Bulan: Foto-foto terindah dari misi Apollo 11 yang kirim manusia ke Bulan
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bulan: Foto-foto terindah dari misi Apollo 11 yang kirim manusia ke Bulan
BBC Indonesia - Bulan: Foto-foto terindah dari misi Apollo 11 yang kirim manusia ke Bulan

Selama sembilan hari di luar angkasa, para astronot Apollo 11 memotret beberapa foto paling terkenal dan paling indah di dunia.

Hak atas foto NASA

16 Juli 1969

Neil Armstrong memimpin krunya saat mereka naik ke roket Saturn V. Dia membawa suplai oksigennya, dan empat hari lagi akan berjalan di bulan.

Hak atas foto NASA

Pukul 09.32 EDT, misi dimulai. Setengah jam sebelumnya, Armstrong berkomentar bahwa para kru merasa nyaman: "Pagi ini sangat menyenangkan".

Hak atas foto NASA

Satu jam setelah perjalanan, Armstrong mengambil foto Michael Collins yang memegang kamera TV ini.

Hak atas foto NASA

17 Juli 1969

Para kru meluncur menuju bulan. Mereka mengambil gambar ini ketika mereka melihat ke bumi, yang kemudian menjadi salah satu foto paling terkenal Bumi yang dipotret selama program Apollo.

Hak atas foto NASA

18 Juli 1969

Edwin "Buzz" Aldrin menyimpan kacamata hitamnya di dalam Lunar Module Eagle, pesawat luar angkasa yang akan membawanya dan Armstrong ke bulan.

Hak atas foto NASA

19 Juli 1969

Apollo 11 telah memasuki orbit bulan, dan terbang ke sisi jauh. Di sana, mereka mengambil gambar, dan Michael Collins berseru, "Ya ampun, mereka monster," katanya tentang gunung dan kawah di permukaan bulan.

Hak atas foto NASA

20 Juli 1969

Setelah 102 jam dan 45 menit misi, Lunar Module Eagle mendarat di bulan. Setelah Aldrin dan Armstrong keluar, mereka mengambil foto, termasuk gambar ikonik cetakan boot mereka di permukaan bulan.

Hak atas foto NASA

Aldrin dan Armstrong memasang bendera AS di permukaan bulan dan Aldrin memberi hormat. Bagian atas tiang tidak memanjang sepenuhnya, sehingga bendera terlipat sebagian, seperti yang Anda lihat di sini.

Hak atas foto NASA

Armstrong mengambil foto Aldrin ini, tetapi pantulan di helmnya menangkap gambar keduanya saat mereka berdiri di bulan. Ini adalah gambar yang paling banyak direproduksi dari misi Apollo.

Hak atas foto NASA

Kembali ke dalam Lunar Module Eagle, Armstrong sangat senang karena semua berjalan baik. Nantinya, dia akan menjelaskan bahwa dia merasa tidak ada cukup waktu untuk melakukan semua yang mereka inginkan.

Hak atas foto NASA

21 Juli 1969

Awak pesawat berkumpul saat Lunar Module Eagle menyambung kembali ke Columbia, yang diterbangkan Michael Collins di sekitar bulan. Collins mengambil foto sisi jauh bulan ini, ketika Eagle mendekati Columbia. Anda dapat melihat bumi muncul di belakang.

Hak atas foto NASA

Saat melaju cepat meninggalkan bulan dan dalam perjalanan pulang, para kru melihat ke belakang dan mengambil beberapa foto batu abu-abu besar di langit, bulan.

Hak atas foto NASA

22 Juli 1969

Awak sedang dalam perjalanan pulang untuk disambut sebagai pahlawan, dan mereka mengambil beberapa foto dari pendekatan mereka ke bumi. Meskipun sulit dilihat dari kejauhan, Amerika Selatan adalah benua yang menonjol di sini.

Hak atas foto NASA

23 Juli 1969

Hari ini, para kru ada di titik tengah antara bulan dan bumi. Di sini, Anda dapat melihat Gurun Sahara dengan segala keindahan warna oranyenya.

Hak atas foto NASA

24 Juli 1969

Begitu dekat dengan bumi sehingga lebih dari mengisi bingkai kamera mereka, kru akan mendarat hari ini.

Hak atas foto NASA

Penceburan! Mereka mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, dan diselamatkan ke dalam perahu kecil untuk didekontaminasi dan kemudian dipindahkan ke pusat karantina selama tiga minggu.

Hak cipta seluruh foto dalam artikel ini dipegang NASA.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di The most beautiful photos taken on The Apollo 11 mission di laman BBC Future

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)