Pimpinan Uni Eropa Jean-Claude Juncker: Resiko No-Deal Brexit "Sangat Nyata"
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pimpinan Uni Eropa Jean-Claude Juncker: Resiko No-Deal Brexit
DW.com - Pimpinan Uni Eropa Jean-Claude Juncker: Resiko No-Deal Brexit "Sangat Nyata"

Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker dalam debat Parlemen Eropa hari Rabu (18/09), risiko Brexit, yaitu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, kesepakatan masih "sangat, sangat nyata."

"Waktu hampir habis," kata Jean-Claude Juncker di hadapan sidang pleno Uni Eropa di Luxembourg yang membahas soal Brexit. Junkcker juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Inilah pembicaraan mereka yang pertama, sejak Boris Johnson menjadi Perdana Menteri Inggris Juli lalu, setelah Theresa May mengundurkan diri.

Boris Johnson menyatakan tetap optimistis bahwa Inggris bisa keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan sebuah kesepakatan. Walaupun sebelumnya dia terus mempropagandakan Brexit tanpa perjanjian.

Juncker mengatakan kepada parlemen, "Brexit tanpa perjanjian mungkin menjadi pilihan Inggris, tetapi itu tidak akan pernah menjadi pilihan kita."

Merkel: Brexit dengan perjanjian masih mungkin

Kanselir Jerman Angela Merkel di berlin hari Rabu (18/09) mengatakan, Inggris masih bisa meninggalkan Uni Eropa dengan sebuah kesepakatan.

"Saya masih melihat kemungkinan proses Brexit yang teratur", kata Merkel dalam konferensi pers di Berlin. Namun dia juga menegaskan, Jerman sudah siap menghadapi proses Brexit tanpa kesepakatan, sekalipun dirinya secara pribadi ingin proses dengan kesepakatan.

Angela Merkal hari Selasa (17/09) menerima kunjungan PM Inggris Boris Johnson di Berlin untuk membahas proses Brexit. Keduanya akan melanjutkan konsultasi di sela-sela Sidang Umum PBB minggu depan, kata juru bicara pemerintah.

Skotlandia "siap merdeka" setelah Brexit

Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon dalam kunjungan di Berlin mengatakan kepada wartawan, negaranya siap merdeka sebagai konsekuensi dari proses Brexit.

Pada konferensi pers hari Rabu (18/09) Nicola Sturgeon mengatakan: "Menurut prediksi saya, dalam beberapa tahun (setelah Brexit) Skotlandia akan mendeklarasikan kemerdekaan dan akan menjadi anggota Uni Eropa sebagai sebuah negara mandiri".

Setelah debat hari Rabu di Luxembourg, Parlemen Eropa akan mengadopsi resolusi yang mengutarakan keprihatinan tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa, yang dijadwalkan terjadi tanggal 31 Oktober, jika tidak ada penundaan lebih lanjut. hp/ts (rtr, afp)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV