Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
Elshinta
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
VOA Indonesia - Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
Pejabat-pejabat Amerika menyatakan telah berbuat banyak untuk meredakan ketegangan dengan Iran dan membuatnya lebih bisa menerima negosiasi. Presiden Donald Trump mengatakan hari Selasa (16/7) tujuan pemerintahannya bukanlah perubahan rezim di Iran, tetapi mencegah negara itu membuat senjata nuklir. Iran mengatakan bersedia melakukan pembicaraan dengan pejabat-pejabat Amerika jika Amerika kembali ke perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, yang ditinggalkan Trump tahun lalu. Sanksi keras ekonomi Amerika terhadap Iran memaksa sekutu Amerika, Eropa, mengekang kesepakatan mereka dengan Iran. Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo hari Selasa mengatakan sanksi yang bertujuan memaksa Iran menegosiasi ulang kesepakatan nuklir itu, berhasil. Pompeo mengatakan, "Sejak Juni, kami telah menurunkan 90% - mungkin 95% ekspor minyak mentah Iran di seluruh dunia. Kalian bisa melihatnya. Rezim Iran kini kesulitan menentukan apa yang akan dilakukan terhadap ekonomi mereka." Iran merespon dengan memperkaya uranium melampaui batas yang ditetapkan kesepakatan 2015. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, itulah respon atas pelanggaran negara-negara Eropa terhadap kesepakatan itu. Khamenei mengatakan, "Kami baru saja mulai mengurangi komitmen kami dari kesepakatan itu, dan proses ini pasti akan berlanjut. Kalian tidak memenuhi satu pun komitmen kalian. Mengapa kalian menuntut kami memenuhi komitmen kami?." Para pemimpin Iran bersedia berunding dengan Amerika jika Amerika kembali ke kesepakatan itu dan melonggarkan sanksi-sanksi. Amerika hari Selasa mengatakan tawarannya untuk bernegosiasi selalu dijawab Iran dengan perilaku yang agresif. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Morgan Ortagus mengatakan, "Kami selalu menyatakan bersedia berbicara dengan Iran. Presiden (Donald Trump) dan menteri (Mike Pompeo) berkali- kali mengatakan akan berbicara tanpa syarat, dan Iran hanya perlu menunjukkan bahwa mereka siap berunding." Dalam rapat kabinet hari Selasa, Trump mengatakan, ia menginginkan kesepakatan yang akan mencegah Iran membuat senjata nuklir, dan menghentikan campur-tangan di kawasan itu. "Kami ingin membantu mereka. Kami ingin berbuat baik kepada mereka. Kami akan bekerja sama dengan mereka. Kami akan membantu sebisa mungkin. Tetapi mereka tidak boleh membuat senjata nuklir. Oh ya…sebagian orang mengatakan kami sedang mengupayakan perubahan rezim (di Iran). Tidak, kami tidak sedang mengupayakan perubahan rezim," tandas Trump. Mark Esper, yang dicalonkan Trump menjadi menteri pertahanan yang baru, mengatakan Amerika tidak ingin berperang dengan Iran dan perlu "kembali ke jalur diplomatik." (ka/al)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once