Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Tolak Tawaran Dialog Donald Trump
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Tolak Tawaran Dialog Donald Trump
DW.com - Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Tolak Tawaran Dialog Donald Trump

Televisi pemerintah Iran hari Selasa (17/09) mengutip Ayatollah Ali Khamenei yang menegaskan: "Tidak akan ada pembicaraan dengan AS di tingkat mana pun." Khamenei selanjutnya mengatakan, AS ingin membuktikan bahwa "kebijakan tekanan maksimum"-nya terhadap Iran berhasil.

Khamenei (foto artikel, kiri) menambahkan, perundingan hanya bisa dipertimbangkan jika AS kembali ke kesepakatan nuklir. "Kalau tidak, tidak akan ada pembicaraan… baik di New York maupun di tempat lain," tandasnya.

Presiden AS Donald Trump hari Senin (16/09) mengatakan bahwa Iran "tampaknya" berada di belakang serangan terhadap instalasi minyak terbesar di Arab Saudi.

Namun dia menekankan bahwa dia tidak mempertimbangkan pembalasan militer. Sebelumnya Trump sempat menulis di Twitter bahwa AS "sudah siap berperang."

Harga minyak sempat melonjak

Media sempat berspekulasi tentang kemungkinan pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela Sidang Umum PBB bulan ini di New York. Namun ketegangan di Teluk Persia meningkat setelah serangan terbaru di beberapa instalasi minyak utama di Arab Saudi.

Iran selama ini membantah terlibat dalam serangan itu. Kelompok pemberontak Houthi di Yaman, yang selama ini didukung Iran, mengklaim telah melakukan serangan dengan pesawat nirawak.

Krisis antara Washington dan Teheran berawal dari keputusan Presiden Trump tahun lalu untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Trump lalu memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran yang membuat ekonomi negara itu terpuruk.

Serangan terhadap Arab Saudi, yang membuat produksi minyak negara itu anjlok sampai 60 persen, sempat membuat harga minyak mentah melonjak. Namun Arab Saudi dan AS menyatakan siap membuka cadangan minyaknya untuk menenangkan pasar.

Setelah ancaman keras, nada Trump melunak

Kekhawatiran sempat muncul bahwa ketegangan terbaru akan menimbulkan perang baru di Timur Tengah, setelah Trump mengancam Iran dan mengatakan di Twitter bahwa AS siap berperang. Namun Trump menarik kembali nada kerasnya dan mengatakan bahwa dia tidak ingin perang dan tidak mempertimbangkan opsi militer.

Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan terhadap kilang minyaknya sebagai "tindakan agresi dan sabotase yang belum pernah terjadi sebelumnya," namun tidak menyampaikan bukti-bukti bahwa Iran berada di balik serangan itu.

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonimitas mengatakan, AS sedang mempertimbangkan pengiriman sumber daya militer tambahan ke kawasan Teluk tetapi belum ada keputusan yang dibuat. AS saat ini sudah menempatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Teluk, dilengkapi dengan serta jet tempur, pesawat pengebom, pesawat pengintai dan unit pertahanan udara.

Arab Saudi mengatakan mereka mengundang PBB dan para ahli internasional lainnya untuk membantu penyelidikan dan menekankan, mereka tidak perlu terburu-buru untuk mengambil langkah balasan.

hp/ae (ap, rtr, dpa)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)