86 Harimau yang Diselamatkan dari Kuil Harimau Thailand Mati
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
86 Harimau yang Diselamatkan dari Kuil Harimau Thailand Mati
VOA Indonesia - 86 Harimau yang Diselamatkan dari Kuil Harimau Thailand Mati
Lebih dari separuh harimau yang tiga tahun lalu diselamatkan dari Kuil Harimau terkenal di Thailand telah mati, kata pihak berwenang Senin (16/9). Delapan puluh enam dari 147 harimau yang diselamatkan itu terkena penyakit, akibat kawin sedarah. Harimau tersebut hidup di sebuah kompleks yang luas, di mana para wisatawan diizinkan melakukan kontak dari jarak dekat dengan harimau tersebut. Wat Pha Luang Ta Bua atau Kuil Harimau, yang terletak di sebelah barat Bangkok, memungkinkan wisatawan memberi makan harimau, memegang anak-anaknya dan mengambil foto dari dekat. Namun akhirnya pemerintah menyita 147 harimau itu, setelah ada laporan perdagangan satwa liar dan penyiksaan terhadap hewan. Harimau-harimau itu dipindahkan ke dua lokasi margasatwa yang dikelola negara. Namun para pejabat segera memperhatikan efek perkawinan sedarah "yang mengakibatkan cacat dan melemahnya kondisi kesehatan," kata Patarapol, Kepala Divisi Manajemen Kesehatan Margasatwa. Kuil di provinsi barat Kanchanaburi itu dikenal secara internasional sebagai tempat perlindungan yang dijalankan oleh para biksu Buddha. Namun ketika polisi menggerebek kuil pada tahun 2016, mereka menemukan tulang harimau, kulit, gigi dan sekurangnya 1.500 jimat yang terbuat dari bagian-bagian harimau. Mereka juga menemukan bangkai 60 anak harimau yang dimasukkan ke dalam freezer atau diawetkan dalam toples yang diisi formalin. Tidak seorangpun  yang terkait  kuil itu dituntut. Pihak berwenang memperkirakan ada sekitar 1.000 harimau di penangkaran di Thailand, tetapi hanya sekitar 200 di alam liar. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Studi: Filipina Pusat Online Eksploitasi Seksual Anak
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Filipina telah menjadi pusat global eksploitasi anak di dunia maya, dan kebijakan lockdown terkait...
Kasus Corona Meningkat, Gubernur Jatim Ingin Tingkatkan Tes Massal
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Jumlah kasus corona di Jawa Timur terus meningkat, membayangi DKI Jakarta yang menempati posisi punc...
Para Pejabat India, Bangladesh Masih Taksir Kerusakan Akibat Topan Amphan
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pemerintah India menyatakan sejumlah orang diyakini tewas hari Rabu sewaktu topan kuat melanda beber...
Hungaria akan Tutup Zona-Zona Tempat Pencari Suaka Ditahan
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Hungaria menutup zona-zona transit di perbatasannya di mana para pencari suaka ditahan sementara mer...
Popularitas PM Selandia Baru Melambung Jelang Pemilu
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Popularitas Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern melambung menjelang pemilu September karena...
Pemimpin G-7 Pertimbangkan Kehadiran dalam KTT di Tengah Wabah Virus Corona
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Para pemimpin negara-negara G-7 mempertimbangkan gagasan Presiden AS Donald Trump mengenai KTT yang ...
Jumlah Kasus Baru Corona Capai Rekor
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Jumlah tambahan harian kasus virus corona di Tanah Air mencapai rekor tertinggi hari ini, yakni 973.
Orang Dekat PM Jepang Mundur Karena Skandal Judi
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Seorang jaksa terkemuka Jepang yang dianggap dekat dengan Perdana Menteri Shinzo Abe mengajukan sura...
China Mulai Kembali Acara Politik Penting yang Tertunda Wabah Corona
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Suatu konferensi politik tahunan tingkat tinggi di China yang tertunda dua bulan akibat pandemi viru...
PM Abe Pertimbangkan Hadir dalam Pertemuan G-7 di AS
Jumat, 22 Mei 2020 - 03:54 WIB
Jepang sedang mempertimbangkan apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan hadir secara pribadi dalam per...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV