A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 56

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 56
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: row

Filename: elshinta/phpmu-link.php

Line Number: 58

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/phpmu-link.php
Line: 58
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/template.php
Line: 25
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 17
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

news-mitra/////kerugian-ekonomi-akibat-migrain-buat-singapura-sakit-kepala" />
Kerugian Ekonomi Akibat Migrain Buat Singapura Sakit Kepala
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kerugian Ekonomi Akibat Migrain Buat Singapura Sakit Kepala
DW.com - Kerugian Ekonomi Akibat Migrain Buat Singapura Sakit Kepala

Orang yang menderita sakit kepala kronis ini juga kehilangan rata-rata 9,8 hari kerja dalam satu tahun. Sementara bagi mereka yang memutuskan untuk terus bekerja, gejala ini sangat mengurangi kemampuan untuk menyelesaikan tugas, ini berarti hilangnya produktivitas kerja sebanyak 7,4 hari dalam setahun.

Migrain berkembang melalui beberapa tahap. Gejalanya termasuk sembelit, lekas marah dan gangguan visual, sebelum benar-benar mengalami sakit kepala.

Gejala ini berlangsung antara empat hingga 72 jam, sebagian besar mempengaruhi mereka yang berada pada kelompok usia 30 hingga 40 tahun. Migrain juga lebih sering terjadi pada perempuan dewasa ketimbang laki-laki karena adanya faktor perubahan hormon.

Lebih dari 600 pekerja penuh waktu Singapura yang menderita migrain disurvei secara online untuk penelitian dengan judul Beban Ekonomi Akibat Migrain Di Singapura, yang dilakukan oleh Duke-NUS Medical School dan perusahaan farmasi Novartis.

Jumlah penderita terus bertambah

Para responden rata-rata berusia 38 tahun, kebanyakan berlatar belakang etnis Cina, berstatus menikah dan setidaknya berpendidikan tinggi. Sebagian besar berada di posisi manajerial (60 persen), dan sisanya di pekerjaan administrasi, dengan keterampilan menengah, maupun wiraswasta.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengalami migrain pada empat hingga 14 hari setiap bulan menyebabkan kerugian hingga sebesar 14.860 dolar Singapura atau sebesar Rp 151 juta per kapita per tahun. Sedangkan mereka yang menderita migrain hanya dalam tiga hari atau lebih sedikit setiap bulannya, menyebabkan kerugian sebesar 5.040 dolar Singapura (Rp 51,4 juta) per kapita pada 2018.

Dr Jonathan Ong dari National University Hospital (NUH) mengatakan ada sekitar 100 pasien baru datang setiap bulannya ke klinik untuk gangguan sakit kepala di sejumlah rumah sakit dan Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong. Jumlah ini meningkat sekitar 10 persen setiap tahun.

"Tidak mengherankan karena kita hidup dalam lingkungan yang semakin penuh tekanan, sebagai negara Asia - kita sangat berorientasi pada pekerjaan, berorientasi pada tujuan, menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja, dan stres adalah pemicu utama migrain," katanya.

Pengaruhi karir dan kehidupan pribadi

Migrain seringnya berhubungan dengan kondisi medis tertentu seperti depresi dan kecemasan, penyakit kardiovaskular, peradangan hidung atau sinus. Namun penyakit ini juga dapat dipicu oleh lingkungan, emosi dan makanan.

"Yang mengkhawatirkan adalah penelitian kami menemukan bahwa sekitar satu dari empat pasien di Singapura tidak berusaha mencari perawatan medis untuk migrain yang mereka derita," ujar Dr Ong, yang juga adalah konsultan di Divisi Neurologi NUH dan presiden Headache Society of Singapore.

Dr Eric Finkelstein dari Duke-NUS Medical School mengatakan migrain memiliki efek jangka panjang yang merugikan pada pekerjaan, seperti mempengaruhi perkembangan karir seseorang dan kehidupan pribadi mereka.

Tes medis memakan sekitar 41 persen besaran biaya perawatan kesehatan akibat migrain, diikuti oleh obat-obatan alternatif (18 persen), konsultasi (16 persen), rawat inap (13 persen) dan obat-obatan (11 persen).

Para peneliti berharap hasil riset ini dapat meningkatkan kesadaran tentang migrain, sehingga lebih banyak orang dapat didiagnosis dengan benar dan tempat mereka bekerja akan lebih memahami para penderita.

ae/hp (Strait Times)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tim Penyelamat Hewan Selamatkan Raja Ular Kobra di Thailand 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Petugas penyelamat hewan dari Yayasan Krabi Pitakpracha di Kota Krabi, di bagian selatan Thailand, M...
Kepala HAM PBB Soroti Meningkatnya Tantangan Kerja Sama Global
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Kepala Dewan HAM PBB Michelle Bachelet, Selasa (15/10), mengatakan dunia kini menyaksikan meningkatn...
UNICEF : 200 Juta Balita Makan Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengatakan sepertiga balita di seluruh dunia, yang totalnya sekitar 200 ...
Presiden Haiti Tegaskan Tidak Akan Mundur
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Presiden Haiti Jovenel Moise, Selasa (15/10), mengatakan tidak akan bertanggung jawab bagi dirinya u...
Analis Katakan Trump Ulur Waktu dengan Erdogan
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Wakil Presiden AS, Mike Pence, memimpin delegasi Amerika yang bertolak ke Turki, Rabu (16/10) untuk ...
Olok-olok Oposisi Hentikan Pidato Pemimpin Eksekutif Hong Kong
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Krisis politik Hong Kong yang berlangsung selama empat bulan akhirnya menyasar hingga ke gedung legi...
2018, Penjaga Pantai China Habiskan 258 Hari di Perairan yang Diklaim Malaysia
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Kapal penjaga pantai China menghabiskan 70% waktunya pada tahun lalu untuk berpatroli di perairan La...
Kim Jong Un Mendaki Gunung Tertinggi di Korut dengan Kuda   
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Media pemerintah Korea Utara, Rabu (16/10), merilis foto-foto pemimpin Kim Jong Un yang mendaki gunu...
Erdogan Enggan Temui Delegasi AS
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan ia tidak akan bertemu dengan Wakil Presiden Amerika...
Bentrokan di Barcelona Terus Berkecamuk
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:24 WIB
Bentrokan disertai kekerasan kembali terjadi di malam kedua sejak kericuhan meletus di Barcelona, Sp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)