Kiri Kanan
Inggris Rencanakan Sanksi atas Iran Terkait Pertikaian Kapal Tanker
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Inggris Rencanakan Sanksi atas Iran Terkait Pertikaian Kapal Tanker
VOA Indonesia - Inggris Rencanakan Sanksi atas Iran Terkait Pertikaian Kapal Tanker
Para pejabat Inggris sedang menyusun rencana untuk menarget Iran dengan sanksi karena menangkap kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz, dan Inggris mungkin akan mendesak negara-negara Uni Eropa untuk menerapkan kembali sanksi yang dicabut pada 2016 sebagai imbalan bagi kesediaan Iran untuk mengekang program nuklirnya. Pemerintah Inggris dalam tekanan kuat dari anggota Parlemen untuk bertindak tegas dalam pertikaian diplomatik yang meningkat tajam antara kedua negara, namun kecaman juga semakin meningkat di Parlemen mengenai kurangnya perlindungan bagi kapal tanker Inggris di Selat itu. Perdana Menteri Inggris Theresa May, yang akan mengakhiri jabatannya, disalahkan oleh beberapa anggota parlemen dan pejabat militer karena gagal menyetujui sistem patroli maritim bersama yang dianjurkan AS kepada Inggris dan angkatan laut Eropa lainnya untuk dibentuk bersama Amerika. Downing Street (Kantor PM Inggris) itu berpandangan jika Inggris bergabung dengan "koalisi angkatan laut" yang diusulkan Amerika maka akan dipandang mendukung pendekatan garis keras Presiden Donald Trump terhadap Iran, demikian dikatakan pejabat Inggris dan AS. Menteri Pertahanan Inggris Tobias Ellwood pada hari Minggu (21/7) mengatakan kepada media Inggris sedang mencari cara untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran atas penyitaan kapal tanker Stena Impero yang berbendera Inggris dan milik Swedia serta 23 awaknya. Sanksi-sanksi bisa mencakup pembekuan aset Iran. Ditanya mengenai sanksi, Ellwood mengatakan, "Kita akan mempertimbangkan serangkaian pilihan." Pada hari Minggu, rekaman-rekaman audio baru juga dirilis oleh Garda Revolusi Iran dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris keduanya memberikan instruksi kepada kapal tanker berbendera Inggris itu, dengan Iran memerintahkan kapten kapal untuk mengubah arah. Seorang perwira Iran bisa didengar mengatakan, "Jika Anda patuh, Anda akan selamat." (my/al)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Upaya Selamatkan Berang-Berang Laut Penjaga Keseimbangan Ekologis
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Berang-berang laut di India berperan penting menjaga keseimbangan ekologis di habitatnya. Namun perb...
8 Manfaat Sentuhan Fisik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di dunia yang kian penuh digitalisasi, di mana orang lebih sering kirim pesan daripada bertemu, pent...
WHO: Empat dari Lima Remaja di Seluruh Dunia Kurang Gerak dan Olahraga
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Studi yang dilakukan oleh WHO ini menemukan bahwa 81 persen remaja berusia antara 11 dan 17 tidak me...
Kenapa Timor Leste Mendadak Dirundung Serangan Buaya Liar?
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Mario Da Cruz tertegun melihat sekelompok buaya memangsa seorang bocah kecil di tepi pantai. Ia send...
Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di usianya yang menginjak 29 tahun, Spandan Sharma tidak memiliki apartemen, mobil, bahkan kursi. Pe...
Bagaimana Ulama Wahabi Terbelah Soal Penawaran Saham Aramco
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Modernisasi Arab Saudi yang dipacu oleh Pangeran Muhammad bin Salman dengan mengikis doktrin Wahabis...
Erick Thohir Ingin 20% Pegawai Bandara di Abu Dhabi Diisi Orang RI
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menjajaki kerja sama dengan Ab...
Bagaimana Seorang Perempuan Rusia Menjadi Bintang Tari Perut di Mesir
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Johara jarang tampil sederhana. Setiap kali diundang, penari perut berusia 31 tahun itu mengenakan k...
Negara-negara Dengan Kualitas Murid Paling Rendah di Dunia
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Laporan OECD yang mengukur kemampuan anak 15 tahun di bidang membaca, matematika dan pengetahuan ilm...
Peringkat 6 Terbawah, Indonesia Diminta Tinggalkan Sistem Pendidikan Feodalistik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Survei kemampuan pelajar yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)