Warga Paris dan Wisatawan Berbondong-bondong ke Notre Dame
Elshinta
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Warga Paris dan Wisatawan Berbondong-bondong ke Notre Dame
VOA Indonesia - Warga Paris dan Wisatawan Berbondong-bondong ke Notre Dame
Hanya beberapa hari yang lalu, Severine Vilbert berjalan-jalan di sekitar Notre Dame dengan putri sulungnya pada hari yang dingin namun cerah. Bunga-bunga bermekaran dan katedral berkilau cahaya. "Kami memandang Notre Dame dan mengatakan monumen yang begitu indah, betapa bangganya menjadi orang Paris dan tinggal di kota yang indah ini,” kenang Vilbert yang bercucuran air mata. "Kemudian seperti mimpi buruk bagi kami." Pada Selasa (16/4), Vilbert menelusuri langkahnya kembali di Paris yang sudah berubah. Tetes hujan jatuh dari langit yang kelabu, ketika ia bergabung bersama ribuan warga Paris dan wisatawan yang mengunjungi bangunan terkenang yang masih berasap namun masih berdiri. Api yang menjilat katedral berumur lebih dari 850 tahun menghancurkan sebagian besar atap. Puncaknya pada ketinggian 90 meter runtuh di tengah kobaran api, menyebabkan pengunjung yang sedang berswafoto terperangah. Para penyelidik sedang menyelidiki sebab-sebab kebakaran yang untuk sementara tampaknya dianggap sebagai kecelakaan "Saya umat Kristen. Saya seorang Katolik. Saya kira kejadian ini sangat mengerikan," kata George Castro, seorang warga Perancis- Kolombia, mengenai kobaran api yang terjadi hanya seminggu sebelum Paskah.  "Ini benar-benar menyedihkan." Tapi yang menakjubkan, tidak ada korban tewas dan benda-benda berharga berhasil diselamatkan, bersama jendela mawar Notre Dame yang menakjubkan. Laporan mengutip para pakar yang mengamati bangunan itu mengatakan secara struktural baik. Kebakaran itu merupakan serangan terbaru di salah satu kota paling indah di dunia. Selama beberapa tahun terakhir, Paris telah mengalami dua serangan teroris besar yang terjadi pada 2015. Dan yang terbaru krisis rompi kuning yang merusak beberapa monumen paling bergengsi dan sangat memecah warga Perancis. Beberapa warga Paris, seperti Nicolas Chouin, yakin kebakaran itu bisa membantu merekonsiliasi Perancis yang terpecah. "Sesuatu yang di luar jangkauan kita, di luar masalah kita sehari-hari," katanya sambil memandang kerangka atap katedral. "Namun, tentu saja tidak menyelesaikan semua masalah politik." [my]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV