Penghargaan Amnesty International Untuk Aktivis Iklim Greta Thunberg
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Penghargaan Amnesty International Untuk Aktivis Iklim Greta Thunberg
DW.com - Penghargaan Amnesty International Untuk Aktivis Iklim Greta Thunberg

Aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dianugerahi penghargaan bergengsi Ambassador of Conscience 2019 dari organisasi hak asasi Amnesty International hari Senin (16/09). Dia adalah pencetus gerakan Fridays For Future yang digalang kaum muda untuk mendesak para politisi memutuskan kebijakan yang tepat.

Amnesty International mengatakan; Greta telah menunjukkan "kepemimpinan yang unik dan keberanian dalam membela hak asasi manusia," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Kumi Naidoo, yang juga adalah seorang aktivis muda selama rezim Apartheid di Afrika Selatan, ketika memberikan hadiah hak asasi manusia itu kepada Greta Thunberg dan gerakan Fridays for Future di Washington DC.

Greta Thunberg (16 tahun) menerangkan bahwa dia menerima penghargaan itu atas nama "semua pemuda yang tak kenal takut berjuang demi masa depan mereka, masa depan bisa saja mereka terima begitu saja, namun seperti yang terlihat sekarang, mereka tidak mau."

Mengangkat perjuangan iklim

Kumi Naidoo mengatakan kepada DW bahwa politisi bisa belajar banyak dari para pemuda saat ini, dan dia berharap penghargaan itu akan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam perjuangan.

"Saya berharap bahwa dengan memberikan Amnesty Ambassador of Conscience Award kepada gerakan Fridays for Future dan Greta, kami memberikan kontribusi kecil untuk mengangkat perjuangan ini dan memberinya tempat yang layak," katanya.

Kumu Naidoo menambahkan: "Anak-anak berperilaku seperti orang dewasa, ketika banyak orang dewasa dan para pemimpin politik dan bisnis bersikap seperti anak-anak."

Aktivis persiapkan aksi terbesar di Jerman

Greta Thunberg telah melakukan aksi protesnya lebih setahun untuk mendorong tindakan perlindungan iklim. Sejak itu, gerakan yang dimulainya terus meluas. Aksi pemogokan di sekolah setiap hari Jumat untuk menggelar protes kini diikuti jutaan orang di seluruh dunia.

Hari Jumat (20/09) para aktivis di Jerman dan di seluruh dunia akan menggelar aksi besar-besaran. Acara itu diperkirakan akan menarik jutaan orang dengan ribuan aksi dan kegiatan di seluruh dunia, dengan Jerman memimpin di Eropa, yang memiliki lebih dari 400 aksi unjuk rasa terdaftar dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

"Ini adalah sinyal penting," kata Antje von Broock, yang mewakili sekitar 200 kelompok lingkungan, pemuda dan gereja di Jerman.

hp/ae (dpa, ap, kna)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kursi: Lebih dari Sekedar Tempat Duduk
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Empat kaki, satu tempat duduk dan sebuah sandaran: Tidak ada hal lain yang dibutuhkan untuk membuat ...
Lyari Girls Cafe: Pupuk Percaya Diri bagi Perempuan Pakistan
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pakistan bukan negeri yang ramah bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kesetaraan hak. Sebab itu sek...
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Yute adalah tanaman unik yang bisa menghasilkan serat nabati sebagai bahan baku tali tambang. Di Ban...
AS Pertimbangkan Kembali Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Sanksi untuk Cina
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Di hadapan parlemen AS, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu (27/05), meny...
Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, akibat lehernya dicekik oleh polisi di Minneapol...
Wabah dan Kekeringan: Bencana Berganda Melanda Warga Miskin India
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Protokol pencegahan wabah sekilas sangat mudah. Penduduk diimbau menjaga kebersihan dan mencuci tan...
Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kamis (28/5) Kongres Rakyat Nasional(NPC) secara aklamasi meloloskan legislasi kontroversial itu, de...
Bagaimana Wabah Corona Pengaruhi Harapan Hidup Penderita Penyakit Kronis
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Thomas menderita stroke pada awal April. Sekitar waktu yang bersamaan, gambar dramatis di bangsal-ba...
Apa Bahaya Sekolah Via Zoom dan Aplikasi Pelacakan Data?
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kondisi gawat darurat kesehatan publik terkait pandemi Covid-19, ibarat hentakan keras yang membangu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV