FaceApp Buatan Rusia Viral, Mengapa Ahli Keamanan Siber Khawatir?
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
FaceApp Buatan Rusia Viral, Mengapa Ahli Keamanan Siber Khawatir?
DW.com - FaceApp Buatan Rusia Viral, Mengapa Ahli Keamanan Siber Khawatir?

Rambut menjadi abu-abu, wajah berkerut dan kulit menua, itulah yang akan dialami kebanyakan dengan bertambahnya usia. Jika biasanya banyak orang berusaha menghindari penuaan, FaceApp mengubah kecenderungan ini. Pengguna ramai-ramai sengaja menuakan diri. Sebuah permainan yang mengasyikan.

Itulah yang dijanjikan aplikasi FaceApp. Orang-orang bisa melihat sendiri bagaimana mereka menjadi tua, hanya dalam hitungan detik. Yang perlu dilakukan hanya mengunggah foto wajah mereka saat ini. Di media sosial, banyak orang kelihatannya tergila-gila dengan kemungkinan itu, termasuk banyak selebriti.

Aplikasi ini adalah contoh nyata tentang betapa mudahnya gambar bisa dimanipulasi secara meyakinkan. Tapi yang lebih penting lagi adalah kenyataan, betapa mudahnya kita mengunggah wajah foto kita ke aplikasi yang asal-usulnya tidak begitu kita kenal.

Jutaan pengguna di seluruh dunia tampaknya menikmati fitur FaceApp. Aplikasi ini adalah unduhan nomor satu di toko aplikasi Android dan iOS - sebuah kesuksesan besar bagi pengembang Rusia, Wireless Lab. Aplikasi ini sebenarnya sudah ada selama sekitar dua tahun. Tapi sekarang, seperti kebetulan FaceApp ditemukan oleh para selebriti yang turut menyulut antusiasme pengguna.

Siapa di belakang FaceApp?

Tidak banyak yang diketahui tentang perusahaan Wireless Lab yang berbasis di St. Petersburg, Rusia. Perusahaan tidak hanya mengumpulkan data pengguna, tetapi juga menyimpan gambar-gambar yang diunggah pengguna, tanpa persyaratan yang jelas. Para pengamat keamanan siber khawatir, pemerintah Rusia pada akhirnya bisa mendapat semua informasi pengguna.

Yaroslav Goncharov, CEO FaceApp, membantah bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga ikut-ikutan menggunakan aplikasinya. Tapi dia membenarkan, bahwa gambar asli dari pengguna memang diunggah dan diproses dengan menggunakan cloud. Artinya, data-data itu dikumpulkan di suatu tenpat.

Servernya tidak berada di Rusia, tetapi di Amerika Serikat, Singapura dan Irlandia, dan milik Amazon atau Google, kata Wireless Lab. Sebagian besar gambar dihapus dalam waktu 48 jam. Kecuali untuk pengiklan, pihak ketiga tidak menerima metadata apa pun. Ini strategi yang mirip dengan cara Google dan Facebook menangani data, paling sedikit, itulah pernyataan mereka.

Hak guna terlalu kabur

Data-data pribadi bisa jatuh ke tangan yang salah, kata kepala perlindungan data Jerman, Ulrich Kelber. Dia mengatakan, persyaratan penggunaan aplikasi FaceApp "terlalu kabur".

Di AS, anggota parlemen mulai bersuara dan meminta badan intelijen FBI mengamati FaceApp lebih seksama. Chuck Schumer, anggota Senat dari New York, menulis kepada FBI dan Komisi Perdagangan Federal AS, meminta agar FaceApp diselidiki untuk kemungkinan transfer data-data pribadi dari AS ke pihak ketiga – karena bisa saja pihak ketiga adapah pihak "musuh".

"Lokasi FaceApp di Rusia menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan kapan perusahaan memberikan akses ke data-data warga AS kepada pihak ketiga, termasuk ke pemerintah asing," tulis Schumer.

Komite Nasional Partai Demokrat memperingatkan para kandidat presiden mereka untuk tidak menggunakan FaceApp, karena ada kemungkinan data-data mereka bisa diakses pihak ketiga.

Seperti banyak aplikasi lain, FaceApp tampaknya mengambil data model dan nomor seri ponsel untuk menganalisis bagaimana aplikasi tersebut digunakan. Masih belum jelas, apakah dan untuk tujuan apa foto-foto pengguna aplikasi itu digunakan. hp/vlz

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Aung San Suu Kyi Hadapi Tuduhan Genosida di Mahkamah Internasional
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi bertolak ke Den Haag, Belanda, untuk menghadapi tuduhan genosida t...
Rebutan Warisan Keluarga Mantan PM Australia Bob Hawke Libatkan Soal Pemerkosaan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Salah satu anak mantan PM Australia Bob Hawke Rossyln Dilon mengatakan dia pernah diperkosa teman ay...
Rebutan Warisan Keluarga Mantan PM Australia Bob Hawke Libatkan Soal Pemerkosaan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Salah satu anak mantan PM Australia Bob Hawke Rossyln Dilon mengatakan dia pernah diperkosa teman ay...
Apa yang Terjadi Dengan Letusan Gunung di White Island Selandia Baru?
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Lima orang sudah dipastikan tewas, termasuk warga asal Australia, menyusul ledakan sebuah gunung di ...
Nominator Oscar Buat Dokumenter Soal Papua Barat Agar Dunia Tak Tutup Mata
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Mengangkat peristiwa yang mengubah nasib Papua di tahun 1969, David Bradbury membuat film dokumenter...
Australia Barat Negara Bagian Kedua di Australia Ijinkan Warga Mengakhiri Hidup
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Negara bagian Australia Barat menjadi negara bagian kedua di Australia setelah Victoria yang melegal...
Warga Aborigin di Victoria, Australia Bentuk Lembaga Perwakilan dan Tuntut Kedaulatan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Peristiwa bersejarah terjadi di gedung Parlemen Negara Bagian Victoria Australia pekan ini. Untuk pe...
Pilot Maskapai Australia Jetstar Mogok di Akhir Pekan, Hampir 100 Penerbangan Dibatalkan
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Hampir 100 penerbangan domestik salah satu maskapai penerbangan di Australia Jetstar akan dibatalkan...
Foto Pasien Anak Terbaring di Lantai Rumah Sakit Gemparkan Publik Inggris
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Foto seorang anak laki-laki sakit yang tidur di lantai rumah sakit, karena tidak ada tempat tidur ya...
Senin, 16 Desember 2019 - 08:48 WIB
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meyakini dihapusnya ujian nasiona...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)