Opini: Tidak Boleh Ada Tempat Sedikitpun Untuk Pandangan Anti Semit di Jerman
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 08:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Opini: Tidak Boleh Ada Tempat Sedikitpun Untuk Pandangan Anti Semit di Jerman
DW.com - Opini: Tidak Boleh Ada Tempat Sedikitpun Untuk Pandangan Anti Semit di Jerman

Lebih dari 70 pria dan wanita Yahudi berkumpul di sinagoge Halle, negara bagian Sachsen-Anhalt, untuk berdoa dan bernyanyi merayakan hari besar Yahudi, Yom Kippur.

Seorang penyerang bersenjata berusaha membobol pintu besar dengan tembakan dan granat tangan, tapi gagal. Pintu yang kokoh itu tidak terbuka, mencegah sebuah tragedi berdarah. Peristiwa ini terjadi pada 9 Oktober 2019.

Delapan puluh tahun setelah berkobarnya Perang Dunia Kedua dan kekuasaan rezim NAZI di Jerman, di mana lebih dari 6 juta orang Yahudi dibunuh, warga Yahudi di Jerman sekali lagi harus mengkhawatirkan keselamatan jiwa mereka. Serangan itu terjadi justru pada saat mereka ingin melaksanakan ibadah dan berbahagia merayakan hari raya di tempat ibadahnya.

Streaming di platform game

Bagaimana itu bisa terjadi di Jerman? Pelaku pria berusia 27 tahun itu bahkan melakukan siaran langsung lewat fasilitas streaming ketika melakukan serangannya, dengan kamera di helm yang dipakainya, lalu disalurkan ke sebuah platform video game. Seperti pelaku penyerangan di Christchurch, Selandia Baru, dia mengumumkan rencana aksinya kepada audiensi internasional dalam bahasa Inggris. Dengan komentar: "Orang Yahudi adalah akar semua masalah." Gagal membobol sinagoge, pelaku menembak secara sembarangan orang yang ada di jalan. Dua orang tewas di dua tempat berbeda.

Belasungkawa harus pertama-tama dan terutama ditujukan kepada kerabat pria dan wanita yang dibunuh oleh pelaku secara brutal.

Namun Jerman juga harus prihatin dan tidak bisa mengesampingkan fakta: Jika situasinya sedikit berbeda, Jerman sudah menjadi saksi pembunuhan massal warga Yahudi di Jerman pada hari Rabu kemarin.

Terorisme ekstremis kanan

Tindakan ini kembali menyadarkan kita, bahwa anti-semitisme yang tumbuh dan menjadi ancaman mematikan di Jerman tidak terbatas hanya pada teroris yang mengatas namakan Islam. Kali ini pelakunya adalah warga Jerman tanpa latar belakang Islam. Tindakan ini kembali mengingat bahwa perlindungan lembaga-lembaga Yahudi di Jerman masih penting, bahkan hampir 75 tahun setelah berakhirnya teror Nazi. Fakta bahwa sinagoge di Halle tidak dilindungi aparat keamanan pada hari libur penting seperti Yom Kippur menimbulkan pertanyaan.

Serangan jahat ini membuktikan bahwa indikasi anti-Semitisme yang paling kecil pun harus ditanggapi dengan serius dan diselidiki. Termasuk aksi-aksi pembakaran bendera Israel serta penghinaan terhadap orang-orang yang menunjukkan identitas Yahudi mereka dengan mengenakan kippah atau yarmulke.

Anti-semitisme tidak boleh dianggap enteng. Sedikit pun tidak boleh ada tempat untuk pandangan anti-semit. Dan terutama tidak di Jerman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kursi: Lebih dari Sekedar Tempat Duduk
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Empat kaki, satu tempat duduk dan sebuah sandaran: Tidak ada hal lain yang dibutuhkan untuk membuat ...
Lyari Girls Cafe: Pupuk Percaya Diri bagi Perempuan Pakistan
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Pakistan bukan negeri yang ramah bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kesetaraan hak. Sebab itu sek...
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Yute adalah tanaman unik yang bisa menghasilkan serat nabati sebagai bahan baku tali tambang. Di Ban...
AS Pertimbangkan Kembali Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Sanksi untuk Cina
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Di hadapan parlemen AS, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu (27/05), meny...
Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS, Picu Kemarahan Warga
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kematian seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, akibat lehernya dicekik oleh polisi di Minneapol...
Wabah dan Kekeringan: Bencana Berganda Melanda Warga Miskin India
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Protokol pencegahan wabah sekilas sangat mudah. Penduduk diimbau menjaga kebersihan dan mencuci tan...
Parlemen Cina Sahkan UU Anti Subversi buat Hong Kong
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kamis (28/5) Kongres Rakyat Nasional(NPC) secara aklamasi meloloskan legislasi kontroversial itu, de...
Bagaimana Wabah Corona Pengaruhi Harapan Hidup Penderita Penyakit Kronis
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Thomas menderita stroke pada awal April. Sekitar waktu yang bersamaan, gambar dramatis di bangsal-ba...
Apa Bahaya Sekolah Via Zoom dan Aplikasi Pelacakan Data?
Jumat, 29 Mei 2020 - 03:54 WIB
Kondisi gawat darurat kesehatan publik terkait pandemi Covid-19, ibarat hentakan keras yang membangu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV