Kiri Kanan
Apa Benar Manusia Sudah Pernah Mendarat di Bulan?
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Apa Benar Manusia Sudah Pernah Mendarat di Bulan?
DW.com - Apa Benar Manusia Sudah Pernah Mendarat di Bulan?

Tidak ada orang Amerika yang pernah ke bulan. Itu semuanya palsu.

Pendaratan di bulan? Itu kan buatan studio TV, bahkan pengaturan tata letak panggungnya saja tidak dilakukan dengan benar.

Lalu ada lagi kesalahan amatir macam mengibarkan bendera AS. Yang benar saja! Memangnya bendera bisa "berkibar" di bulan. Di sana 'kan tidak ada atmosfer.

Palsu itu. Ini cuma konspirasi politik buatan Amerika untuk menunjukkan kepada Soviet, "Lihat, kami berhasil, kalian tidak. Orang-orang kami bisa mendarat di bulan, kalian tidak."

Mesin pembuat gempa dan manusia kadal

Sementara itu, di belantara Alaska, ada fasilitas penelitian misterius yang dengar-dengar bisa menyebabkan gempa bumi. Fasilitas riset ini disebut HAARP, katanya juga mampu melakukan berbagai manipulasi cuaca untuk meneror dunia. Coba sesekali ketik kata "HAARP" dan "gempa bumi" ke Google dan lihat hasilnya.

Masih mau dengar berita 'katanya' yang lain? Ini dia: Chemtrails. Pernah lihat garis-garis mirip awan putih di langit yang dihasilkan oleh pesawat terbang? Umumnya kita menganggap ini tidak berbahaya.

Namun kabarnya, pesawat terbang itu sebenarnya menyemprotkan bahan bahan kimia yang diperintahkan oleh sebuah pemerintahan jahat dengan niat buruk untuk mengubah cuaca, iklim, dan meracuni manusia.

Dan tentu saja, Bumi itu datar - dan berlubang di dalamnya.

Dan sebenarnya dunia berada di bawah kuasa manusia kadal.

Kita semua suka teori konspirasi

Apa Anda sekarang tertawa? Atau malah jadi kesal? Apa sih DW? Omong kosong.

Oke, kalau begitu, Anda jelas-jelas tidak mudah percaya pada teori konspirasi.

Memang tidak ada data pasti berapa orang yang percaya pada cerita-cerita konyol semacam ini. Kami juga tidak tahu apakah hari ini, pada tahun 2019 ini, jadi ada lebih banyak dari orang yang percaya teori macam ini daripada sebelumnya.

Bagaimanapun, teori konspirasi kasar seperti ini jadi lebih mudah diakses dengan adanya internet dan media sosial, kata para psikolog. Pengikut ide-ide ini merasa didukung, dan mereka tidak lagi merasa bagian dari minoritas.

Hasil eksperimen ilmiah juga menunjukkan bahwa para penyuka teori konspirasi ini memang gemar mempercayai hal-hal paling absurd. Ini mereka lakukan supaya bisa merasa jadi bagian dari lingkaran orang-orang dengan pengetahuan yang katanya bersifat elit dan eksklusif.

Alasan psikologis yang membuat banyak orang tidak percaya dengan pendaratan di bulan memang masih harus diteliti lebih lanjut. Namun salah satu pemicunya diketahui adalah sebuah buku aneh karya Bill Kaysing dari AS. Buku ini diterbitkan tahun 1976 dengan judul "Kita tidak pernah pergi ke Bulan."

Dan buku itu sukses. Banyak orang meyakini teori yang absurd itu. Padahal Kaysing bukanlah ilmuwan, teknisi, apalagi insinyur.

Dia adalah seorang penulis yang banyak menulis tentang pertanian, masak-memasak atau cara menghemat biaya pembayaran pajak. Dia menulis dengan bukti khayalan untuk menunjukkan bahwa pendaratan di bulan sebenarnya tidak pernah terjadi.

Empat teori terpopuler Kaysing:

1. Bendera berkibar

Kata teori konspirasi:

Dalam rekaman itu, bendera AS yang dikibarkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin ke Bulan terhembus angin. Tetapi itu tidak mungkin, karena di sana tidak ada atmosfer.

Sains mengatakan:

Bendera itu tidak berkibar. Hanya bergerak ketika kedua astronot itu mengambilnya dan menancapkan ke permukaan Bulan. Di Bumi, atmosfer dengan cepat memperlambat osilasi seperti itu. Tetapi di Bulan yang tidak ada atmosfer - osilasi terus berlangsung lebih lama. Selain itu, ada penopang dipasang secara menyilang di bendera untuk memberi kesan angin bertiup.

2. Tidak ada bintang di foto

Kata teori konspirasi:

Pada gambar pendaratan itu tidak ada satu pun bintang terlihat. Jadi gambar ini pasti dibuat di studio.

Menurut sains:

Memang benar bahwa di bulan tidak ada atmosfer. Dan keadaan ini memungkinkan orang untuk melihat pemandangan fantastis berupa kosmos berbintang. Tetapi ketika para astronot selalu berada di bulan pada siang hari. Saat itu area permukaan bulan, pendaratan dan astronot sangat terang karena adanya cahaya matahari sehingga cahaya lemah dari bintang-bintang tidak terlihat.

3. Foto-foto terlalu sempurna

Kata teori konspirasi:

Kamera-kamera Hasselblad yang dibawa oleh para astronot di ketinggian setinggi dada dan tidak memiliki jendela bidik. Bagaimana mungkin mereka bisa mengambil foto yang begitu sempurna?

Kata sains:

Tidak semua gambar sempurna. Ada banyak gambar buram di arsip NASA. Hanya yang paling bagus lah yang diterbitkan. Selain itu, para astronot punya waktu untuk berlatih dengan kamera Hasselblad di Bumi. Lensa sudut lebar khusus yang mereka pakai dapat menyederhanakan fokus dan memungkinkan pengambilan gambar yang lebih besar.

4. Bayangan berjalan secara diagonal

Kata teori konspirasi:

Beberapa foto menunjukkan bayangan yang tidak berjalan paralel satu sama lain. Namun, dengan matahari sebagai satu-satunya sumber cahaya, semua bayangan seharusnya berjalan paralel. Tetapi tidak seperti itu kenyataannya. Karena itu pasti ada lampu sorot yang terlibat.

Kata sains:

Paralelisme adalah masalah perspektif. Garis-garis paralel pada permukaan tiga dimensi selalu tampak seolah-olah konvergen jika dicitrakan dua dimensi. Contohnya jalur kereta api. Dalam foto, jalur ini tampaknya menyatu menuju cakrawala, meski demikian, jalur ini dijamin selalu pararel. Hal ini terjadi di Bumi, juga di Bulan.

Belum cukup?

Ada poin-poin lain tentang debu, radiasi dan banyangan yang membuat orang tidak percaya dengan pendaratan di bulan. Tetapi sejauh ini tidak ada bukti yang dapat diandalkan yang mengatakan pendaratan di bulan adalah konspirasi.

Jadi intinya: Pendaratan di bulan itu terjadi, dan bahkan Soviet pun tidak meragukannya saat itu. Dan itu sangat berarti di era Perang Dingin.

Lagi pula, ada sekitar 400.000 orang bekerja di misi Apollo. Jadi ada cukup banyak saksi, dan salah satu dari mereka pasti akan berbicara.

Nah, bagaimana menurut Anda?

ae/yp

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel, AS Gagal Capai Kesepakatan Pembagian Biaya Pertahanan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
AS dan Korea Selatan gagal mencapai perjanjian pembagian biaya pertahanan setelah mengadakan pembica...
Komisi HAM Kecam Penggunaan Kekerasan Terhadap Demonstran di Chile
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Komisi Antar-Amerika untuk HAM atau IACHR mengutuk Chile pada Jumat (12/6) karena menggunakan "kekua...
9 Demonstran Tewas di Baghdad, AS Jatuhkan Sanksi Baru
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Sembilan demonstran tewas pada Jumat (6/12) malam setelah orang-orang tak dikenal menyerang sebuah k...
Demonstran Haiti Kecam Dukungan AS untuk Presiden Korup
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Ratusan demonstran berpawai dari pusat kota Port-au-Prince, Ibu Kota Haiti, menuju Kedutaan Besar pa...
Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Dia datang ke Afghanistan sebagai dr. Tetsu Nakamura pada 1980-an untuk membantu merawat pasien kust...
Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Di dataran tinggi Andes, sekitar dua jam perjalanan dari La Paz, orang-orang Achacachi mengatakan m...
Dinamika Umat Muslim di India
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Putusan Mahkamah Agung India baru-baru ini mengizinkan umat Hindu untuk membangun kuil di sebuah kot...
Museum Vagina, Dorong Dialog Tentang Subyek Tabu Terkait Tubuh Perempuan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Pertengahan November lalu, sebuah museum tak biasa dibuka di London, Inggris, yaitu Museum Vagina y...
Aksi Mogok Massal di Prancis Usik Transportasi Akhir Pekan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Aksi mogok massal terbesar dalam puluhan tahun di Prancis menyebabkan warga yang melakukan perjalana...
Jumlah Korban Tewas di Irak Bertambah Setelah Serangan terhadap Protes Anti-Pemerintah
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Jumlah korban tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerang para demonstran anti-pemerintah di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)