Kiri Kanan
Para Pemimpin Gerakan Separatis Catalunya Dijatuhi Hukuman Penjara Belasan Tahun
Elshinta
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Para Pemimpin Gerakan Separatis Catalunya Dijatuhi Hukuman Penjara Belasan Tahun
DW.com - Para Pemimpin Gerakan Separatis Catalunya Dijatuhi Hukuman Penjara Belasan Tahun

Mahkamah Agung Spanyol hari Senin (14/10) menjatuhkan vonis hukuman penjara mulai dari sembilan hingga 13 tahun terhadap sembilan pemimpin separatis Catalunya. Hukuman penjara itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa, yang meminta sanksi penjara sampai 25 tahun bagi Oriol Junqueras, yang disebut-sebut sebagai Wakil Presiden Catalunya.

Pengadilan kini menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada Junqueras dengan alasan melakukan hasutan dan penyalahgunaan dana publik. Tiga mantan menteri Catalunya divonis 12 tahun penjara.

Seluruhnya ada 12 mantan politisi Catalunya yang diadili atas tindakan mereka dalam penyelenggaraan referendum tahun 2017, sekalipun ketika itu referendum kemerdekaan yang mereka rencanakan sudah dinyatakan ilegal. Tiga terdakwa tidak dipenjara, tetapi dinyatakan bersalah karena "pembangkangan".

Namun semua terdakwa dibebaskan dari tuduhan melakukan pemberontakan. Tokoh utama Catalunya, Carles Puidgemont, tidak termasuk dalam daftar terdakwa di persidangan ini.

"Vonis kejam"

Mantan kepala pemerintahan regional Catalunya, Carles Puigdemont, hari Senin di pengasingannya mengatakan, hukuman penjara yang dijatuhkan itu adalah "kekejaman."

"Sudah waktunya untuk bereaksi (keras) tidak seperti sebelumnya. Demi masa depan putra-putra dan putri-putri kita. Demi demokrasi. Untuk Eropa. Untuk Catalunya," tulisnya di Twitter.

Puigdemont adalah kepala pemerintahan Catalunya saat kawasan itu secara sepihak menyatakan kemerdekaan, namun ia belum diadili dalam persidangan ini, karena ia melarikan diri ke Belgia. Selama ini, Belgia menolak mengekstradisi Puigdemont ke Spanyol.

Masalah politik belum selesai

Baik pemerintah Spanyol maupun kubu separatis merilis video sendiri di media sosial sebelum vonis diucapkan. Pihak separatis mengklaim persidangan itu bersifat politis dan mengatakan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. Sementara pemerintah Spanyol mengatakan persidangan berlangsung sesuai prosedur hukum.

Aksi-aksi kubu separatis di Catalunya biasanya berlangsung damai. Namun kepolisian Spanyol mengatakan mereka juga siap menghadapi potensi kekerasan.

Putusan Mahkamah Spanyol bisa saja punya pengaruh politik menjelang pemilihan nasional pada 10 November mendatang. Inilah pemilu keempat di Spanyol dalam empat tahun terakhir.

Sebuah jajak pendapat dari bulan Juli menunjukkan bahwa 48,3% penduduk Catalunya menentang pemisahan diri dari spanyol dan 44,0% mendukung.

hp/vlz (afp, rtr, dpa)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantu Atasi Banjir di Sudan Selatan, Jerman Sumbang Jutaan Dolar untuk WFP
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Jerman telah menyumbangkan sekitar AS$10,9 juta kepada Badan Urusan Pangan PBB atau World Food Prog...
Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Produk-produk Israel yang dibuat atau diproduksi di wilayah-wilayah pendudukan harus diberi label se...
Warga AS Mantan Kombatan ISIS Terdampar di Perbatasan Yunani-Turki
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Seorang warga negara Amerika Serikat  yang dituduh telah menjadi pemberontak ISIS kini terdampar di...
Serangan Bajak Laut, Dua Warga Italia Luka
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Angkatan Laut Meksiko mengatakan dua awak kapal Italia luka-luka dalam serangan oleh sekelompok laki...
Target Dua Pejabat Senior Kelompok Islamis, Israel Kirim Pesan ke Iran
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Israel, Selasa (12/11), menarget dua panglima senior kelompok militan Palestina “Jihad Islam,” m...
Pangeran Charles Bahas Perubahan Iklim dengan Pakar India
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pangeran Charles dari Inggris, Rabu (13/11), bertemu dengan sejumlah pakar India dalam kunjungannya ...
Banjir Parah Landa Venesia
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Banjir melanda kota Venesia, Italia. Tinggi air, Rabu Pagi (13/11) mencapai 187 sentimeter, dan mere...
China Peringatkan AS untuk Tidak Campuri Masalah Hong Kong
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Kementerian Luar Negeri China kembali mengeluarkan peringatan agar AS tidak mencampuri persoalan di ...
Israel, Militan Palestina Kembali Saling Serang, 2 Tewas
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Pasukan Israel melangsungkan serangan udara, Rabu (13/11), di Jalur Gaza, sementara militan di sana ...
Bom Mobil Tewaskan 12 Orang di Ibukota Afghanistan
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB
Sebuah ledakan bom mobil di ibukota Afghanistan, Kabul, Rabu (13/11) menewaskan sedikitnya 12 orang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)