Usia Harapan Hidup di Australia Mencapai 82 Tahun, di Indonesia 71 Tahun
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Usia Harapan Hidup di Australia Mencapai 82 Tahun, di Indonesia 71 Tahun
ABC.net.au - Usia Harapan Hidup di Australia Mencapai 82 Tahun, di Indonesia 71 Tahun

Kebanyakan orang menolak membicarakan kematian karena dianggap sebuah hal yang menakutkan, tetapi mencari informasi dan data seputar kematian bisa membantu menjelaskan status kesehatan masyarakat.

Sebuah laporan terbaru dari Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia, yang dikeluarkan hari Rabu (17/07), menunjukkan warga Australia memiliki harapan hidup lebih tinggi, yang kini rata-rata bisa mencapai usia di atas 80 tahun.

Bahkan anak laki-laki yang lahir di tahun 2015-2017 diperkirakan akan bisa mencapai hingga usia 80,5 tahun, sementara anak perempuan mencapai 84,6 tahun.

Australia berada di peringkat keenam di dunia dengan usia harapan hidup tertinggi, sementara negara Jepang berada di peringkat pertama, disusul Swiss dan Spanyol.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistika RI di tahun 2017, usia harapan hidup warga Indonesia juga meningkat berada di usia 71 tahun.

Meski usia harapan warga Indonesia yang meningkat, penderita penyakit tidak menular juga meningkat, seperti penyakit jantung dan tuberkolosis.

Pada bulan April 2019 lalu, Menteri Kesehatan Indonesia, Nila F Moelek pernah mengatakan jika penyakit jantung telah membebani jaminan kesehatan negara, atau BPJS hingga Rp 10,8 triliun.

10 negara dengan usia harapan hidup tertinggi

NegaraUsia Harapan Hidup
Jepang84,1 tahun
Swiss83,7 tahun
Spanyol83,4 tahun
Italia83,3 tahun
Luxembourg 82,8 tahun
Australia82,5 tahun
Israel82,5 tahun
Norwegia82,5 tahun
Perancis82,4 tahun
Korea Selatan 82,4 tahun
Sumber: Australian Institute of Health and Welfare

Angka harapan hidup dihitung berdasarkan jumlah kematian berdasarkan usia dan jenis kelamin dalam populasi.

Tingkat kematian di Australia terus menurun dengan kematian pria lebih banyak dibandingkan perempuan, yang juga sama kondisinya dengan di Indonesia.

Penurunan angka kematian di Australia disebabkan adanya sejumlah perbaikan, seperti meningkatkan keselamatan di jalan raya, penurunan angka merokok, serta deteksi awal dan penanganan serangan jantung serta penyakit kronis lainnya.

Dalam studi yang dilakukan di tahun 2017 lalu ditemukan lima penyakit utama yang menjadi penyebab utama kematian di Australia: jantung koroner, Dementia dan Alzheimer, penyakit di pembuluh otak, kanker paru-paru, serta penyakit gangguan pernafasan kronis.

Jantung koroner lebih banyak dialami oleh pria Australia, sementara kebanyakan yang menderita hilang ingatan hingga alzheimer adalah perempuan.

Di tahun 2017, ada 77 kematian anak dalam 100.000 orang di Australia, dimana jumlah ini 28 persen dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya.

Penurunan angka ini adalah cermin dari adanya peningkatan akses serta kualitas perawatan terkait bayi baru lahir, peningkatan kesadaran masyarakat soal resiko kematian bayi dan anak, peningkatan kualitas sanitasi dan kebersihan, serta pengurangan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia dan ikuti kami di Facebook ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelajar Australia yang Tinggal di Yogyakarta Terdampar di Kamboja
Jumat, 05 Juni 2020 - 04:54 WIB
Pandemi COVID-19 telah membuat perjalanan internasional yang sebelumnya mudah dilakukan menjadi meny...
Jumat, 05 Juni 2020 - 04:54 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Mantan menteri pertahanan Amerika Serikat, James Mattis te...
Lega Tapi Khawatir: Pergi ke Melbourne Dari Jakarta di Tengah Pandemi
Jumat, 05 Juni 2020 - 04:54 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Perbatasan Australia masih ditutup dan hanya warga Austral...
Berkat Pandemi Corona, Pria Sydney Ini Jadi Kenal Hampir Seratus Tetangganya
Jumat, 05 Juni 2020 - 04:54 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan dalam hidup seora...
Polisi Penendang Remaja Aborigin Disebut Alami Hari yang Buruk
Kamis, 04 Juni 2020 - 03:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Kepolisian negara bagian New South Wales (NSW), Australia ...
Aplikasi Backpicker Memudahkan Pemetik Buah Mendapatkan Kerja di Australia
Kamis, 04 Juni 2020 - 03:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Sebuah aplikasi baru bernama Backpicker diluncurkan dan di...
Mengapa Angka Kematian Anak Akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi?
Kamis, 04 Juni 2020 - 03:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Seorang bayi laki-laki berusia sembilan bulan di Mataram, ...
Kepolisian Australia Khawatir Demo Black Lives Matter Bisa Tularkan Corona
Kamis, 04 Juni 2020 - 03:20 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Australia.Walau tidak akan didenda, polisi negara bagian Victoria, A...
Australia Punya Momen Seperti George Floyd, Tapi Tak Memicu Kecaman Luas
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:22 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Kesedihan mendalam yang dirasakan akibat kematian George F...
Polisi New South Wales Selidiki Anggotanya yang Menendang Remaja Aborigin
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:22 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Kepolisian New South Wales yang bermarkas di Sydney sedang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV