Tepat Meski Terlambat, Pencabutan Laporan Serikat Garuda Terhadap Rius
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tepat Meski Terlambat, Pencabutan Laporan Serikat Garuda Terhadap Rius
ABC.net.au - Tepat Meski Terlambat, Pencabutan Laporan Serikat Garuda Terhadap Rius

Serikat pekerja dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Sekarga) mencabut laporan mereka terhadap influencer media sosial (medsos), Rius Vernandes. Langkah ini dinilai pakar penerbangan sebagai langkah yang tepat meski terlambat.

Kedua belah pihak, Sekarga dan Rius Vernandes, sepakat menempuh perdamaian atas insiden viralnya postingan menu bertuliskan tangan yang berujung pelaporan.

Sekarga secara resmi mencabut laporan mereka terhadap Rius ke polisi pada hari Jumat (19/7/2019).

Perdamaian yang dilakukan di Jakarta itu sendiri dimediasi oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Akshara, dan pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea.

Dalam perjanjian damai kedua pihak, baik Sekarga maupun Rius sepakat untuk saling memaafkan dan tidak menuntut satu sama lain.

"Pelapor dalam hal ini menyatakan mencabut LP/43/K/VII/2019/Restra, di Polresta Bandara Soetta, dan para terlapor menyetujui pencabutan tersebut, dan tidak akan melanjutkan laporan tersebut baik perdana maupun perdata," demikian bunyi poin pertama perjanjian damai kedua pihak.

"Pelapor dan terlapor saling memaafkan dan saling membebaskan dari tuntutan apapun baik pidana maupun perdata dan tidak mempunyai tuntutan dari segi aspek apapun, dan berjanji todak akan membuat pernyataan-pernyataan apapun baik secara langsung maupun melalui media elektronik."

Saat keterangan pers perdamaian kedua belah pihak berlangsung, Ketua Sekarga, Tomy Tampati, juga menyampaikan permintaan maaf atas langkah yang sempat diambil organisasinya.

"Pada kesempatan ini perlu kami sampaikan, Garuda terbuka terhadap kritik. Kami menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas atensinya," kata Tomy.

Pencabutan laporan yang dilakukan Sekarga tersebut dinilai pakar penerbangan, Gerry Soejatman, sebagai langkah yang tepat meski terlambat.

Pelaporan itu sendiri, menurut Gerry, memang tak ada dasarnya sama sekali.

"Sekarang begini, dasarnya di pelaporan benar enggak? Mereka kan mengklaim bahwa itu aksi pencemaran nama baik. Pencemaran nama baik atau fitnah itu kan harus ada sebuah klaim yang dilakukan dan tidak bisa dibuktikan."

"Mereka menuduh klaim yang tidak bisa dibutuhkan itu adalah menu yang tertulis tangan tapi kan Rius sudah mengeluarkan video yang memang memperlihatkan bahwa itu terjadi, bahwa itu memang dibagi oleh krunya ke penumpang," jelasnya.

"Jadi itu sudah enggak ada basis-nya lagi untuk laporan itu dilanjutkan."

Ia menganggap laporan Sekarga adalah langkah yang dilakukan secara terburu-buru dan lantas menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak.

Insiden yang menyeret Rius dan nama Garuda Indonesia ini, sebut Gerry, memberi banyak pelajaran kepada maskapai penerbangan, utamanya tentang bagaimana menangani kritikan yang disampaikan di sosial media.

"Kan ini hal-hal yang belum lama di penerbangan, tapi sekarang sudah marak. Kritik melalui sosial media, apa-apa melalui sosial media. Pujian pun lewat sosial media."

Ia menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan Sekarga, dan pihak Garuda Indonesia sendiri, sudah sangat tepat.

"Sayang sekali itu harus melalui episode ini tapi pada akhirnya mereka melakukan hal yang benar kok. Lebih baik terlambat daripada tidak," ujar pria berkacamata ini.

Kasus ini bermula dari postingan Instagram Rius Vernandes yang diunggah pada hari Sabtu, 13 Juli 2019. Dalam postingan itu, Rius memperlihatkan menu makanan dalam pesawat yang ditulis dengan tangan.

Kemudian beberapa hari setelahnya, tepatnya tanggal 16 Juli, Rius beserta influencer lain -Elwiana Monica -yang ada ketika video diambil menerima surat panggilan polisi terkait pelaporan Sekarga.

Menanggapi pencabutan laporan ini, Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi, mengatakan semestinya tak ada larangan untuk berfoto bagi penumpang di dalam pesawat karena tidak membahayakan.

"Itu mestinya dari safety tidak ada dampaknya, mestinya diperbolehkan," ujar sang Menteri.

Ia menyebut bahwa Kementerian Perhubungan tidak mengatur hal itu dan aktivitas berfoto dalam pesawat merupakan kebijakan masing-masing maskapai.

Peran influencer

Kasus yang melibatkan Rius Vernandes bisa jadi ramai karena pengaruh media sosial terhadap citra suatu produk. Terlebih, dalam 3-4 tahun terakhir, penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran semakin intensif digunakan berbagai bisnis.

Pakar pemasaran Yongky Susilo mengatakan media sosial punya magnet yang kuat.

"Karena heboh atau drama yang diciptakan di dalam socmed (medsos) menjadi daya tarik orang join socmed (medsos)."

Begitu banyaknya produk yang terus bermunculan di pasaran, kata Yongky, membuat medsos menjadi saluran alternative untuk melihat ulasan. Di situ influencer sangat berperan besar.

Terkait insiden yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia itu, Yongky menyebut bahwa pelaporan yang sempat terjadi merupakan reaksi keterkejutan.

"Mereka hanya gugup saja. Nanti juga tenang lagi. Soalnya (Garuda) dalam tekanan akhir-akhir ini," paparnya.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh Dhaka
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Ribuan rumah di sebuah kawasan kumuh di Dhaka, Bangladesh hancur total dalam kebakaran Jumat (16/8) ...
Demonstran Pakistan Unjuk Rasa Aksi Solidaritas Kashmir
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Demonstran Pakistan pada hari Minggu (18/8) berkumpul di Karachi untuk memprotes dugaan pelanggaran ...
Ditolak Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tawaran Spanyol Terima Migran Afrika
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Kelompok kemanusiaan Spanyol pada hari Minggu (18/8) menolak tawaran Spanyol untuk menerima lebih da...
Gletser Pertama Islandia Menghilang Karena Perubahan Iklim
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Banyak orang di Islandia berkumpul pada Minggu (18/8) untuk memberikan ucapan selamat tinggal pada O...
UNICEF: Anak-anak Pengungsi Rohingya Kehilangan Masa Depan yang Layak
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Hasil kajian badan PBB untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) menunjukkan lebih dari setengah juta anak pengu...
Kapal Tanker Iran yang Disita, Tinggalkan Gibraltar
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sebuah kapal tanker Iran meninggalkan Gibraltar, Minggu (18/8), setelah pihak berwenang di sana meno...
Migran yang Putus Asa Melompat dari Kapal 
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sejumlah migran yang panik di kapal penyelamat Spanyol melompat ke laut Tengah ketika kapal Open Arm...
Palestina: Israel Tewaskan 3 Orang Palestina
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pasukan Israel menewaskan tiga laki-laki Palestina dan melukai satu orang, kata Kementerian Kesehata...
Hakim Tunda Sidang Korupsi Kedua Mantan PM Malaysia
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Sidang kedua mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah ditunda selama seminggu. Najib diduga...
Kebakaran di Kepulauan Canaria, Lebih Dari 400 Dievakuasi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canaria, Spanyol telah mengkonfirmasi evakuasi lebih dari 4.000 orang p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)