Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Elshinta
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
VOA Indonesia - Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan” dengan Jepang untuk menyelesaikan perselisihan dagang yang kian meningkat antara kedua negara, apabila Tokyo setuju melakukan perundingan. Presiden Moon mengemukakan hal itu hari Kamis (15/8) dalam pidato untuk memperingati 74 tahun bebasnya Semenanjung Korea dari pemerintah kolonial Jepang, yang berlangsung dari 1910 hingga 1945. Tawaran bernada damai itu diajukan beberapa hari setelah Seoul mengumumkan pemindahan Tokyo ke kategori perdagangan baru, yang menerapkan lebih banyak pembatasan terhadap ekspor barang-barang yang dianggap sensitif. Keputusan itu jelas merupakan pembalasan atas keputusan Jepang untuk mengeluarkan Korea Selatan dari daftar mitra dagang istimewanya. Banyak pengamat menganggap tindakan Jepang ini sebagai pembalasan atas keputusan mahkamah Korea Selatan baru-baru ini yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk membayar ganti rugi bagi warga lansia Korea yang dipaksa bekerja di pabrik-pabrik Jepang semasa Perang Dunia II. Moon pada awal bulan ini dengan tegas menyatakan tekad Korea Selatan tidak akan pernah lagi kalah dari Jepang. Namun dalam pidatonya hari Kamis (15/8), ia menyatakan “harapan bahwa Jepang akan memainkan peran utama dalam memfasilitasi perdamaian dan kemakmuran di Asia Timur, sambil merenungkan kembali masa lalu yang menyebabkan kemalangan bagi negara-negara tetangganya.” [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBB: Perubahan Iklim Ancam Masa Depan Semua Anak-Anak
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Masa depan setiap anak di dunia terancam karena negara-negara di seluruh dunia gagal meredam dampak ...
Musim Karnaval di Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pesta karnaval di Jerman, yang sering disebut sebagai "musim ke-5" ini, memasuki masa puncaknya. Kot...
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Fenomena kapal hantu, maksudnya kapal yang ditemukan tanpa awaknya, adalah fenomena yang sering diga...
Polemik RUU Ketahanan Keluarga: Dari Tumpang-tindih Sampai Langgar Hukum Internasional
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang masuk dalam program legislasi nasional (proleg...
7 Fakta Tentang Serangan Terorisme di Hanau Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Serangan di Hanau Aksi Terorisme Ekstrem Kanan Bermotif Rasisme
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Belum banyak informasi tentang sosok pelaku tunggal yang melakukan aksi penembakan di kota Hanau. Me...
Opini: Kebencian di Jantung Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Hanau hanyalah kasus yang terbaru. Untuk ketiga kalinya dalam hanya beberapa bulan, hawa kebencian t...
Kaum Muda Iran Sambut Dingin Proses Pemilihan Umum
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Banyak orang yang menginginkan perubahan, tetapi lemahnya kekuatan institusi terpilih di Republik Is...
8 Orang Tewas Ditembak di Hanau, Jerman
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Polisi Jerman mengatakan delapan orang mati ditembak di Kota Hanau pada  Rabu (19/2) malam. Perny...
Assange Ditawari Pengampunan Asal Bilang Rusia Tak Intervensi Pilpres AS 2016 
Jumat, 21 Februari 2020 - 09:24 WIB
Pendiri Wikileaks, Julian Assange, mengatakan pemerintahan Trump telah menawarkan akan memberikan pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)