Kiri Kanan
Wisma KBRI di Bangkok Terbakar
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Wisma KBRI di Bangkok Terbakar
DW.com - Wisma KBRI di Bangkok Terbakar

Kebakaran terjadi di Wisma KBRI di Bangkok, Thailand, Jumat (11/10) pukul 12.00 siang waktu setempat. Hingga saat penyebab kebakaran masih belum diketahui. Dilansir dari kantor berita AP, dinas emergensi Bangkok menyampaikan kobaran api terlihat di gedung dua lantai tersebut. Asap hitam terlihat membumbung tinggi. Petugas pemadam kebakaran pun berhasil memadamkan kobaran api kurang dari waktu satu jam.

Pada saat kejadian, Duta Besar RI untuk Thailand, Ahmad Rusdi tidak sedang berada di lokasi, tetapi tengah berada di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berlokasi di Phetchaburi 602 Phetchaburi Rd, Thanon Phetchaburi, Ratchathewi, Bangkok, Thailand.

DW Indonesia mencoba menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, untuk meminta klarifikasi terkait peristiwa kebakaran ini namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan respon.

Dilaporkan tidak ada korban dalam insiden ini. Hubungan diplomatik Indonesia-Thailand sendiri secara resmi dijalin pada 7 Maret 1950 dan kantor KBRI dibuka di lokasi tersebut sejak tahun 1952.

Baca juga: Presiden Prancis: Kami Akan Bangun Kembali Katedral Ini

Penyebab kebakaran gedung

DW Indonesia merangkum tiga faktor yang biasa menjadi penyebab terjadinya kebakaran gedung, antara lain sabotase, peralatan bangunan yang rusak, dan kesalahan manusia atau human error. Sabotase merupakan penyebab kebakaran gedung yang paling sering terjadi. Gedung dengan sengaja direncanakan untuk dibakar karena berbagai alasan. Motif pribadi hingga penipuan asuransi bisa menjadi alasan pelaku pembakaran.

Peralatan gedung yang rusak seperti pendingin atau pemanas ruangan, alat-alat listrik di pantri, hingga instalasi listrik dapat menyebabakan kebakaran jika dipasang secara tidak benar dan tidak dilakukan pemeriksaan secara berkala. Terlebih lagi jika gedung tersebut merupakan bangunan tua, menambah resiko terjadinya kebakaran.

Sering kali kebakaran juga disebabkan karena kecerobohan manusia. Misalnya merokok di sembarang tempat di dekat objek-objek yang mudah terbakar, atau penggunaan alat elektronik yang sembarangan sehingga menyebabkan munculnya korsleting listrik. Kertas, furnitur, plastik, kabel listrik, merupakan objek-objek yang mudah terbakar.

Setiap gedung perkantoran tentu mempunyai prosedur keamanan dan keselamatan kerja (K3). Ini lah yang harus disosialisasikan kepada seluruh pengguna gedung untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pengguna gedung juga harus diberikan sosialisasi terkait langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika kebakaran terjadi.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Blok Apartemen 27 Tingkat di London

2015 KBRI di Roma terbakar

Peristiwa serupa pernah terjadi di tanggal 2 Desember 2015, ketika kantor KBRI di Roma, Italia terbakar pada pukul 08.25 pagi waktu setempat. Pertama kali api diketahui oleh petugas kebersihan gedung dan coba dipadamkan dengan tabung pemadam kebakaran yang dimiliki. Namun api semakin membesar hingga pemadam kebakaran setempat harus turun tangan.

Satu diplomat RI, Tazwin Hanif, diketahui sedang bekerja, terjebak di dalam gedung tersebut ketika kebakaran terjadi. Ia pun berhasil dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit. Namun Tazwin menghembuskan nafas terakhirnya tiga minggu kemudian, setelah mendapatkan perawatan intensif.

rap/vlz (dari berbagai sumber)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantu Atasi Banjir di Sudan Selatan, Jerman Sumbang Jutaan Dolar untuk WFP
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Jerman telah menyumbangkan sekitar AS$10,9 juta kepada Badan Urusan Pangan PBB atau World Food Prog...
Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Produk-produk Israel yang dibuat atau diproduksi di wilayah-wilayah pendudukan harus diberi label se...
Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Seorang warga negara Amerika Serikat  yang dituduh telah menjadi pemberontak ISIS kini terdampar di...
Serangan Bajak Laut, Dua Warga Italia Luka
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Angkatan Laut Meksiko mengatakan dua awak kapal Italia luka-luka dalam serangan oleh sekelompok laki...
Target Dua Pejabat Senior Kelompok Islamis, Israel Kirim Pesan ke Iran
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Israel, Selasa (12/11), menarget dua panglima senior kelompok militan Palestina “Jihad Islam,” m...
Pangeran Charles Bahas Perubahan Iklim dengan Pakar India
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pangeran Charles dari Inggris, Rabu (13/11), bertemu dengan sejumlah pakar India dalam kunjungannya ...
Banjir Parah Landa Venesia
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Banjir melanda kota Venesia, Italia. Tinggi air, Rabu Pagi (13/11) mencapai 187 sentimeter, dan mere...
China Peringatkan AS untuk Tidak Campuri Masalah Hong Kong
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Kementerian Luar Negeri China kembali mengeluarkan peringatan agar AS tidak mencampuri persoalan di ...
Israel, Militan Palestina Kembali Saling Serang, 2 Tewas
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pasukan Israel melangsungkan serangan udara, Rabu (13/11), di Jalur Gaza, sementara militan di sana ...
Bom Mobil Tewaskan 12 Orang di Ibukota Afghanistan
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Sebuah ledakan bom mobil di ibukota Afghanistan, Kabul, Rabu (13/11) menewaskan sedikitnya 12 orang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)