Jepang Panggil Dubes Korsel Terkait Sengketa Kerja Paksa Perang Dunia II
Elshinta
Senin, 22 Juli 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jepang Panggil Dubes Korsel Terkait Sengketa Kerja Paksa Perang Dunia II
VOA Indonesia - Jepang Panggil Dubes Korsel Terkait Sengketa Kerja Paksa Perang Dunia II
Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono, memanggil Duta Besar Korea Selatan Nam Gwan-pyo, Jumat (19/7) karena Korea Selatan belum melaksanakan arbitrase untuk menyelesaikan sengketa terkait tenaga kerja paksa pada era Perang Dunia II. Tahun lalu, pengadilan Korea Selatan memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang agar membayar ganti rugi, karena menggunakan tenaga kerja paksa Korea Selatan selama perang tersebut. Jepang memberi waktu Korea Selatan hingga Kamis tengah malam (18/7) untuk menanggapi permintaan arbitrase. Perselisihan lama ini, telah membuat Jepang mengurangi ekspor material teknologi tinggi ke Korea Selatan, suatu langkah yang dapat berdampak global terhadap industri ponsel pintar. Associated Press melaporkan pertemuan hari Jumat (19/7) antara kedua diplomat itu “dilakukan dalam suasana dingin, dan sempat konfrontatif.” Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan kepada Duta Besar Nam Gwan-pyo bahwa Korea Selatan melanggar hukum internasional karena tidak melaksanakan arbitrase. Taro Kono mengatakan sangat disesalkan karena kedua pihak gagal melakukan arbitrase. Jepang mendesak pemerintah Korea Selatan agar tidak membiarkan situasi sekarang ini yang melanggar hukum internasional dan agar segera mengubah sikap, lanjutnya. [uh/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV