Putri Kerajaan Saudi Bersalah Perintahkan Pengawal Pukuli Tukang Bangunan di Paris
Elshinta
Jumat, 13 September 2019 - 14:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Putri Kerajaan Saudi Bersalah Perintahkan Pengawal Pukuli Tukang Bangunan di Paris
ABC.net.au - Putri Kerajaan Saudi Bersalah Perintahkan Pengawal Pukuli Tukang Bangunan di Paris

Pengadilan di Prancis menyatakan putri Raja Salman dari Arab Saudi bersalah karena memerintahkan pengawalnya untuk menahan dan memukul seorang tukang bangunan asal Prancis.

Kasus Putri Kerajaan Saudi di Prancis

Tukang tersebut sebelumnya dituduh mengambil gambar apartemen milik keluarga Kerajaan Saudi di Paris.

Putri Hessa binti Salman tidak hadir di pengadilan ketika Hakim menyatakan dia bersalah atas beberapa dakwaan.

Pengadilan menjatuhkan hukuman percobaan 10 bulan penjara dan denda AUD$ 16.113 (sekitar Rp 160 juta). Hukuman ini lebih berat dari yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya JPU meminta agar Putri Hessa dihukum 6 bulan percobaan dan denda sekitar Rp 80 juta.

Menurut JPU, Putri Hessa marah ketika dia melihat tukang bangunan tersebut mengambil foto dirinya di apartemen yang terletak di kawasan elit di Paris, dekat Champs-Elysees.

Putri satu-satunya Raja Salman tersebut takut bahwa fotonya akan disalahgunakan, karena dia adalah anak keluarga Kerajaan Saudi yang juga saudara tiri Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Dia meninggalkan Prancis tidak lama setelah kejadian di bulan September 2016 tersebut dan diadili tanpa kehadirannya di pengadilan.

Menurut pengadilan, Putri Hessa bersalah menahan pembayaran untuk tukang tersebut, mengambil teleponnya, dan juga terlibat dalam tindak kekerasan yang terjadi.

Pengacara untuk Hessa, Emmanuel Moyne, mengatakan keputusan pengadilan ini "aneh" dan mengatakan akan menyatakan banding.

Pengadilan juga menyatakan pengawal Rani Saida bersalah atas tindak yang sama, dan pengawal tersebut hadir di pengadilan.

Hukuman terhadap Saida sama seperti yang diminta oleh pihak penuntut yaitu delapan bulan hukuman percobaan dan denda Rp 80 juta.

Pengacara Saida juga mengatakan tidak menerima keputusan dan akan melakukan banding dalam beberapa hari mendatang.

Ashraf Eid, tukang bangunan keturunan Mesir tersebut mengatakan kepada polisi Paris bahwa pengawal mengikat dirinya atas perintah Putri Hessa.

Tukang bangunan itu mengatakan mengambil foto sehingga dia bisa mengembalikan semua perabotan ke tempat semula setelah dia selesai bekerja.

Ashraf Eid mengatakan pengawal kerajaan Saudi tersebut merusak HPnya, dan membuatnya harus mencium kaki Hessa sementara tangannya diikat dalam penyiksaan selama tiga jam tersebut.

AP

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seberapa Membantu Tunjangan Uang dari Pemerintah Australia Bagi Warga Indonesia?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah Australia memberikan tunjangan uang bagi permanent resident (PR) dan warganegara Australi...
Kematian Karena Flu Biasa di Australia Turun Tajam Karena Social Distancing
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Salah satu hal yang positif dari penerapan aturan pembatasan aturan jarak antara warga, atau social ...
Pria Australia Lari Keliling Bali Untuk Membantu Warga Bali yang Kesulitan
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Seharusnya Jamin Heppell, seorang warga Australia, bisa saja melewati hari-harinya dengan mudah saat...
Pendekatan Baru Indonesia Untuk Menangani COVID-19, Seberapa Efektif?
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pekan lalu, Indonesia menggunakan pendekatan baru dalam penanganan pandemi virus corona di Indonesia...
Warga Melbourne Akan Diberi Rp3 Juta Kalau Diam di Rumah Setelah Tes Corona
Jumat, 24 Juli 2020 - 01:34 WIB
Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan akan memberikan tunjangan uang senilai AU$300, atau le...
Sejumlah Penjaga Karantina COVID-19 Di Melbourne Direkrut Lewat WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Sejumlah penjaga keamanan yang ditugaskan untuk menjaga hotel-hotel di Melbourne tempat karantina wa...
Pasukan Khusus Australia Bentangkan Simbol Rasis di Afghanistan
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Anggota pasukan khusus Australia (SAS) berpose dan merekam aksinya sendiri membentangkan sebuah Bend...
KDRT Meningkat di Asia Akibat Lockdown COVID-19, Termasuk di Indonesia
Kamis, 23 Juli 2020 - 07:12 WIB
Aturan pembatasan pergerakan warga, atau lockdown, selama pandemi COVID-19 telah menyebabkan meningk...
Reynold Poernomo Gagal Ke Final MasterChef Australia 2020
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.Harapan Reynold Poernomo, peserta yang difavoritkan banyak...
Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Masker Wajib Pakai dengan Denda Rp2 juta
Rabu, 22 Juli 2020 - 00:30 WIB
Negara bagian Victoria, dengan ibukota Melbourne memiliki hampir 3.000 kasus aktif virus corona, den...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV