Kiri Kanan
Washington Klaim Tembak Drone di Selat Hormuz, Iran Bantah Kehilangan
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Washington Klaim Tembak Drone di Selat Hormuz, Iran Bantah Kehilangan
DW.com - Washington Klaim Tembak Drone di Selat Hormuz, Iran Bantah Kehilangan

Kapal serbu amfibi USS Boxer "mengambil tindakan defensif" terhadap pesawat tak berawak Iran hari Kamis (18/7) untuk "memastikan keamanan kapal dan awaknya," kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan, drone itu "segera dihancurkan" setelah mendekati sekitar 1000 yards (914 meter) ke USS Boxer. "Ini adalah tindakan provokatif yang terbaru dari banyak tindakan bermusuhan oleh Iran, terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional," tambahnya.

Namun Iran membantah kehilangan pesawat tanpa awak. Juru bicara angkatan bersenjata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menggambarkan pernyataan Trump sebagai "klaim yang tidak berdasar dan delusi," demikian dikutip kantor berita Tasnim.

Wakil menteri luar negeri Abbas Araghchi lewat Tweeter mengatakan: "Saya khawatir USS Boxer telah menembak jatuh (drone) mereka sendiri karena kesalahan!"

Provokasi sana-sini

Konfrontasi itu muncul setelah Iran menahan sebuah "kapal tanker asing" yang diyakini sebagai kapal berbendera Panama Riah dengan 12 awaknya dengan tuduhan menyelundupkan bahan bakar.

"Kapal itu dalam perjalanan membawa bahan bakar selundupan yang diterima dari kapal-kapal Iran di daerah yang lebih jauh ketika dicegat," kata Garda Revolusi Iran di situs web Sepah News.

Iran bulan Juni menembak jatuh drone pengintai Amerika yang disebutnya melanggar wilayah udara mereka, hal yang dibantah militer AS. Presiden Donald Trump dilaporkan sempat memerintahkan serangan balasan ke beberapa target di iran. namun membatalkannya pada menit-menit terakhir karena pertimbangan akan jatuhnya korban sipil terlalu tinggi.

Awal Juli lalu, Inggris menahan sebuah tanker minyak Iran di dekat Gibraltar, yang diduga sedang membawa minyak dari iran menuju Suriah, kegiatan yang melanggar sanksi ekonomi AS terhadap negara itu.

Iran mengecam penahanan itu sebagai "pembajakan". Seminggu kemudian, kapal-kapal Angkatan Laut Iran sempat mengancam sebuah kapal tanker Inggris di kawasan Teluk dan bermaksud menggiringnya ke perairan Iran untuk ditahan, namun kapal perang Angkatan Laut Inggris mengintervensi dan menghadang kapal-kapal Iran yang kemudian berbalik.

AS kemudian menyerukan kepada aliansinya untuk membentuk armada internasional mengawal kapal-kapal komersial yang mengangkut minyak dari Kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Iran siap berdialog

Kepala Komando Sentral AS Kenneth McKenzie hari Kamis mengatakan akan bekerja "secara agresif" dengan para mitra untuk memastikan kebebasan navigasi di perairan Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif hari Rabu (17/7) di PBB menuduh Washington telah mengobarkan "terorisme ekonomi" dan menuntut AS mencabut sanksi-sanksi ekonominya. Namun Iran menyatakan tetap siap melakukan pembicaraan dengan AS untuk menyelesaikan sengketa.

Presiden AS Donald Trump tahun lalu mengumumkan penarikan diri secara sepihak dari Kesepakatan Atom Iran dari tahun 2015. Trump setelah itu memberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi yang sebelumnya dicabut setelah kesepakatan ditandatangani. Prancis, Inggris dan Jerman selama ini mendesak agar Kesepakatan Atom tetap dipertahankan, namun AS tidak mengindahkan seruan itu.

hp/vlz (afp, rtr, ap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantu Atasi Banjir di Sudan Selatan, Jerman Sumbang Jutaan Dolar untuk WFP
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Jerman telah menyumbangkan sekitar AS$10,9 juta kepada Badan Urusan Pangan PBB atau World Food Prog...
Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Produk-produk Israel yang dibuat atau diproduksi di wilayah-wilayah pendudukan harus diberi label se...
Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Seorang warga negara Amerika Serikat  yang dituduh telah menjadi pemberontak ISIS kini terdampar di...
Serangan Bajak Laut, Dua Warga Italia Luka
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Angkatan Laut Meksiko mengatakan dua awak kapal Italia luka-luka dalam serangan oleh sekelompok laki...
Target Dua Pejabat Senior Kelompok Islamis, Israel Kirim Pesan ke Iran
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Israel, Selasa (12/11), menarget dua panglima senior kelompok militan Palestina “Jihad Islam,” m...
Pangeran Charles Bahas Perubahan Iklim dengan Pakar India
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pangeran Charles dari Inggris, Rabu (13/11), bertemu dengan sejumlah pakar India dalam kunjungannya ...
Banjir Parah Landa Venesia
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Banjir melanda kota Venesia, Italia. Tinggi air, Rabu Pagi (13/11) mencapai 187 sentimeter, dan mere...
China Peringatkan AS untuk Tidak Campuri Masalah Hong Kong
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Kementerian Luar Negeri China kembali mengeluarkan peringatan agar AS tidak mencampuri persoalan di ...
Israel, Militan Palestina Kembali Saling Serang, 2 Tewas
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pasukan Israel melangsungkan serangan udara, Rabu (13/11), di Jalur Gaza, sementara militan di sana ...
Bom Mobil Tewaskan 12 Orang di Ibukota Afghanistan
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Sebuah ledakan bom mobil di ibukota Afghanistan, Kabul, Rabu (13/11) menewaskan sedikitnya 12 orang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)