Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 08:48 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
VOA Indonesia - Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana. Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald Trump menggunakan Undang-Undang Magnitsky untuk memberikan sanksi kepada Hong Kong dan otoritas China atas pelanggaran HAM sambil memastikan visa demonstran tidak ditolak masuk ke Amerika dan bahwa Hong Kong mematuhi sanksi dan undang-undang AS. Seorang pejabat pemerintahan Trump, Rabu (18/9), mengatakan kepada panel Senat bahwa AS telah berhasil mendukung upaya aktivis pro-demokrasi. "Saya akan memuji, pemerintah AS, karena telah menerapkan tekanan selayaknya dan mendorong Beijing melakukan hal yang benar di Hong Kong," kata David Stilwell, asisten menteri luar negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, dalam kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Setelah demonstrasi selama berbulan-bulan para aktivis di Hong Kong berhasil memaksa penarikan RUU ekstradisi yang secara luas dianggap sebagai serangan oleh pemerintah China daratan. Ratusan ribu demonstran turun ke jalan pada Juni untuk memprotes RUU itu, karena khawatir akan mengancam otonomi kota dan membahayakan para pembangkang. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menarik RUU itu pada bulan September tetapi belum menanggapi desakan aktivis untuk tuntutan lainnya, termasuk amnesti bagi para demonstran yang ditangkap dan penyelidikan atas kebrutalan polisi. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Iran Sulit Ramalkan Harga Minyak Karena Ketidakpastian Permintaan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Menteri Perminyakan Iran mengatakan, Senin (25/5), sulit meramalkan harga minyak mentah di tengah-te...
Polandia Tunjuk Ketua MA Baru
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Presiden Polandia Andrzej Duda, Senin (25/5), menunjuk seorang hakim yang didukung partai berkuasa, ...
Wabah Hambat Usaha Selamatkan Badak Putih dari Kepunahan
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Usaha untuk menyelamatkan badak putih utara dari kepunahan terjegal wabah virus corona. Para pakar ...
Jepang Cabut Status Darurat untuk Tokyo
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
PM Jepang Shinzo Abe telah mencabut situasi darurat bagi Tokyo dan empat prefektur tetangganya yang ...
Anies: PSBB di Jakarta Mungkin Bisa Diperpanjang Lagi
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak menutup kemungkinan PSBB di ibu kota akan diper...
India Mulai Operasikan Lagi Penerbangan Domestik
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Penerbangan maskapai domestik mulai kembali beroperasi secara terbatas di India pada hari Senin, men...
Diplomat Senior UE Desak Strategi Lebih Kuat Terhadap China
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Seorang diplomat senior Uni Eropa telah menyerukan kepada blok itu agar memiliki suatu “strategi y...
Ketakutan, Kelaparan Melanda Pengungsi Suriah di Turki
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Pengungsi Suriah di Turki menghadapi kesengsaraan akibat pandemi virus corona yang membuat sebagian ...
Ratusan Situs Web Israel Telah Diretas, Diduga oleh Iran
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Serangan siber atau dunia maya telah berlangsung cepat dan semakin parah di seluruh dunia selama har...
Perempuan dan Anak Bayar Harga Mahal di Masa Pandemi
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:18 WIB
Perempuan dan anak membayar harga yang sangat mahal di masa pandemi Covid-19. Pergeseran fokus perha...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV