Residu Pilpres di Balik Tuduhan "Rekayasa" Penusukan Wiranto
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Residu Pilpres di Balik Tuduhan
DW.com - Residu Pilpres di Balik Tuduhan "Rekayasa" Penusukan Wiranto

Hanum Rais tidak jengah menambun kontroversi. Kini puteri tokoh reformasi Amien Rais itu tertohok oleh kicauannya di Twitter yang mencibir insiden penusukan terhadap Wiranto sebagai sebuah sandiwara. Menurutnya serangan tersebut dibuat "agar dana deradikalisasi terus mengucur."

"Tak banyak yang benar-benar serius menanggapi," tulisnya. "Mungkin karena terlalu banyak hoaks framing yang selama ini terjadi." Media-media melaporkan, cuitan tersebut saat ini sudah menghilang dari linimasa Hanum. Dalam pembelaannya dia menulis tidak sengaja menghapus kicauan tersebut.

Tak perlu menunggu lama, Hanum kini dilaporkan oleh kelompok relawan Jokowi-Ma'ruf ke polisi atas dugaan ujaran kebencian. Kepada Tempo koordinator relawan Rody Asyadi menganggap cuitan Hanum berbahaya karena "memberikan efek negatif untuk masyarakat."

Residu Pilpres di Media Sosial

Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menilai ujaran miring terkait penusukan Wiranto lahir "sebagai residu politik" pasca Pemilu Kepresidenan 2019 silam, yang "masih kuat."

Penusukan Wiranto dinilainya "menjai kesempatan oposisi mengutarakan kekesalan dengan membenarkan peristiwa itu sebagai sebuah skenario." Stanislaus menyayangkan sejumlah tokoh politik yang menggunakan pola komunikasi serupa, "yang kemudian dicontoh oleh publik," ujarnya kepada DW.

Salah satu cuitan nyinyir ihwal Wiranto diunggah Adamsyah Wahab, politisi Partai Demokrat. Dalam cuitannya tertanggal 11 Oktober, dia memuat video penusukan Wiranto sembari menulis "episode om Wir berakting." Cuitannya itu sampai-sampai ditanggapi kritis oleh rekan separtainya sendiri, Ferdinand Hutahean.

Netizen lain tidak kalah cepat. Serupa Hanum, beberapa mencurigai insiden di Banten itu sebagai cara untuk menyudutkan umat muslim. Komentar serupa sering bermunculan setiap kali tuduhan diarahkan kepada kelompok radikal.


Politik Pascakebenaran

Meski demikian Stanislaus tetap meyakini gelombang komentar miring terkait kabar penusukan Wiranto beraroma politis. Menurutnya upaya pembelaan oleh sebagian umat muslim "wajar, karena mereka tidak ingin stigma terorisme pada Islam itu menguat." Pada kasus Wiranto misalnya, tersangka pelaku diidentifikasi sebagai anggota aktif Jemaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan Islamic State.

Maka yang menjadi tantangan adalah "politik pascakebenaran yang sedang mewabah di Indonesia" dan memperkuat bias konfirmasi masyarakat. "Jadi kalau mereka tidak suka dengan pemerintah, informasi apapun dari pemerintah tidak akan diterima." Fenomena ini turut berimbas pada upaya meredam geliat teror di tanah air. "Kalau ada aksi teror maka itu bisa dianggap sebagai rekayasa," katanya.

Stanislaus mendesak pemerintah untuk bertindak lebih tegas pada pernyataan-pernyataan sesat semacam itu. Hal ini dinilai penting karena bisa menjadi pelajaran kepada khalayak ramai agar tidak menyebarkan narasi-narasi tersebut. "Ketika dihadapkan pada langkah hukum, orang cendrung diam dan kasus-kasus semacam itu cendrung meredup."

rzn/vlz (dari berbagai sumber)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kursi: Lebih dari Sekedar Tempat Duduk
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Empat kaki, satu tempat duduk dan sebuah sandaran: Tidak ada hal lain yang dibutuhkan untuk membuat ...
Lyari Girls Cafe: Pupuk Percaya Diri bagi Perempuan Pakistan
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pakistan bukan negeri yang ramah bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kesetaraan hak. Sebab itu sek...
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Yute adalah tanaman unik yang bisa menghasilkan serat nabati sebagai bahan baku tali tambang. Di Ban...
AS Pertimbangkan Kembali Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Sanksi untuk Cina
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Di hadapan parlemen AS, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu (27/05), meny...
Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, akibat lehernya dicekik oleh polisi di Minneapol...
Wabah dan Kekeringan: Bencana Berganda Melanda Warga Miskin India
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Protokol pencegahan wabah sekilas sangat mudah. Penduduk diimbau menjaga kebersihan dan mencuci tan...
Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kamis (28/5) Kongres Rakyat Nasional(NPC) secara aklamasi meloloskan legislasi kontroversial itu, de...
Bagaimana Wabah Corona Pengaruhi Harapan Hidup Penderita Penyakit Kronis
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Thomas menderita stroke pada awal April. Sekitar waktu yang bersamaan, gambar dramatis di bangsal-ba...
Apa Bahaya Sekolah Via Zoom dan Aplikasi Pelacakan Data?
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kondisi gawat darurat kesehatan publik terkait pandemi Covid-19, ibarat hentakan keras yang membangu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV