Korea Utara klaim uji coba senjata baru
Elshinta
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Korea Utara klaim uji coba senjata baru
BBC Indonesia - Korea Utara klaim uji coba senjata baru

Korea Utara mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis".

Klaim yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, itu tidak menjelaskan secara rinci. Yang jelas, sebagaimana disebutkan dalam laporan itu, senjata tersebut dipasangi "hulu ledak yang kuat".

Uji coba senjata ini merupakan yang pertama dilakukan Korut sejak Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggelar pertemuan pada Februari lalu tanpa menghasilkan kesepakatan.

Analis bidang Korut, Ankit Pandam, menyebut klaim uji coba senjata dikemukakan Korut menyusul latihan militer AS-Korea Selatan yang baru digelar. Dia menilai hal itu dilakukan sebagai aksi balasan.

Apa klaim Korut?

Menurut KCNA, uji coba itu disaksikan Kim Jong-un.

Senjata itu, seperti dilaporkan KCNA, punya "mode panduan penerbangan yang unik". Ditambahkan, uji coba itu "dilakukan dalam berbagai mode penembakan dengan target yang berbeda".

Kim Jong-un mengatakan pengembangan senjata itu memiliki "makna yang sangat berarti dalam meningkatkan kekuatan tempur Tentara Rakyat".

Tiada rincian lain yang dipaparkan, termasuk jenis misil yang diluncurkan. Namun kata taktis secara implisit bermakna senjata itu termasuk senjata dengan jangkauan pendek ketimbang rudal balistik jarak jauh yang dipandang AS sebagai ancaman.

Foto-foto satelit lokasi nuklir utama Korut pekan lalu menunjukkan ada pergerakan. Sejumlah pengamat menilai itu adalah indikasi bahwa Korut tengah memproses materi radioaktif menjadi bahan bakar bom.

Tahun lalu, Kim Jong-un mengatakan dirinya akan berhenti menguji coba nuklir dan meluncurkan rudal balistik antarbenua ketika kemampuan nuklir Pyongyang telah "diverifikasi".

Sebelumnya, Korut mengklaim telah mengembangkan bom nuklir yang sedemikian kecil sehingga dapat dimasukkan pada rudal jarak jauh serta rudal balistik yang berpotensi mencapai daratan AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hong Kong 'tak lagi otonom dari China', pernyataan AS ini tak bendung parlemen China setujui RUU Keamanan bagi Hong Kong
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:53 WIB
Media playback tidak ada di perangkat Anda Polisi...
Krisis pengungsi Muslim Rohingya: Jenazah dibuang ke laut di malam hari, cerita pengungsi menghadapi rangkaian kematian saat terkatung-katung di laut
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:53 WIB
“Tak ada yang tahu berapa yang meninggal. Mungkin 50, mungkin lebih,” kata Khadiza Begum...
Arab Saudi: Seluruh masjid akan kembali menggelar salat berjemaah mulai 31 Mei, kecuali di Mekah
Kamis, 28 Mei 2020 - 09:06 WIB
Hak atas foto Reuters Pemerintah...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV