Kiri Kanan
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
VOA Indonesia - Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing untuk membeli produk-produk seperti televisi dan pendingin udara. Langkah ini tampaknya merupakan upaya untuk berkompetisi dengan pasar barang-barang impor di pasar informal yang bernilai multimiliar dolar. Negara komunis itu memiliki monopoli atas sebagian besar bentuk penjualan ritel dan grosir barang-barang impor dan ekspor. Satu-satunya penjual resmi peralatan rumah tangga seperti kulkas dan AC adalah toko-toko milik pemerintah yang mengenakan tambahan sekitar 200 persen rata-rata harga global untuk produk buatan China yang berkualitas rendah namun sering kehabisan stok. Hal ini memicu munculnya pasar gelap ilegal tetapi ditoleransi, yang memperjualbelikan barang-barang yang dibeli di luar negeri oleh orang Kuba dan dijual kembali dengan selisih yang tajam. Ribuan warga Kuba terbang ke Panama, Haiti hingga ke Rusia untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan di distrik mereka. Menurut sejumlah perkiraan, penjual di pasar gelap ilegal yang dikenal sebagai “bagal” itu menghabiskan sekitar AS$ 2 miliar per tahun di luar negeri. Pejabat-pejabat Kuba, Selasa (15/10) malam, mengumumkan bahwa harga sebagian barang-barang itu akan turun bagi mereka yang membuat rekening bank baru dengan mata uang dolar Amerika dan Kanada, Euro, poundsterling Inggris, frank Swiss, peso Meksiko, Danish Denmark, kroner Norwegia dan Swedia atau yen Jepang. Warga Kuba juga dapat menggunakan rekening-rekening itu untuk mengimpor barang melalui perusahaan-perusahaan yang dikelola pemerintah, meskipun mekanisme yang tepat untuk impor swasta-publik itu masih belum jelas. [em/pp]    
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Program Medis Kuba di Luar Negeri Jadi Sumber Kontroversi
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Sebuah program medis Kuba di luar negeri yang banyak dipuji dituduh telah ikut mendorong protes di n...
Bentrokan di Lapangan Baghdad, Sedikitnya 3 Tewas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Pasukan keamanan Irak menembakkan peluru tajam dan gas air mata untuk mengatasi bentrokan baru denga...
Kamboja Minta RI Tangkap Pemimpin Oposisi, Tapi Kemudian Dibatalkan
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Kamboja telah meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap pemimpin oposisi Sam Rainsy ketika dalam ...
Pantai Timur Australia Diamuk Kebakaran Hutan
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Sejumlah kebakaran hutan membakar seluruh pantai timur Australia pada hari Sabtu (16/11). Petugas pe...
Trump Minta Tokyo Bayar AS$ 8 Miliar Atas Penempatan Pasukan AS di Jepang
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Presiden AS Donald Trump meminta Jepang untuk melipatgandakan pembayarannya untuk pasukan AS yang di...
Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata Saat Peringatan HUT Rompi Kuning
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Polisi Paris menembakkan gas air mata di barat laut dan selatan Paris pada hari Sabtu (16/11) untuk ...
Turki: Serangan Milisi Kurdi Tewaskan 10 Orang di Al-Bab Suriah
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, Sabtu (16/11), sebuah serangan bom mobil yang dilakukan ole...
Tentara China Bersihkan Barikade di Hong Kong, Warga Cemas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Puluhan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA membantu membersihkan barikade yang dipasang oleh p...
Israel Melancarkan Serangan Terhadap Hamas
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Israel mengatakan, telah melakukan serangan udara terhadap Hamas di Jalur Gaza pada Sabtu (16/11), m...
Hong Kong Menimbang Langkah Darurat untuk Akhiri Demo
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB
Pemerintah Hong Kong mungkin sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan upaya mereda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)