Pelaku Penusukan Wiranto, Berafiliasi dengan Kelompok Teroris
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pelaku Penusukan Wiranto, Berafiliasi dengan Kelompok Teroris
DW.com - Pelaku Penusukan Wiranto, Berafiliasi dengan Kelompok Teroris

Kamis (10/10) sore, Presiden Joko Widodo menjenguk Menkopolhukam, Wiranto yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, akibat terkena tusukan di perutnya.

Presiden Jokowi, mengatakan kondisi Wiranto masih sadar namun harus menjalani operasi. Presiden menyebut pelakunya berasal dari jaringan teroris.

"Tadi hanya beberapa menit setelah kejadian penusukan dengan pisau oleh teroris kepada Menkopolhukam, bapak Wiranto saya langsung dapat laporan dan langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli menuju ke Jakarta, RSPAD," ujarnya.

Presiden tegas mengatakan bahwa jaringan terorisme harus diberantas. Presiden mengajak masyarakat turut serta memerangi radikalisme bersama-sama.

"Tadi siang langsung saya perintahkan Kapolri, kepala BIN dan didukung TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terhadap pelaku dan seluruh jaringan yang terkait dengan peristiwa tadi siang," ujarnya.

Aparat telah mendeteksi jaringan teroris JAD

Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Budi Gunawan mengatakan, dua pelaku yakni SA alias Abu Rara dan istrinya berinisial FA, telah diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok Jamaah Ansarud Daulah (JAD) Bekasi, dan terpapar ISIS.

"Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini dulu adalah dari sel JAD Kediri kemudian pindah. Sudah kita deteksi pindah ke bogor, kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke menes. Dan difasilitasi oleh salah satu abu syamsudin, JAD dari menes utk tinggal di sana," ujarnya.

Budi menambahkan, aparat sebenarnya sudah mendeteksi pergerakan kelompok-kelompok ini, namun sistem selnya bergerak sendiri-sendiri.

"Pertama cukup banyak, karena mereka pergerakannya sistem cell. Cell itu kan titik kecil, orang per orang, kelompok per kelompok. Kita mohon bantuan dari seluruh warga masyarakat utk mengawasi bibit-bibit," ujarnya.

Pihak kepolisian sedang dalam pengembangan untuk menangkap anggota dalam jaringan teroris.
pkp/rzn

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ertugrul: “Game of Thrones Versi Islam“ Mencengkeram Pemirsa Pakistan di Depan Layar
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Drama televisi tentang sejarah Turki, Dirilis Ertugrul (Kebangkitan Kembali Ertugrul) sangat popule...
Varian Baru Virus Corona Menyebar Lebih Cepat Dibanding Aslinya
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Varian COVID-19 yang saat ini mendominasi kasus di seluruh dunia, punya kapasitas penularan jauh leb...
Penumpang Bandel Tidak Pakai Masker? Perusahaan Transportasi Berlin Punya Solusi Jitu!
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Masker kini jadi barang yang wajib dipakai di angkutan umum di Jerman, tetapi tampaknya tidak semua ...
50 Persen Penduduk Jerman Khawatirkan Gelombang Kedua Corona
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Setengah dari populasi Jerman menyatakan takut terjadi gelombang kedua wabah corona, menurut survei ...
Bagaimana Cara Ratusan Pilot Pakistan Dapatkan Lisensi Terbang ‘Meragukan’?
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Maskapai penerbangan asal Pakistan yaitu Pakistan International Airlines (PIA) kembali menjadi sorot...
Joshua Wong Menyangkal Meminta Jerman untuk Intervensi Hong Kong
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Aktivis pro-demokrasi Hong Kong Joshua Wong pada hari Jumat (03/07) membantah telah meminta interven...
Inovator 355
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Terbang dengan pikiran berkat Neurobiologi, listrik bersih untuk Filipina yang lapar energi dan kriy...
Inovator 356
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Jaring modern menghadang penyebaran malaria, seorang perempuan bidani kelahiran industri cokelat di ...
Inovator 357
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Rumput buatan lindungi ekosistem pantai dari abrasi laut, susu unta selamatkan suku nomadik India da...
Inovator 358
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Fokus kali ini: mengisi baterai kendaraan tanpa kabel dengan teknologi elektromagnetik, cara unik me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV