Menlu AS ke Kawasan Teluk Bahas Langkah Balasan Terhadap Iran
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menlu AS ke Kawasan Teluk Bahas Langkah Balasan Terhadap Iran
DW.com - Menlu AS ke Kawasan Teluk Bahas Langkah Balasan Terhadap Iran

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terbang ke Abu Dhabi hari Kamis (19/09) dari kota Jeddah, Arab Saudi, di mana ia bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Rabu (18/09) malam. Pimpinan Arab Saudi mengatakan, serangan terhadap kilang minyak di negaranya adalah "ujian nyata" dari dunia internasional.

AS dan Arab Saudi "sepakat bahwa rezim Iran harus bertanggung jawab atas kelanjutan perilaku yang agresif, ceroboh, dan mengancam," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan di Jeddah.

"Serangan yang tidak dapat diterima dan belum pernah terjadi sebelumnya... tidak hanya mengancam keamanan nasional Arab Saudi, tetapi juga membahayakan kehidupan semua warga Amerika yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi," tambahnya.

Mike Pompeo mengecam serangan ke Arab Saudi sebagai "tindakan perang" Iran. Pemerintah Arab Saudi hari Rabu merilis "bukti-bukti baru" yang menurut mereka menunjukkan bahwa serangan itu "tidak diragukan lagi" telah disponsori oleh Teheran.

Prancis: serangan tidak berasal dari Huthi di Yaman

Para pejabat Saudi menunjukkan apa yang mereka katakan sebagai pecahan dari 25 drone dan rudal jelajah yang ditembakkan hari Sabtu (14/09) di dua instalasi minyak terbesar negara itu dan membuat instalasi tersebut terbakar hebat.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian juga mengatakan hari Kamis (19/09), klaim kelompok Huthi bahwa mereka yang melakukan serangan ke Arab Saudi "kurang kredibel."

Namun juru bicara militer Huthi, Brigadir Yahya Saree mengatakan, serangan terhadap dua fasilitas minyak di Arab Saudi itu diluncurkan dari tiga lokasi di Yaman, menggunakan pesawat canggih tanpa awak dengan kemampuan jarak jauh.

Dia juga mengancam Uni Emirat Arab dengan mengatakan bahwa pihaknya siap menyerang puluhan sasaran termasuk kota-kota yang dipenuhi pencakar langit Dubai dan Abu Dhabi.

"Jika Anda menginginkan perdamaian dan keamanan untuk fasilitas Anda… … maka tinggalkan Yaman sendirian," kata juru bicara Huthi.

Target-target potensial

Perencana militer AS yang menimbang pembalasan dilaporkan telah meneruskan daftar target Iran, termasuk kilang Abadan, salah satu kilang minyak terbesar minyak terbesar dunia, dan Pulau Khark, fasilitas ekspor minyak terbesar di Iran, tulis harian New York Times. Target potensial lainnya adalah lokasi peluncuran rudal dan aset lain dari Garda Revolusi Iran.

Rabu malam, stasiun siaran CBS News mengutip seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya yang mengatakan, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyetujui serangan itu, dengan syarat bahwa hal itu dilakukan sedemikian rupa, sehingga tidak ada jejak yang menunjukkan keterlibatan Iran.

Para diplomat di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, para ahli PBB diharapkan datang ke Arab Saudi untuk memimpin penyelidikan internasional.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, sanksi AS yang diberlakukan kembali oleh Presiden Donald Trump sejak 31 Juli, menggambarkan tindakan yang "ilegal" dan "tidak manusiawi" yang dirancang untuk "melukai warga sipil."

hp/ae (afp, rtr, ap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Serukan Wudhu dengan Wiski dan Vodka, Aktor Maroko Dituduh Menista Agama
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Aktor Maroko, Rafik Boubker, yang berusia 47 tahun ditahan setelah videonya beredar di media sosial....
Tiga Gadis Kecil Indonesia di Jerman Menginspirasi, Tiga Perempuan Antisampah Wujudkan Donasi Buah Tampah Indonesia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Di suatu senja saat menikmati buah-buahan, di meja makan rumahnya di Bonn, Jerman, seperti biasa ket...
Melihat Lebih Lanjut Cara Twitter Berikan Label di Cuitan
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Perusahaan media sosial Twitter baru-baru ini memberi pelabelan di cuitan yang dipublikasikan di pla...
Masa Depan Suram, Warga Hong Kong Pertimbangkan Emigrasi
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Setelah disetujui oleh Kongres Rakyat Nasional Cina (NPC), Undang-undang Keamanan Nasional untuk Hon...
India Usir Diplomat Pakistan Atas Tuduhan Spionase
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Pemerintah India mengusir dua pejabat kedutaan besar Pakistan di New Delhi. Keduanya dituduh terliba...
Wartawan DW Ditembaki Polisi AS Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Kerusuhan yang dipicu protes atas tewasnya warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi terus ber...
Cina Ancam Balas AS, Jerman Tawarkan Mediasi
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Pemerintah Cina mengancam bakal membalas tindak Presiden Donald Trump membatasi akses mahasiswa asal...
Lawan Korupsi di Vatikan, Paus Terbitkan Peraturan Tender dan Pengadaan Barang
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Paus Fransiskus baru saja meloloskan peraturan baru untuk pengadaan barang dan belanja di Vatikan. P...
Robot Buatan Denmark Bantu Test Swab Virus Corona
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Para peneliti di University of Southern Denmark mengumumkan, sukses membuat robot pertama yang bisa ...
Siapa Elon Musk, Pengusaha Sukses di Balik SpaceX?
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Elon lahir tahun 1971 di Afrika Selatan dari ibunya yang seorang model dan ahli diet, Maye Musk, dan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV