Kiri Kanan
Setelah Serangan Teror Halle, Perlindungan Sinagoge di Jerman Jadi Sorotan
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Setelah Serangan Teror Halle, Perlindungan Sinagoge di Jerman Jadi Sorotan
DW.com - Setelah Serangan Teror Halle, Perlindungan Sinagoge di Jerman Jadi Sorotan

Di pintu kayu berat di sinagoge Halle masih terlihat lubang peluru. Pintu kayu besar itu yang memisahkan warga Yahudi dari penyerang yang mencoba menyerbu masuk dengan membawa senjata dan bahan peledak hari Rabu (9/10).

Penyerang berusaha membobol pintu dengan tembakan dan granat tangan, namun gagal dan akhirnya meninggalkan lokasi. Mungkin frustasi, dia menembak mati seorang perempuan yang kebetulan lewat dan seorang pria yang ada di kedai makan dekat tempat itu.

Di belakang pintu di dalam sinagoge, sekitar 80 warga Yahudi sedang berkumpul untuk untuk memperingati Yom Kippur, hari besar terpenting dalam kalender Yahudi.

"Saya pertama-tama harus memahami apa yang terjadi," kata Max Privorozki, pemimpin komunitas Yahudi di kota Halle, negara bagian Sachsen-Anhalt. Privorozki bisa mengamati aksi penyerang lewat kamera pengawas dan kemudian memanggil polisi. Beberapa orang di dalam sinagoge sempat memindahkan perabotan untuk menghalangi pintu, lalu berlindung ke dapur di bagian dalam gedung.

Max Privorozki mengatakan, polisi tiba di tempat kejadian sekitar 10 menit setelah mendapat laporan. Polisi kemudian mengidentifikasi penyerang sebagai Stephan Balliet, warga Jerman yang terpapar propaganda klebencian ekstremis kanan Neonazi.

Aparat keamanan lengah?

Yang jadi sorotan dan pertanyaan publik sekarang, mengapa tidak ada perlindungan polisi di sinagoge pada hari besar Yom Kippur di Halle? Banyak institusi Yahudi di Jerman secara rutin mendapat penjagaan dari polisi.

"Di Halle, di Sachsen-Anhalt, kami biasa terus-menerus berhubungan dengan polisi," kata Privorozki.

"Polisi mengatakan sudah ada kendaraan polisi yang menengok secara sporadis - saya tidak tahu seberapa sering. Mereka mengatakan: "Kalau Anda tidak melihat (mobil) polisi, bukan berarti polisi tidak ada di sana.'

Josef Schuster, presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman mengatakan, kalau ada satu polisi saja yang saat itu menjaga sinagoge, penyerang bisa segera dilucuti. Itu saja sudah bisa mencegah dua orang terbunuh.

"Jelas, situasi di sana belum dipahami dan dinilai dengan baik sebelumnya," kata Josef Schuster.

Pada konferensi pers di Halle, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengumumkan akan ada perlindungan yang lebih baik bagi lembaga-lembaga Yahudi di seluruh Jerman.

Pengamanan berbeda-beda

Di Jerman, tugas kepolisian berada di bawah wewenang negara bagian. Karena itu, pengamanan juga berbeda-beda. Di Sachsen-Anhalt, perlindungan terhadap sinagoge kelihatannya tidak sebaik di negara bagian lain.

Contohnya di negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW). Juru bicara Kementerian Dalam Negeri NRW mengatakan kepada DW, selalu ada pengamanan polisi tingkat tinggi terhadap lembaga-lembaga Yahudi seperti sekolah dan sinagog.

"Lembaga-lembaga itu dijaga 24 jam sehari, tujuh hari seminggu," katanya.

Di depan sinagoge di Köln misalnya, terlihat sebuah van polisi selalu berjaga. Bagian depan juga dilindungi dengan gerbang besi yang kokoh. Sinagoge Köln memang sedikit menyerupai benteng yang sulit diserang.

NRW memang punya kebijakan khusus soal pengamanan rumah ibadah kaum Yahudi. Ada perjanjian antara NRW dan komunitas Yahudi mengenai pengamanan khusus, yang mencakup antara lain anggaran keamanan senilai 3 juta euro per tahun dan pintu gerbang besi yang tebal serta sistem pengawasan lengkap dengan kamera. Bahkan di bagian dalam ada ruang khusus untuk berlindung, jika terjadi bahaya. (hp/rzn)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Niat Memancing Ikan, Sekelompok Anak Malah Temukan Puing Senjata Perang Dunia II
Senin, 18 November 2019 - 17:22 WIB
Tiga orang anak yang pergi memancing di sebuah daerah di bagian timur Jerman di akhir pekan menemuka...
Amnesty International Minta Jerman Berhenti Dukung Militer Cina
Senin, 18 November 2019 - 17:22 WIB
"Terkait situasi saat ini di Hong Kong, pemerintah Jerman harus mengirimkan sinyal jelas dan se...
Iran Kecam Keras AS yang Beri Dukungan Kepada Demonstran
Senin, 18 November 2019 - 17:22 WIB
Iran mengecam keras langkah Amerika Serikat yang dinilai memberi dukungan bagi para "perusuh&qu...
Pejabat PBB Urusan Palestina Diberhentikan Karena Beri Jabatan Untuk Selingkuhannya
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Seorang pejabat senior PBB yang mengurusi masalah pengungsi Palestina Pierre Krahenbuhl telah dipeca...
Presiden Erdogan Sebut Turki Tangkap Istri Baghdadi Tapi Tak Berkoar-koar
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Pemerintah Turki menyatakan telah menangkap salah seorang istri Abu Bakr al-Baghdadi namun tidak ber...
Saya Kesulitan Bernafas: Sriyono Positif Kanker Akibat Bahan Bangunan Asbes
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Australia sudah lama melarang penggunaan bahan bangunan asbes yang telah terbukti mematikan. Tapi di...
Perempuan Ini Bisa Lari Maraton di Canberra, Hal Yang Tidak Bisa Dilakukannya di Afghanistan
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Ketika Farishta Arzoo pindah ke Australia empat tahun lalu, dia harus melewati banyak rintangan - be...
China Terapkan Aturan Ini Untuk Atasi Kecanduan Game Online Pada Anak-anak
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Pemerintah China akan melarang anak-anak bermain video game online di malam hari dan memperkenalkan ...
Poster Berbahasa Mandarin Jadi Bahan Gugatan Mengenai Hasil Pemilu di Australia
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Kemenangan dua anggota parlemen Partai Liberal dari daerah pemilihan umum yang didominasi warga ketu...
Manusia Sampah: Penusukan Politisi Juga Terjadi di Hong Kong
Senin, 18 November 2019 - 17:19 WIB
Seorang pendukung demo anti pemerintah di Hong Kong melakukan penusukan terhadap politisi pro-Beijin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)