Kiri Kanan
Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Uni Eropa Gagal Sepakati Embargo Senjata
Elshinta
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Uni Eropa Gagal Sepakati Embargo Senjata
DW.com - Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Uni Eropa Gagal Sepakati Embargo Senjata

"Uni Eropa mengutuk aksi militer Turki, yang secara serius merusak stabilitas dan keamanan seluruh wilayah, yang mengakibatkan lebih banyak warga sipil menderita dan pengusian lebih besar serta sangat menghalangi akses ke bantuan kemanusiaan," kata para menteri luar negeri Uni Eropa dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis hari Senin (14/10).

"UE mengingatkan keputusan yang telah diambil oleh beberapa negara anggota untuk segera menghentikan lisensi ekspor senjata ke Turki," demikian ditambahkan dalam pernyataan itu, yang setelah pertemuan para menteri luar negeri di Luksemburg.

Selanjutnya wakil-wakil anggota Uni Eropa akan melakukan pertemuan lanjutan akhir minggu ini untuk "mengkoordinasi dan meninjau" posisi mereka. Uni Eropa juga menyerukan kepada Koalisi Internasional Melawan ISIS "untuk membahas bagaimana mencapai target dalam konteks saat ini."

'Kehancuran kemanusiaan yang serius'

Militer Turki mulai melancarkan serangan terhadap posisi milisi Kurdi di timur laut Suriah pekan lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS yang ditempatkan di sana. Para kritikus sebelumnya memperingatkan bahwa langkah itu akan mengganggu stabilitas yang rapuh kawasan itu, merugikan dan menggusur ribuan warga sipil dan membuka jalan bagi ISIS untuk kembali membangun kekuatan.

"Serangan ini akan menyebabkan kehancuran kemanusiaan yang serius," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menjelang pembicaraan hari Senin di Luksemburg. "Prancis mengharapkan adanya tuntutan khusus untuk mengakhiri ofensif ini serta posisi tegas soal ekspor senjata ke Turki," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn menerangkan, situasi saat ini dapat memaksa sekutu anggota NATO untuk ikut membahasnya. "Pasal lima pakta NATO menyatakan bahwa semua negara lain harus membantu membela suatu negara jika diserang," kata Asselborn, menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi "luar biasa."

Kemungkinan sanksi?

Jerman dan Prancis, bersama dengan Swedia, Finlandia dan Belanda, telah menghentikan secara sepihak ekspor senjata ke Turki. Namun Turki mengatakan langkah itu hanya akan berdampak kecil.

Swedia mencoba mengusulkan embargo luas dari Uni Eropa terhadap Turki dalam konsultasi hari Senin, namun usulan itu tidak disepakati dengan suara bulat.

Jerman menyatakan dialog dengan Turki masih perlu, namun harus dipertimbangkan juga langkah-langkah selanjutnya jika hal itu gagal.

"Adalah penting bahwa kita tetap berdialog dengan Turki," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. "Jika ini tidak berhasil, kita harus siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut."

hp/vlz (dpa, afp, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Iran Mulai Konstruksi Reaktor Nuklir Kedua
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Iran mulai melakukan pengecoran beton untuk reaktor nuklir kedua di PLTN Bushehr. Pabrik ini akan ...
Banyak Bisnis Asing Ragukan Tekad Beijing Buka Pasar China
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
China mengakhiri Expo Impor Internasional-nya yang kedua hari Minggu (10/11), sebuah pameran perdaga...
Puluhan Ribu Warga Jepang Berbaris untuk Melihat Kaisar
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Puluhan ribu rakyat Jepang berdiri di sepanjang jalan sampai 5 kilometer di pusat Tokyo Minggu (10/1...
Australia Peringatkan Kebakaran Hutan
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Para pejabat Australia memperingatkan akan "bahaya kebakaran besar" sementara puluhan kebakaran huta...
Romania Akan Gelar Pilpres Putaran Dua
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Presiden Romania Klaus Iohannis, yang pro uni-Eropa, unggul dalam pemilihan presiden Minggu (10/11),...
Presiden Bolivia Mengundurkan Diri
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Presiden Bolivia Evo Morales mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah pidato yang disiarkan tel...
Gelar Harbolnas, Alibaba Raup Rp 317 Triliun dalam 9 Jam Pertama 
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Alibaba, perusahaan e-commerce raksasa China, mengatakan pada Senin (11/11), berhasil meraup 158,31 ...
Ditembak Polisi, Satu Demonstran Hong Kong Kritis
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Polisi Hong Kong menembak dan melukai seorang pengunjuk rasa dalam unjuk rasa pada Senin (11/11). Un...
PBB Desak Reformasi Pemilu, Pembebasan Demonstran di Irak
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Kantor bantuan PBB untuk Irak hari Minggu memperingatkan perlunya dicapai hasil yang baik dalam tang...
Kabut Asap Selimuti Ibukota India
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB
Kabut asap kembali menyelimuti ibukota India setelah akhir pekan dengan udara yang lebih cerah dan c...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)