dilon mengatakan dia pernah diperkosa teman ay...
Apa yang Terjadi Dengan Letusan Gunung di White Island Selandia Baru?
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Lima orang sudah dipastikan tewas, termasuk warga asal Australia, menyusul ledakan sebuah gunung di ...
Nominator Oscar Buat Dokumenter Soal Papua Barat Agar Dunia Tak Tutup Mata
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Mengangkat peristiwa yang mengubah nasib Papua di tahun 1969, David Bradbury membuat film dokumenter...
Australia Barat Negara Bagian Kedua di Australia Ijinkan Warga Mengakhiri Hidup
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Negara bagian Australia Barat menjadi negara bagian kedua di Australia setelah Victoria yang melegal...
Warga Aborigin di Victoria, Australia Bentuk Lembaga Perwakilan dan Tuntut Kedaulatan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Peristiwa bersejarah terjadi di gedung Parlemen Negara Bagian Victoria Australia pekan ini. Untuk pe...
Pilot Maskapai Australia Jetstar Mogok di Akhir Pekan, Hampir 100 Penerbangan Dibatalkan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Hampir 100 penerbangan domestik salah satu maskapai penerbangan di Australia Jetstar akan dibatalkan...
Foto Pasien Anak Terbaring di Lantai Rumah Sakit Gemparkan Publik Inggris
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Foto seorang anak laki-laki sakit yang tidur di lantai rumah sakit, karena tidak ada tempat tidur ya...
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meyakini dihapusnya ujian nasiona...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)