PBB: Situasi Kemanusiaan di Suriah Terus Memburuk
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB: Situasi Kemanusiaan di Suriah Terus Memburuk
VOA Indonesia - PBB: Situasi Kemanusiaan di Suriah Terus Memburuk
PBB mengatakan kondisi di Suriah terus memburuk dan kebutuhan kemanusiaan bagi jutaan warga sipil tetap akut di negara yang dilanda perang itu. Utusan Khusus PBB untuk Suriah Najat Rochdi ditugaskan untuk memantau situasi kemanusiaan di Suriah. Ia mengatakan kondisi di negara yang dilanda perang selama lebih dari delapan tahun ini mengkhawatirkan. Ia mengimbau masyarakat internasional agar melindungi dan mendukung jutaan warga sipil yang rentan dan tidak memiliki kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup. Rochdi mengatakan sekitar 11,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan lima juta lainnya sangat memerlukan bantuan. Ia menambahkan bahwa bulan ini menjadi bulan terburuk bagi warga sipil yang terjebak dalam pertempuran yang meningkat antara Pemerintah dan pasukan pemberontak di Idlib di Suriah barat laut. Juru bicara Rochdi, Jenifer Fenton, mengatakan sekurangnya 350 warga sipil dilaporkan tewas dan 330.000 lebih kehilangan tempat tinggal. Ia mengatakan sekitar tiga juta orang khususnya menghadapi risiko, terperangkap di zona pertempuran dan nasib mereka ada di tangan pihak yang bertikai, karena tidak ada tempat untuk melarikan diri. Fenton mengatakan situasi masih belum aman bagi sekitar 70.000 orang yang tinggal di kamp Al Hol yang penuh sesak di Suriah timur laut. Orang-orang ini melarikan diri ke Al Hol setelah pemerintah Suriah mengambil alih Deir-Ez-Zour, kubu terakhir kelompok radikal ISIS. Mayoritas populasi kamp itu mencakup perempuan dan anak-anak Suriah dan Irak. Populasi ini termasuk 11.000 lebih anggota keluarga dari anggota asing ISIS dari puluhan negara. Negara-negara ini enggan untuk menerima kembali warga negaranya karena khawatir akan mempersulit penghukuman terhadap ISIS dan tidak mendapat dukungan dari warga mereka. UNICEF dan agen-agen lainnya mendesak negara-negara untuk memulangkan sekitar 29.000 anak-anak dari anggota asing ISIS, mengatakan mereka tidak bersalah dan menjadi korban perang yang brutal ini. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan melaporkan sejumlah anak telah dipulangkan ke negara asal mereka dalam beberapa minggu terakhir. Tapi menambahkan ribuan lainnya masih di Al Hol, menghadapi masa depan yang tidak pasti. (my/jm)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebakaran Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh Dhaka
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Ribuan rumah di sebuah kawasan kumuh di Dhaka, Bangladesh hancur total dalam kebakaran Jumat (16/8) ...
Demonstran Pakistan Unjuk Rasa Aksi Solidaritas Kashmir
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Demonstran Pakistan pada hari Minggu (18/8) berkumpul di Karachi untuk memprotes dugaan pelanggaran ...
Ditolak Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tawaran Spanyol Terima Migran Afrika
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Kelompok kemanusiaan Spanyol pada hari Minggu (18/8) menolak tawaran Spanyol untuk menerima lebih da...
Gletser Pertama Islandia Menghilang Karena Perubahan Iklim
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Banyak orang di Islandia berkumpul pada Minggu (18/8) untuk memberikan ucapan selamat tinggal pada O...
UNICEF: Anak-anak Pengungsi Rohingya Kehilangan Masa Depan yang Layak
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Hasil kajian badan PBB untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) menunjukkan lebih dari setengah juta anak pengu...
Kapal Tanker Iran yang Disita, Tinggalkan Gibraltar
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sebuah kapal tanker Iran meninggalkan Gibraltar, Minggu (18/8), setelah pihak berwenang di sana meno...
Migran yang Putus Asa Melompat dari Kapal 
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Sejumlah migran yang panik di kapal penyelamat Spanyol melompat ke laut Tengah ketika kapal Open Arm...
Palestina: Israel Tewaskan 3 Orang Palestina
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pasukan Israel menewaskan tiga laki-laki Palestina dan melukai satu orang, kata Kementerian Kesehata...
Hakim Tunda Sidang Korupsi Kedua Mantan PM Malaysia
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Sidang kedua mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah ditunda selama seminggu. Najib diduga...
Kebakaran di Kepulauan Canaria, Lebih Dari 400 Dievakuasi
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:42 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canaria, Spanyol telah mengkonfirmasi evakuasi lebih dari 4.000 orang p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)