Tiga Eksekutif TEPCO Dibebaskan dari Gugatan Bencana Fukushima
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tiga Eksekutif TEPCO Dibebaskan dari Gugatan Bencana Fukushima
VOA Indonesia - Tiga Eksekutif TEPCO Dibebaskan dari Gugatan Bencana Fukushima
Tiga mantan eksekutif Tokyo Electric Power Company (TEPCO) telah dibebaskan dari dakwaan kriminal terkait bencana nuklir Fukushima, Jepang, di Pengadilan Distrik Tokyo. Tim penuntut tadinya menuduh mantan Presiden Direktur TEPCO Tsunehisa Katsumata dan dua wakilnya, Sakae Muto dan Ichiro Takekuro, telah bersikap teledor karena mengabaikan studi-studi yang menunjukkan Fukushima berisiko menimbulkan bencana jika terjadi tsunami. Ketiganya dituduh mengakibatkan kematian lebih dari 40 orang terkait bencana yang terjadi pada 2011 itu. Tim penuntut sebelumnya juga meminta pengadilan menghukum masing-masing eksekutif itu lima tahun penjara dalam pengadilan yang berlangsung lebih dari dua tahun itu. Sejauh ini hanya Katsumata, Muto dan Takekuro yang menghadapi gugatan kriminal terkait bencana Fukushima. Gempa berkuatan 9,0 Skala Richter pada Maret 2011 itu memicu terjadinya tsunami yang menewaskan 20.000 orang. Bencana itu juga mengakibatkan pelelehan bahan nuklir di tiga reaktor nuklir Fukushima di Jepang Timurlaut. Sejarah mencatat, bencana Fukushima merupakan krisis nuklir terburuk di dunia sejak bencana Chernobyl pada 1986. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Protes Merebak di Belarus Setelah Lukashenko Dilantik Secara Diam-Diam
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Ribuan warga Belarus menggelar demonstrasi massal, Rabu malam (23/9) untuk mengecam pelantikan Presi...
AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Partai...
Pengunjuk Rasa Thailand Marah Setelah Parlemen Tunda Reformasi Konstitusi 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Anggota parlemen Thailand, Kamis (24/9) menunda keputusan tentang reformasi konstitusi sehingga memi...
Facebook akan Luncurkan Dewan Pengawas Jelang Pemilihan AS 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Dewan pengawas Facebook, yang ditugaskan untuk memutuskan apa yang perlu dihapus atau diizinkan untu...
Ajudan Navalny Klaim Rusia Bekukan Asset Navalny Setelah Diracun 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Juru bicara Navalny, Kamis (24/9) mengatakan Pengadilan Rusia membekukan aset pemimpin oposisi Alexe...
Pembicaraan Damai Afghanistan: Meski Hadapi Kesulitan, Ada Harapan bagi Perdamaian
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Meskipun Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menegaskan kembali tuntutannya untuk gencatan senjata, be...
Uni Eropa Serukan Langkah untuk Cegah Lonjakan Virus Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Pejabat kesehatan Uni Eropa, Kamis (24/9) mendesak negara-negara anggota untuk "bertindak tegas" mem...
AP: Banyak Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Malaysia, Indonesia Alami Eksploitasi
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Penyelidikan yang dilakukan kantor berita Associated Press (AP) mendapati, banyak pekerja di Malaysi...
Perselisihan AS, Cina, Rusia Mengemuka di PBB 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Hubungan yang semakin retak antara Amerika Serikat dan China dan Rusia sangat tampak di sela-sela Si...
Vatikan-Cina akan Lanjutkan Kerja Sama Meskipun Dikritik AS
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Vatikan dan China diperkirakan memperbarui kesepakatan tentang pengangkatan uskup Katolik di China, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV