Kesan Mahasiswa Jerman di Indonesia: Nikmatnya Nasi Ayam di Bawah Bayang Merapi
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kesan Mahasiswa Jerman di Indonesia: Nikmatnya Nasi Ayam di Bawah Bayang Merapi
DW.com - Kesan Mahasiswa Jerman di Indonesia: Nikmatnya Nasi Ayam di Bawah Bayang Merapi

Mengapa saya ada di Yogyakarta? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya saya jelaskan dulu sedikit tentang diri saya.

Nama saya Felix Fahrenbach, umur saya 20 tahun, mahasiswa di Universitas Teknik RWTH Aachen di jurusan "Ilmu Geologi Terapan" dan peserta program berjalan dua minggu: "International Summer Field Course in Geoscience Fire and Water Volcanism, Groundwater and Society".

Jadi, selain akan menghadapi syok budaya, saya juga akan mendapat kenalan internasional sekaligus berkenalan dengan tema vulkanisme dan air tanah. Proyek ini adalah kerjasama antara universitas-universitas terkemuka Jerman dan Indonesia, dan beberapa negara lain seperti Jepang, Malaysia, Myanmar, Laos, Thailand dan Vietnam. Secara keseluruhan tim ini terdiri dari 46 mahasiswa dan 26 dosen.

Malam pertama setibanya di tempat saya langsung tertidur kelelahan. Pagi berikutnya sudah menunggu pertemuan pertama saya dengan budaya lokal dalam bentuk sarapan pagi: tersedia nasi, ayam, bakmi dan buah-buahan eksotis. Setelah perut terisi kami pun berangkat ke Candi Borobudur. Benar-benar sesuatu yang istimewa, karena inilah candi Buddha yang terbesar di dunia.

Saya mendaki sepuluh tingkat candi ini, yang dikenal juga sebagai sepuluh tahapan menuju pencerahan. Di sana saya banyak belajar tentang buddhisme, kaitannya dengan budaya Jawa dan cara-cara mencapai hidup bahagia. Sebelum perjalanan dilanjutkan, tentu saja ada sesi obligatoris berfoto bersama di depan candi. Khusus untuk program ini juga dibuat sebuah spanduk yang kreatif.

Sore harinya ada acara penyambutan resmi untuk semua peserta di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang banyak berperan dalam perencanaan program ini. Jadi saya segera mandi dan mengenakan pakaian yang rapih. Sayangnya saya belum punya kemeja Batik, tapi saya menuju gedung universitas dengan tekad untuk membawa sesuatu dari budaya ini kembali ke Jerman.

Acara penyambutan berlangsung meriah dengan tekanan pada kerjasama internasional yang dirintis. Contoh jelasnya adalah jaringan GetIn-CICERO, yang terbentuk sejak 2017 antara UGM dan Universitas RWTH Aachen. Saya kira, kami semua gembira telah menjadi bagian dari program ilmiah ini dan pertukaran ilmiah serta budaya yang terjadi. Acara diakhiri dengan makan malam bersama.

Pagi berikutnya saya dibangunkan di pagi buta oleh weker. Pikul lima pagi lewat sedikit saya dan sekelompok kecil peserta berangkat ke Candi Prambanan. Saya begitu terkesan menyaksikan bagaimana langit di atas candi berubah warna, dari hitam menjadi biru gelap, kemudian biru terang yang sangat kuat. Setelah kunjungan singkat ke candi pagi hari, sarapan tradisional sudah menunggu saya.

Program hari ini adalah kunjungan ke gunung berapi yang cukup terkenal: Gunung Merapi. Setelah perjalanan dengan Jeep di jalan berbatu, saya berdiri di depan sebuah bunker tua dengan pemandangan fenomenal ke gunung. Karena gunung berapi itu saat ini cukup aktif, diberlakukan zona aman dengan radius 4 kilometer dari kepundan gunung. Jadi kami tidak bisa mendekat. Pada kunjungan berikutnya ke sebuah rumah yang hancur oleh erupsi terakhir Merapi, saya bisa menyaksikan sendiri betapa hebat kekuatan gunung berapi yang bisa merusak.

Waktu makan siang, saya sudah tidak tahan lagi dan benar-benar ingin mencoba, seberapa pedasnya sebenarnya makanan Indonesia. Jadi saya mencampurkan satu sendok sambal ke nasi di piring saya. Untuk menceritakannya dengan singkat: saus Sambal memang sangat pedas, dan bukan ide yang baik mencampurkannya dengan nasi. Tapi untuk program berikutnya yaitu kunjungan ke kota Semarang, rasa kantuk saya benar-benar menghilang.

Di Semarang hari berikutnya kami disambut oleh universitas kedua di Indonesia yang ikut program ini: Universitas Diponegoro. Setelah itu kami mengunjungi Brown Canyon Semarang. Di sana kami bisa melihat sedimen-sedimen vulkanik yang mengesankan dan cara pertambangan yang tradisional di kawasan ini. Sore harinya kami mengunjungi Bendungan Jatibarang. Saya memberanikan diri menuruni tiga ratus anak tangga menuju sebuah terowongan, 74 meter di bawah bendungan. Di sini bisa dirasakan betapa hebatnya tekanan air pada dinding bendungan. Setelah kembali ke atas, saya bisa mempelajari fungsi-fungsi dan kaitan sosial proyek bendungan ini.

Malam harinya saya memenuhi tekad bulat saya untuk membeli kemeja di toko Batik. Tidak mudah menjatuhkan pilihan dengan begitu banyak corak dan warna yang tersedia. Setelah konsultasi panjang, saya akhirnya menetapkan pilihan, dan meninggalkan toko Batik itu dengan sehelai kemeja Batik baru.

Setelah hari-hari pertama yang mengesankan, kami pun berangkat menuju Bayat di Klaten. Pada hari-hari berikutnya, kawasan ini akan menerima beberapa tamu mahasiswa asing, karena agenda utama program ini adalah kerja lapangan. Di lokasi ini kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyan ilmiah yang menarik. Tapi tentang itu akan saya ceritakan dalam Blog saya yang berikutnya.

Untuk saat ini, terimalah salam hangat dan Glückauf dari Bayat, Klaten.

Dari saya, Felix.

**DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China Akui Staf Konsulat Inggris Ditahan 15 Hari
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
China mengatakan, seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong telah dikenai tahanan administratif sel...
Kebakaran Hutan Mereda di Spanyol, Sebagian Warga Diizinkan Pulang
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canary, mengatakan suhu yang menurun dan angin yang melemah telah memba...
Thailand akan Bentuk Pusat Penangkalan Berita Bohong
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk membentuk pusat penangkalan berita-berita di med...
Kapal AL Spanyol Tetap Siaga Untuk Selamatkan Migran di Italia
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Wakil PM Spanyol Carmen Calvo mengatakan, Rabu (21/8), sebuah kapal angkatan laut negaranya akan tet...
Pemimpin Oposisi Venezuela: Orang-orang Dekat Madura Berusaha Selamatkan Diri
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden Venezuela N...
Aktivis Suriah: Serangan Udara Hantam Rumah Sakit di Desa Pemberontak
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan, sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di...
Beijing Serukan agar AS Capai Kesepakatan Dagang dengan China
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Beijing menyerukan agar Washington untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan mengakhiri per...
Iran Usahakan Redenominasi Mata Uangnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial...
PM Denmark Sesalkan Pembatalan Kunjungan Trump Setelah Tolak Penjualan Greenland
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan, Rabu (21/8), ia menyesalkan dan terkejut dengan keputusan...
Trump Benarkan Penolakan Denmark soal Greenland Membuatnya Batalkan Kunjungan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden AS Donald Trump mengakui ia membatalkan lawatan ke Denmark karena perdana menteri negara i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once