Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
VOA Indonesia - Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Polisi Italia, Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya. Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mereka. Ketiganya diduga mengelola kamp migran di bekas pangkalan militer di Zawiya, Libya. "Saya  dipukuli beberapa kali. Saya mengalami penyiksaan yang membekas di tubuh saya," kata seorang migran kepada jaksa penuntut. Yang lainnya mengatakan sejumlah perempuan diperkosa dan migran yang tidak bisa membayar tebusan dibunuh atau dijual pada pedagang manusia. Milisi bersenjata bertanggung jawab terhadap banyak kamp migran di Libya, yang menahan orang-orang yang tiba di negara itu dan ingin pergi ke Eropa termasuk yang ditangkap penjaga pantai Libya di Laut Tengah. Kelompok-kelompok HAM menuntut pemerintah Libya menutup pusat-pusat migran, menyebutnya sebagai tempat-tempat kekerasan dan kemelaratan. "Investigasi ini mengukuhkan kondisi kehidupan yang tidak manusiawi di tempat yang dikatakan Libya. Dan perlunya tindakan termasuk di tingkat internasional," kata Luigi Patronaggio, kepala jaksa penuntut di kota Agrigento di Sisilia. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tim Penyelamat Hewan Selamatkan Raja Ular Kobra di Thailand 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Petugas penyelamat hewan dari Yayasan Krabi Pitakpracha di Kota Krabi, di bagian selatan Thailand, M...
Kepala HAM PBB Soroti Meningkatnya Tantangan Kerja Sama Global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Kepala Dewan HAM PBB Michelle Bachelet, Selasa (15/10), mengatakan dunia kini menyaksikan meningkatn...
UNICEF : 200 Juta Balita Makan Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengatakan sepertiga balita di seluruh dunia, yang totalnya sekitar 200 ...
Presiden Haiti Tegaskan Tidak Akan Mundur
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Presiden Haiti Jovenel Moise, Selasa (15/10), mengatakan tidak akan bertanggung jawab bagi dirinya u...
Analis Katakan Trump Ulur Waktu dengan Erdogan
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Wakil Presiden AS, Mike Pence, memimpin delegasi Amerika yang bertolak ke Turki, Rabu (16/10) untuk ...
Olok-olok Oposisi Hentikan Pidato Pemimpin Eksekutif Hong Kong
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Krisis politik Hong Kong yang berlangsung selama empat bulan akhirnya menyasar hingga ke gedung legi...
2018, Penjaga Pantai China Habiskan 258 Hari di Perairan yang Diklaim Malaysia
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Kapal penjaga pantai China menghabiskan 70% waktunya pada tahun lalu untuk berpatroli di perairan La...
Kim Jong Un Mendaki Gunung Tertinggi di Korut dengan Kuda   
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Media pemerintah Korea Utara, Rabu (16/10), merilis foto-foto pemimpin Kim Jong Un yang mendaki gunu...
Erdogan Enggan Temui Delegasi AS
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan ia tidak akan bertemu dengan Wakil Presiden Amerika...
Bentrokan di Barcelona Terus Berkecamuk
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Bentrokan disertai kekerasan kembali terjadi di malam kedua sejak kericuhan meletus di Barcelona, Sp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV