Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap Tebal, Ter-ekstrem di 2019
Elshinta
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap Tebal, Ter-ekstrem di 2019
DW.com - Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap Tebal, Ter-ekstrem di 2019

Kabut asap tebal kembali menyelimuti Palembang dan sekitarnya Senin pagi (14/10). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan menyebut kabut asap ini menjadi yang terekstrem di tahun 2019. Tercatat Senin pagi jarak pandang terendah berkisar antara 50-150 meter dari pukul 06.30-08.30 WIB dengan kelembapan pada saat itu 95-96% dengan keadaan cuaca asap.

"Kondisi ini menjadikan kondisi terekstrem selama berlangsungnya karhutla dengan indikasi kuantitas dan jarak pandang yang terjadi," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG stasiun SMB II Palembang, Bamban Beni melalui keterangan resminya.

Data BNPB per 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB mencatat jumlah titik panas di seluruh Indonesia sebanyak 1.184 dengan titik panas dengan titik panas terbanyak berasal dari Sumatera Selatan yaitu 691 titik panas. Pantauan titik panas ini dilakukan berdasarkan citra satelit modis-catalog Lapan dalam 24 jam terakhir. Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah seperti Kabupaten Ogan Komerin Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Dilihat dari sebaran titik panas di wilayah Sumatera, arah angin pada umumnya mengarah dari tenggara ke barat laut. Sementara sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah barat laut.

Sementara itu, dari pantauan BNPB, kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan dilihat dari indikator PM 2,5 Senin pagi ini mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921.

Sekolah diliburkan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan resminya mengatakan bahwa melalui pesan digital, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang telah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di tingkat PAUD, TK, SD dan SMP negeri swasta diliburkan hingga batas yang belum ditentukan. Kegiatan belajar diliburkan sejak hari ini (14/10) karena asap yang menganggu dan membahayakan masyarakat.

Tidak hanya sekolah yang terdampak, 7 penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan ditunda pada Senin pagi, 14 Oktober 2019. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan, penerbangan ditunda akibat tebalnya kabut asap, seperti dilansir dari Tempo.co.

#SavePalembang menggema di Twitter

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Palembang menyebabkan masyakarat curahkan keluhannya melalui media sosial Twitter. Mereka berbagai cerita dengan mengunggah foto dan video kondisi Palembang yang diselimuti kabut asap tebal.

Selain panjatkan doa melalui tagar #savepalembang tak sedikit netizen mengeluhkan susahnya bernafas dan mengeluhkan jarak pandang yang semakin terbatas akibat kabut asap.

Hujan tak turun karena Hagibis

Badai tropis Hagibis di Laut Cina Selatan yang melemah, menurut BMKG Sumatera Selatan turut mempengaruhi cuaca secara regional. Masih adanya pusat tekanan rendah di wilayah Laut Cina Selatan mengakibatkan adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah tersebut dari wilayah Indonesia. Hal ini mengakibatkan potensi dan intensitas hujan menurun di wilayah Sumatera Selatan untuk tiga hari ke depan terhitung 14-16 Oktober 2019. Kondisi angin timuran yang menuju pusat tekanan rendah di Samudera Hindia akan membawa uap air dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa menyebabkan potensi hujan di wilayah Sumsel bagian Barat-Utara, meliputi Kab. Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Kab. Muba, Kab. Lahat, dan Kab. Muara Enim baru terjadi pada tanggal 17-18 Oktober 2019.

Sedangkan secara lokal, kondisi hujan seperti awan konvektif akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis dan berpotensi petir disertai angin kencang.

BMKG Sumsel sendiri menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi khususnya pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00) karena pada kurun waktu itu potensi peningkatan partikel asap dan menurunnya jarak pandang. Selain itu, warga juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan.

Ed: gtp/ts (dari berbagai sumber)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siapkah Dunia Mencontoh Sistem Pendapatan Dasar Universal dari Finlandia?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Penulis asal Finlandia, Tuomas Muraja, menggambarkan dirinya kurang lebih seperti "kelinci perc...
Kasus Pedofilia Picu Keretakan di Gereja Katolik Polandia 
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Jakub dan Bartek Pankowiak hidup di kota kecil bernama Pleszew di jantung Polandia. Ayah mereka seor...
Para Pelacak dari Unit Penelusuran dan Pelacakan Kontak Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Di negara bagian Bayern, Jerman, Franziska Weiss adalah satu dari sekitar 2500 pelacak kontak Covid-...
Seantero AS Protes Kematian George Floyd
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Trump Kerahkan Ribuan Tentara-Polisi, Otopsi Floyd Tunjukkan Sesak Napas dan Pembunuhan
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (01/06) bahwa ia mengerahkan ribuan...
Langgar Larangan Beroperasi, Sisha Bar di Jerman Munculkan Klaster Baru
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Para petugas penelusiran kontak dari dinas kesehatan hingga kini berhasil melakukan pelacakan dan me...
“Mencari Vaksin Corona, Nasionalisme Adalah Hal Terakhir Yang Kita Butuhkan”
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Ketika perusahaan-perusahaan obat di seluruh dunia berlomba menemukan vaksin corona, bisakah mereka ...
Apakah Social Distancing Selama Pandemi Corona Sebabkan Lebih Banyak Kasus Bunuh Diri?
Rabu, 03 Juni 2020 - 06:26 WIB
Pada awal Maret, ketika wabah corona sampai ke Eropa dan social distancing serta lockdown diterapkan...
Serukan Wudhu dengan Wiski dan Vodka, Aktor Maroko Dituduh Menista Agama
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Aktor Maroko, Rafik Boubker, yang berusia 47 tahun ditahan setelah videonya beredar di media sosial....
Tiga Gadis Kecil Indonesia di Jerman Menginspirasi, Tiga Perempuan Antisampah Wujudkan Donasi Buah Tampah Indonesia
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:16 WIB
Di suatu senja saat menikmati buah-buahan, di meja makan rumahnya di Bonn, Jerman, seperti biasa ket...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV