A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 56

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 56
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 58

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 58
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

news-mitra/////khamenei-tolak-pembicaraan-dengan-as-" />
Khamenei Tolak Pembicaraan dengan AS
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Khamenei Tolak Pembicaraan dengan AS
VOA Indonesia - Khamenei Tolak Pembicaraan dengan AS
Iran tidak akan pernah melakukan pembicaraan empat mata dengan Amerika Serikat. Namun tetap ingin terlibat dalam diskusi multilateral jika kembali ke kesepakatan 2015 tentang program nuklir Iran. Demikian dikatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei,  Selasa (17/9), menurut televisi pemerintah. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia dapat bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. Pertemuan tersebut kemungkinan dilakukan Majelis Umum AS di New York akhir bulan ini. "Para pejabat Iran, pada tingkat apa pun, tidak akan pernah berbicara dengan para pejabat Amerika. Ini adalah bagian dari kebijakan mereka untuk menekan Iran ... kebijakan tekanan maksimum mereka akan gagal," kata televisi pemerintah mengutip Khamenei. Menurut berita yang dilansir dari Reuters, Khamenei mengatakan para pemimpin ulama Iran sepakat atas hal tersebut.  "Jika Amerika mengubah perilakunya dan kembali ke perjanjian nuklir (Iran 2015), maka ia dapat bergabung dengan perundingan multilateral antara Iran dan pihak-pihak lain untuk kesepakatan itu," kata Khamenei. Trump telah meningkatkan sanksi terhadap Iran sejak tahun lalu ketika ia menarik diri dari pakta nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia. Selain itu juga menerapkan kembali sanksi yang dicabut di bawah kesepakatan dengan imbalan Iran membatasi program nuklirnya. Sebagai balasan atas kebijakan "tekanan maksimum" AS, Iran secara bertahap meningkatkan komitmennya pada pakta dan berencana untuk lebih lanjut melanggar perjanjian itu. Namun dengan kondisi jika pihak-pihak Eropa gagal menepati janji mereka untuk melindungi ekonomi Iran dari hukuman AS. "Jika kita menyerah pada tekanan mereka dan mengadakan pembicaraan dengan Amerika ... Ini akan menunjukkan bahwa tekanan maksimum mereka pada Iran telah berhasil. Mereka harus tahu bahwa kebijakan ini tidak ada nilainya bagi kita,” kata Khamenei.  Ketegangan antara Teheran dan Washington meningkat setelah serangan di fasilitas minyak utama di Arab Saudi akhir pekan lalu. Hal tersebut membuat harga minyak melonjak dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik baru Timur Tengah. Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Iran tampaknya berada di belakang serangan. Namun Iran membantah keterlibatannya. [ah]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pria Irak Terdakwa Penyeludupan Manusia Dari Indonesia Diesktradisi ke Australia
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Seorang pria asal Irak, Mayhem Radhi, diajukan ke pengadilan di Brisbane, Australia, karena dituduh ...
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Pelantikan Presiden RI Joko Widodo tampaknya membawa "berkah" tersendiri bagi hubungan Australia dan...
Qantas Lakukan Penerbangan Bersejarah 19 Jam Non-Stop Rute New York ke Sydney
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Maskapai penerbangan Australia Qantas mencatat sejarah baru ketika salah satu pesawatnya terbang lan...
Pengalaman WNI Beli Apartemen di Australia Seperti Beli Kucing Dalam Karung
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Nilai apartemen di Australia telah jatuh dibandingkan harganya saat pertama kali dibeli, terutama un...
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Allan Owen kelahiran New South Wales, Australia menemukan tantangan baru dalam pembelajaran Bahasa I...
Polisi Australia Minta Maaf Ke Pesepak Bola Asal Bahrain Atas Penahanannya
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Kepala Kepolisian Federal Australia (AFP) telah meminta maaf secara pribadi kepada pemain sepak bola...
Dari Nadiem Hingga Prabowo: Pemilihan Kabinet Reality Show Ala Jokowi
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Di hari pertama masa kerjanya (21/10/2019), Presiden Indonesia Jokowi memanggil sejumlah calon Mente...
Raja Thailand Cabut Semua Gelar Untuk Selirnya Karena Tidak Setia
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, menurut pihak Istana Kerajaan, telah mencabut semua gelar kerajaa...
Papua Nugini Akan Mulai Ekspor Produk Pertanian ke Indonesia Akhir Tahun Ini
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB
Departemen Pertanian Papua Nugini mengatakan kepada ABC bahwa rencana untuk membuka pangsa pasar per...
Menhan: AS Alihkan Pasukan dari Suriah ke Irak
Selasa, 22 Oktober 2019 - 08:51 WIB
Pasukan Amerika mundur dari pangkalan terbesar mereka di Suriah utara pada hari Minggu. Menteri Pert...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)