PBB: Serangan Saudi Indikasikan Konflik yang Lebih Besar
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB: Serangan Saudi Indikasikan Konflik yang Lebih Besar
VOA Indonesia - PBB: Serangan Saudi Indikasikan Konflik yang Lebih Besar
Pejabat tinggi PBB di Yaman, hari Senin (16/9), mengatakan kepada Dewan Keamanan di New York bahwa serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan, merupakan tanda negara yang dilanda perang itu bisa terjerumus ke dalam konflik yang lebih besar. Serangan itu sendiri telah diklaim pemberontak Houthi sebagai aksinya. Pengarahan singkat melalui teleconference dari Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengatakan: "Serangan terhadap fasilitas ARAMCO di Arab Saudi  Sabtu pagi lalu, 14 September, yang telah menyebabkan gangguan signifikan pada produksi minyak mentah Kerajaan itu, berdampak jauh di luar wilayah itu. " Kantor koordinasi urusan kemanusiaan PBB, OCHA, memperkirakan sekitar 80 persen populasi atau 24 juta orang  memerlukan bantuan kemanusiaan. Duta Besar PBB untuk AS yang baru ditunjuk, Kelly Craft, dalam pengarahan pertamanya pada  Dewan, mengecam serangan ARAMCO "sekeras-kerasnya." "Kita semua harus memiliki pandangan jernih mengenai peristiwa ini, serangan langsung terhadap pasokan energi dunia," kata Craft. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Demonstran di AS Dapat Dukungan dari Berbagai Penjuru Dunia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Ribuan orang di Selandia Baru, Senin (1/6) berpawai sebagai unjuk solidaritas dengan pengunjuk rasa ...
Organisasi Bantuan Terpaksa Batasi Operasi di Yaman Karena Ketiadaan Dana
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Organisasi-organisasi bantuan, Senin (1/6), menyerukan permohonan bantuan yang mendesak untuk menjal...
China Ancam Akan Balas AS Jika Rugikan Kepentingannya
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Beijing, Senin (1/6), memperingatkan Washington bahwa pihaknya akan melangsungkan pembalasan setelah...
Meski Kasus Corona Terus Meningkat, India Makin Longgarkan Lockdown
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Lebih banyak negara bagian dibuka kembali di India, Senin, bertepatan dengan dimulainya tahap tiga p...
Iran Klaim Ilmuwannya yang Dipenjarakan di AS Akan Segera Pulang
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Teheran mengatakan, Senin (1/6), ilmuwan Sirous Asgari, satu dari belasan warga negara Iran yang dit...
Penularan Covid-19 di Afghanistan Meningkat 684 Persen
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Penularan Covid-19 di Afghanistan meningkat 684 persen pada bulan Mei, sebut Komite Penyelamatan Int...
Studi Gilead: Remdesivir Bantu Obati Sebagian Pasien Covid-19
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Obat anti virus remdesivir memperlihatkan hasil baik bagi penderita Covid-19 moderat dalam uji coba...
WHO: Wabah Ebola Baru Merebak di Kongo
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Senin (1/6) mengonfirmasi terjadinya gelombang wabah kedua virus ...
SITE: ISIS Klaim Tanggung Jawab atas Serangan di Polsek Kalimantan
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Kelompok teroris ISIS cabang Provinsi Asia Timur mengklaim serangan terhadap sebuah kantor polisi di...
Israel Lacak Ponsel Warganya untuk Lacak Siapa yang Mungkin Terpapar Virus Corona
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Badan Keamanan Dalam Negeri Israel, yang dikenal dengan Shin Bet dalam dua bulan terakhir, melacak p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV