Seorang Kakek Dipenjara 45 Tahun Karena Memperkosa Putrinya Sendiri
Elshinta
Senin, 09 September 2019 - 09:01 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Seorang Kakek Dipenjara 45 Tahun Karena Memperkosa Putrinya Sendiri
ABC.net.au - Seorang Kakek Dipenjara 45 Tahun Karena Memperkosa Putrinya Sendiri

Seorang pria berusia 74 tahun Richard Haynes kemungkinan akan meninggal di penjara setelah mendapat hukuman 45 tahun penjara karena berulang kali memperkosa putrinya sendiri.

Dalam sidang di Pengadilan District di Sydney, Australia, hari Jumat (6/9/2019), Hakim Sarah Hugget mengatakan Haynes besar kemungkinan akan meninggal dalam penjara karena hukuman minimum yang harus dijalaninya adalah 33 tahun penjara.

Di masa-masa pertengahan sidang bulan Maret lalu, Haynes yang sebelumnya diekstradisi dari Inggris, menyatakan diri bersalah atas serangkaian tuduhan pemerkosaaan, sodomi dan juga penyerangan seksual lain yang terjadi di tahun 1970-an dan 1980-an.

Korbannya adalah putrinya sendiri Jennifer yang ketika itu berusia antara 4 sampai 11 tahun.

Hakim menggambarkan apa yang dilakukan Haynes terhadap putrinya merupakan tindakan "menjijikan dan mengerikan" dan dilakukan untuk mempermalukan, dan menguasai seseorang.

"Manipulasi psikologis yang digunakan oleh pelaku, ditambah dengan tindak kekerasan digunakan untuk menekankan kekuasaan dia terhadap anak putrinya." kata Hakim.

Selama satu jam ketika membacakan keputusan, Hakim Hugget merinci tindakan yang dilakukan oleh Haynes dimana dia mengancam, memarahi dan membuat putrinya seperti budak lewat pelecehan seksual.

Ketika mendengar keputusan hakim Richard Haynes tidak menunjukkan reaksi sama sekali dan tidak melihat ke arah putrinya ketika Haynes dibawa oleh petugas.

Dalam persidangan Jennifer Haynes mengungkapkan bahwa bila dia memberitahu orang lain mengenai apa yang dilakukan bapaknya, ibunya akan meninggal karena itu kesalahan Jennifer.

Juga Richard Haynes mengancam akan membunuh saudara kandung Jennifer dan kucingnya/

"Tidak seorang pun yang mencintai kamu. Saya bisa melakukan apa pun terhadap kamu." kata Haynes kepada putrinya ketika melakukan berbagai tindakan tersebut.

"Tidak ada yang perduli."

Hakim menggambarkan kesaksian yang dibeberkan Jennifer Haynes sebagai hal yang paling mengyakinkan."

Jennifer sekarang berusia 49 tahun dan dia tidak keberatan identitasnya diungkap.

Karena perlakuan keji ayahnya tersebut, Jennifer mengalami gangguan psikologis yang disebut dissociative identity disorder dimana Jennifer memiliki beberapa identitas berbeda.

Identitas yang muncul antara lain menjadi Symphony seorang bocah perempuan berusia 4 tahun. dan seorang remaja putra bernama Muscles.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV