Kiri Kanan
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
VOA Indonesia - Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dari kelompok itu karena menganeksasi Krimea pada 2014. Trump tampaknya tidak peduli bahwa Rusia menganggap Krimea sebagai kawasannya, dan justru menyalahkan Presiden Barack Obama atas pencaplokan Krimea. “Rusia mengambil alih Krimea dalam masa jabatan Obama, bukan dalam masa jabatan saya. Faktanya, Putin sama sekali mengalahkan Obama dalam masalah Krimea dan soal-soal lain. Putin menunjukkan ia lebih pandai dari Obama, dan karena itu Obama marah dan mengeluarkan Rusia dari kelompok G-8, yang sekarang menjadi G7,” kata Trump. G7 mencakup Amerika, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris. Dana Moneter Internasional menyebut ke-7 negara maju itu menguasai 58 persen kekayaan bersih dunia. China adalah negara yang perekonomiannya nomor dua setelah Amerika, tapi tidak termasuk dalam G7, sedangkan Rusia tercatat dalam ranking ke-12. Gedung Putih mengatakan, Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa Rusia harus diundang ke pertemuan G7 tahun 2020 yang akan diadakan di Amerika. Tapi Macron, Rabu, menentang kembalinya Rusia ke dalam kelompok itu tanpa penyelesaian masalah Krimea, disamping banyaknya korban warga Ukraina yang tewas dalam konflik dengan pemberontak yang didukung Rusia. “Saya kira, mengundang Rusia kembali ke dalam kelompok itu hanya akan menunjukkan kelemahan G7, suatu kesalahan strategis, karena itu menunjukkan kita membenarkan tindakannya yang keliru itu.” Kata Macron, krisis di Ukraina harus diselesaikan sebelum Rusia bisa kembali ke dalam kelompok G7. [ii/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pedemo Peringatkan Polisi Hong Kong agar Tak Serbu Kampus
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Seorang pedemo yang mengenakan penutup muka mengatakan mahasiswa yang masih bertahan di kampus Unive...
Trump Tanda Tangani RUU Mendukung Demonstran Hong Kong
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Presiden Donald Trump telah menandatangani dua rancangan undang-undang (RUU) untuk menunjukkan dukun...
Protes Kematian Pedemo dan Ekonomi Buruk, Ribuan Demo di Kolombia 
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Puluhan ribu warga Kolombia berdemo pada Rabu (27/11) untuk memprotes tewasnya seorang pedemo serta ...
China Ancam Balas Jika AS Ngotot Ikut Campur Masalah Hong Kong
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Kementerian Luar Negeri China, Kamis (28/11), mengatakan akan mengambil “tindakan pembalasan yang ...
Sydney Hapus Pembatasan Konsumsi Minuman Beralkohol
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Kehidupan malam di Kota Sydney dianggap kurang meriah bagi banyak orang. Namun, hal itu akan segera ...
Koala Menderita dalam Kebakaran Hutan di Australia
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Lebih dari dua juta hektare lahan, termasuk wilayah hutan yang luas, hangus dalam krisis kebakaran h...
Liga Arab Tawarkan Bantu Lebanon Akhiri Krisis Politik
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Liga Arab mengatakan siap membantu Lebanon menyelesaikan kebuntuan politiknya, setelah negara itu be...
Aktivis Hong Kong Serukan Agar Dunia Ikuti Jejak AS
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Sambil meneriakan kata-kata ”Dukung Hong Kong”, para aktivis pro-demokrasi, Kamis, mendesak duni...
Arab Saudi Bebaskan 3 Pengecam Pemerintah
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Tiga orang yang ditangkap pemerintah Arab Saudi baru-baru ini dalam usaha membungkam aktivitas HAM m...
Harapan Menyusut di Albania, Korban Tewas Akibat Gempa Capai 40
Jumat, 29 November 2019 - 08:58 WIB
Harapan untuk menemukan korban yang masih hidup akibat gempa di Albania menyusut pada Kamis (28/11),...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)