Keprihatinan Meningkat Terkait Penjara Darurat untuk Militan ISIS
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Keprihatinan Meningkat Terkait Penjara Darurat untuk Militan ISIS
VOA Indonesia - Keprihatinan Meningkat Terkait Penjara Darurat untuk Militan ISIS
Upaya untuk mengamankan penjara yang menahan ribuan militan ISIS yang ditangkap tampaknya berada di ambang kehancuran. Ini adalah perkembangan yang bisa membantu memperkuat upaya kelompok teror itu untuk muncul kembali di Suriah dan Irak. Selama berbulan-bulan, para pejabat mengatakan penjara-penjara itu, yang dikelola oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat,"cukup baik" untuk menahan para militan. Banyak di antara militan itu ditangkap setelah Baghuz, kubu terakhir kelompok teror itu di Suriah, direbut pada Maret. Tetapi ketika upaya untuk memulangkan miIitan asing ISIS ke negara asalnya macet dan ribuan lebih menunggu semacam pengadilan. Kekhawatiran meningkat bahwa penjara-penjara itu bisa mencapai titik puncak. "Tidak ada penjara yang dikendalikan oleh pasukan di timur laut Suriah yang bisa menampung 10.000 militan ISIS," kata Chris Maier, direktur Gugus Tugas Kekalahan ISIS di Pentagon, kepada wartawan Rabu (18/9). "Sejalan dengan waktu, ini tidak berkesinambungan," tambahnya. "Kita membahas masalah ini secara teratur dengan mitra koalisi (anti-ISIS) kita, dan mereka berbagi kajian itu." Banyak bangunan penjara itu adalah sekolah, yang dengan cepat diubah menjadi fasilitas penahanan ketika AS dan pasukan koalisi merebut kembali wilayah terakhir kelompok teror itu di Suriah. Tidak lama lagi, penjara-penjara itu akan kewalahan. Pada Maret, AS mulai mengirimi SDF bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan perbaikan bagi penjara-penjara itu. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV