"Melawan Kehendak Tuhan": Keluarga Kristiani Didenda Karena Tolak Bayar Pajak
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - "Melawan Kehendak Tuhan": Keluarga Kristiani Didenda Karena Tolak Bayar Pajak

Sebuah keluarga penganut Kristiani dihukum membayar denda 2,3 juta dolar (sekitar Rp 23 miliar) karena menolak membayar pajak penghasilan kepada Pemerintah Australia. Keluarga peternak lebah ini berdalih, membayar pajak "bertentangan dengan kehendak Tuhan".

Dua bersaudara, Fanny Alida Beerepoot dan Rembertus Cornelis Beerepoot, sebelumnya menolak membayar pajak penghasilan sekitar 930.000 dolar atas dasar alasan keagamaan.

Dalam sidang di Mahkamah Agung negara bagian Tasmania pada hari Rabu (17/7/2019), mereka menyatakan mentransfer kesetiaan mereka pada Tuhan ke Pemerintah Persemakmuran berarti "memberontak kepada Tuhan" dan "melanggar larangan pertama".

Mereka menambahkan bahwa pembayaran pajak selama ini telah menyebabkan Australia dikutuk Tuhan dengan "kekeringan dan kegersangan".

Dalam sidang sekitar tiga jam, hakim menilai argumen mereka ini tidak memadai dan memerintahkan dua bersaudara itu membayar ke Kantor Pajak Australia (ATO) masing-masing 1,159 juta dolar dan 1,166 juta dolar.

Keluarga Beerepoot mengoperasikan Peternakan Madu Melita di Chudleigh, sekitar satu jam dari Kota Launceston di Tasmania.

Situs web perusahaan mereka menyebutkan keluarga ini keturunan Belanda dan bermigrasi ke Australia pada awal 1980-an. Mereka menghabiskan 15 tahun di Australia Barat sebelum pindah ke Tasmania "karena keindahannya, nuansa Eropa, dan iklim yang lebih sejuk".

Dua bersaudara itu memiliki ibu bernama Alida Beerepoot. Sedangkan sang ayah, Pastor Hendricus Beerepoot, meninggal pada 2013.

Melita Farm menjual berbagai barang selain madu, termasuk makanan dan produk kesehatan lainnya.

"Fanny memiliki latar belakang dalam nutrisi klinis dan suka berbicara tentang nilai obat dan nutrisi dari madu Manuka Tasmania kami," kata situs web tersebut.

"Lida dan Fanny menjaga sisi feminin toko ini, yaitu, memastikan semuanya tampak cantik."

"Remmo memiliki input artistik. Dia mendesain label, titik penjualan, dan situs web ini."

"Kegembiraan dan berkah terbesar kami adalah bekerja menghasilakn madu dan berinteraksi dengan para pelanggan."

ABC menghubungi keluarga Beerepoot namun mereka menolak berkomentar.

Apa yang mereka yakini?

Dalam sidang itu, mereka bersumpah pada Injil King James. Fanny mengaku bahwa dia bekerja penuh-waktu melayani Tuhan.

Denominasi keyakinan Kristiani mana yang mereka ikuti masih belum jelas.

Dalam situs web Calebs Journal, keluarga ini menyatakan "ingin berbagi tentang perjalanan kami saat menuju ke Tanah Perjanjian dan rambu-rambu yang ditunjukkan Bapa kami di sepanjang jalan".

Situs ini berisi bagian-bagian tentang astronomi, biografi, geografi dan hukum Alkitab serta foto-foto keluarga.

Jurnal itu juga membantah keras ayat Alkitab populer bahwa "memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan bagi Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan". Pasalnya, dalil ini mendukung pembayaran pajak.

Dalam artikel berjudul Government and the First Commandment disebutkan:

"Melalui proses validasi ini seseorang menyerahkan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Tuhan - karena Kaisar telah melanggar batas yurisdiksi Tuhan. Kaisar ditempatkan di atas takhta Tuhan, dengan demikian Perintah Pertama dilanggar (Eksodus 20: 3)."

Kasus pajak yang dialami keluarga Kristiani ini bukan yang pertama kalinya.

Pada 2017, keluarga Beerepoot menjadi sorotan ketika Pemkot Meander Valley menyatakan keluarga ini tidak membayar lebih dari 9.000 dolar pajak tiga properti di peternakan lebah tersebut.

"Mereka bersikukuh dengan keyakinan mereka bahwa tanah itu bukan milik mereka, tetapi milik Tuhan, bahwa Pemkot akan mengambil tanah itu dan menjadi urusan antara Pemkot dan Tuhan," kata laporan Pemkot.

Sumber anonim kemudian membayarkan pajak itu untuk salah satu properti, yang menurut walikota setempat, menunjukkan pengakuan warga akan pentingnya peternakan mereka.

Namun, pajak untuk properti lainnya tetap tidak dibayar dan akhirnya disita Pemkot yang kemudian menjualnya seharga 120.000 dolar.

Dari mana uang mereka?

Sidang di pengadilan tidak menyebutkan secara eksplisit sumber pendapatan yang dikenai pajak penghasilan tersebut. Hanya pendapatan amal dari keluarga ini yang disebutkan.

Alida terdaftar sebagai pemegang dua perusahaan, satu di Australia Barat namun telah dibatalkan, serta yang terkait dengan properti Mole Creek yang telah dijual.

Properti yang sama kemudian dijual kembali dengan surplus 100.000 dolar, yang oleh Pemkot Meander Valley telah ditawarkan ke keluarga ini.

Tetapi mereka menolak uang surplus tersebut karena meyakini bahwa uang itu milik Tuhan, bukan milik mereka.

Catatan pendaftaran perusahaan menunjukkan Melita Honey Farm terdaftar pada tahun 2009 tetapi dibatalkan pada tahun 2015.

Keempat anggota keluarga Beerepoot - Hendricus, Alida, Rembertus dan Fanny - terdaftar pada alamat di peternakan madu mereka di Chudleigh.

Tidak diketahui apakah peternakan ini sekarang terdaftar dengan nama perusahaan yang berbeda.

Komisi badan Amal dan Nirlaba Australia juga tidak menemukan daftar badan amal atas nama mereka.

Kasus unik

Dr Alex Deagon, dosen hukum konstitusional dan kebebasan beragama dari Queensland University of Technology, menjelaskan kasus ini sangat unik dan terkait dengan isu pembangkangan sipil.

Dikatakan, ketika terjadi perdebatan kebebasan beragama dan pernikahan sesama jenis, kemungkinan jumlah kasus pembangkangan sipil atas nama agama akan meningkat di Australia.

"Ini menimbulkan masalah yang jauh lebih sulit dengan pejabat sekuler dalam sistem hukum sekuler yang membuat penilaian teologis," katanya.

Senator asal Tasmania Eric Abetz secara terpisah berpendapat bahwa orang Kristen seharusnya membayar pajak.

"Pandangan dunia Kristen untuk membayar pajak itu jelas, karena Tuhan sendiri yang mengucapkan kata-kata itu," kata Senator Abetz.

Seorang warga setempat Barbara Daw menilai keluarga itu sebagai orang baik, jujur, dan telah berkontribusi besar pada komunitas Chudleigh.

"Mereka tipe orang yang akan datang membantu jika kita mengalami masalah di tengah malam," katanya.

Warga Chudleigh lainnya, Rainier Howe, menyebut adanya perbedaan pendapat di kalangan komunitas atas masalah ini.

"Banyak yang mengatakan mereka harus membayar pajak seperti kita semua. Tapi kita semua memiliki keyakinan berbeda-beda," katanya.

Seorang pemilik toko Mandy Wyer menggambarkan peternakan madu itu sebagai jantung komunitas di sana.

Dia mengaku terkejut mendengar besarnya hutang pajak yang dimiliki keluarga itu.

Simak berita selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hutan Amazon, Perancis Ancam Hambat Perjanjian Dagang dengan Amerika Selatan
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Perancis mengatakan hari Jumat (23/8) akan menghambat usaha mencapai perjanjian dagang besar antara ...
Bolsonaro Perintahkan Tentara Brazil Padamkan Kebakaran Amazon 
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Jumat (23/8) memerintahkan tentara untuk berusaha memadamkan keb...
Putin Perintahkan Tanggapan Setimpal atas Percobaan Rudal Jelajah AS
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Vladimir Putin hari Jumat (23/8) memerintahkan militer Rusia untuk mengambil tindakan setim...
Perang Dagang dengan China Meningkat, Trump Umumkan Tarif Baru
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Presiden Amerika Donald Trump hari Jumat (23/8) mengumumkan kenaikan tarif baru atas barang-barang y...
Polisi Hong Kong Bersiap Hadapi Demonstrasi Besar Akhir Pekan Ini
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Polisi di Hong Kong sedang bersiap-siap menghadapi kemungkinan demonstrasi besar, karena sebagian p...
Pakar Hewan akan Biakkan Badak Putih yang Hampir Punah
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:30 WIB
Para pakar hewan di Kenya mengatakan hari Jumat (23/8) berhasil mengambil telur-telur dari dua ekor ...
KTT G7 di Biarritz Bahas Kebakaran Hutan Amazon, Anjloknya Pasar Saham dan Perpecahan di Eropa
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin G7 mengadakan KTT di Biarritz, Perancis. Per...
Pesawat Antariksa Rusia Soyuz Gagal Merapat ke Stasiun Antariksa Internasional
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Sebuah pesawat antariksa Rusia Soyuz gagal merapat ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) hari Sa...
Pasukan Suriah Rebut Kendali atas Provinsi Hama untuk Pertama Kali Sejak 2012
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai kembali seluruh provinsi...
Trump Hadiri G-7 di Perancis, Santap Bersama Macron
Senin, 26 Agustus 2019 - 08:29 WIB
Presiden AS Donald Trump berada di Biarritz, Perancis hari Sabtu (24/8) untuk menghadiri KTT G-7, pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)