Kuba, Nikaragua, dan Venezuela Hadapi Lebih Banyak Sanksi AS
Elshinta
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kuba, Nikaragua, dan Venezuela Hadapi Lebih Banyak Sanksi AS
VOA Indonesia - Kuba, Nikaragua, dan Venezuela Hadapi Lebih Banyak Sanksi AS
Pemerintah AS pada Rabu (17/4) akan mengumumkan sanksi tambahan terhadap Venezuela, serta Kuba dan Nikaragua, dalam langkah terbaru terhadap pemerintah sosialis di belahan bumi Barat. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memprioritaskan untuk menyingkirkan Nicolas Maduro dari Caracas dan mengakui pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido sebagai presiden - tindakan yang juga dilakukan oleh lebih dari 50 negara lain. Menjelang pidato Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Rabu, di Miami, seorang pejabat senior pemerintah menekankan masih mempertimbangkan semua opsi mengenai Venezuela, dan mengatakan negara Amerika Selatan itu "semakin mendekati titik fleksibel. "Kita menginginkan transisi kekuasaan secara damai, tetapi kita bertekad akan ada pemindahan kekuasaan," kata pejabat senior pemerintah. "Biarkan Maduro dan kroni-kroninya memikirkan artinya." Menanggapi pertanyaan dari VOA mengenai meningkatnya ketidaksabaran akan tindakan yang lebih keras oleh Washington di antara militer Venezuela yang diam-diam mengalihkan kesetiaannya kepada Guaido, pejabat pemerintah bersikeras "tekanan maksimum" yang diterapkan pemerintahan Trump dalam tiga bulan terakhir "hampir menghentikan seluruh pemerintah itu. " Pejabat itu menambahkan, "keliru jika dikatakan menemui jalan buntu." Sebagai bagian dari upaya untuk menyingkirkan Maduro, para pejabat AS juga memperketat tekanan terhadap Kuba. [my]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tolak kesepakatan, Presiden Guatemala Tunda Lawatan Ke AS 
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Guatemala, Minggu (14/7), menyatakan menunda lawatan Presiden Jimmy Morales ke Washington untuk memb...
Protes Pemilihan di Rusia, Puluhan Ditangkap 
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Polisi Rusia menangkap puluhan demonstran di Moskow, termasuk beberapa politisi yang beroposisi, dal...
Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bes...
Perang Tarif dengan AS, Pertumbuhan Ekonomi China Kian Melambat
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam triwulan terakhir dalam 10 tahun ini di t...
Hujan Lebat Runtuhkan Bangunan di India, 12 Tewas
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Sebelas tentara termasuk di antara 12 mayat yang ditemukan dari puing-puing sebuah bangunan berlanta...
Polisi Thailand Sita Lebih dari 1 Ton Metamfetamin Kristal
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Polisi di Thailand mengatakan mereka telah menyita lebih dari satu ton metamfetamin kristal dalam se...
Polisi Gunakan Tongkat, Semprotan Merica Terhadap Pengunjuk Rasa di Hong Kong
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Pengunjuk rasa anti-pemerintah yang berjuang dalam bentrokan dengan polisi di pusat perbelanjaan Hon...
Juara Tinju Spanyol Berjuang untuk Hak-Hak Perempuan
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga saat hamil dan kini menjadi seorang ibu dari dua ...
Minggu Ini, Gerhana Bulan Terakhir Tahun 2019
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Gerhana bulan terakhir tahun ini akan terjadi minggu ini, yang memungkinkan para penggemar dan penga...
Rusia, Ukraina Bersiap untuk Pertukaran Tahanan
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:41 WIB
Para pejabat di Rusia dan Ukraina mengindikasikan bahwa kedua negara bersiap untuk melakukan pertuka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)