Kiri Kanan
"Tak Harus Pro AS atau Pro China": PM Australia Hadiri Pelantikan Presiden Jokowi
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:10 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - "Tak Harus Pro AS atau Pro China": PM Australia Hadiri Pelantikan Presiden Jokowi

Pelantikan Presiden RI Joko Widodo tampaknya membawa "berkah" tersendiri bagi hubungan Australia dan China, yang selama ini mengalami ketegangan. Di Jakarta, pemimpin kedua negara itu mencapai kesepahaman mengenai pentingnya menjaga hubungan mereka.

PM Australia di Jakarta:

  • PM Scott Morrison bertemu Wapres China Wang Qishan di sela-sela Pelantikan Presiden Jokowi di Jakarta
  • Pertemuan ini disebut telah mencairkan ketegangan hubungan Australia-China
  • Dengan Indonesia, kehadiran PM Morrison di Jakarta melanjutkan tradisi pendahulunya yang selalu hadir dalam pelantikan Presiden RI

Sebelum sama-sama menghadiri pelantikan Jokowi pada hari Minggu (20/10/2019) siang, PM Australia Scott Morrison dan Wakil Presiden China Wang Qishan menggelar pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung sekitar 30 menit.

Tapi pertemuan kedua pemimpin ini, menurut laporan kantor berita Australia AAP, justru berjalan hingga hampir satu jam.

PM Morrison menyebut pertemuan itu konstruktif dan positif dengan topik yang beragam.

"Pembicaraan kami berlangsung dalam semangat kemitraan, dilatari oleh penilaian mengenai hubungan kami selama ini," jelasnya.

"Saya senang dengan pembicaraan kami yang saya pikir melahirkan pemahaman jelas mengenai posisi Australia, komitmen kami terhadap hubungan ini," tambahnya.

"Saya kira China juga memahami dan menghargai hal ini," ujar PM Morrison.

Wapres China Wang Qishan dalam kesempatan itu menyatakan, Presiden Xi Jinping telah menyetujui pertemuan tersebut, namun menekankan bahwa pihak Australialah yang mengajukan permintaan bagi digelarnya pertemuan di Jakarta.

"Saya pikir pesan bersama yang kami kirim ke media dan publik yaitu kedua pihak sangat mementingkan hubungan ini," kata Wapres Wang.

Sebagai catatan, PM Morrison merupakan satu-satunya perdana menteri Australia yang sejauh ini belum pernah diundang ke China, meskipun sejumlah menterinya telah berkunjung ke sana.

China menyesalkan PM Morrison setelah pidatonya di Chicago, AS, yang menyerukan agar negara itu kini diperlakukan sebagai negara maju, bukan lagi negara berkembang.

Dubes China untuk Australia menyatakan negaranya belum mencapai tahap itu.

Mendagri Peter Dutton bahkan menuduh China telah melakukan serangan siber, melakukan campur tangan, dan pencurian kekayaan intelektual di Australia.

Sejumlah pengamat memperingatkan Australia akan menjadi korban pertama jika China dan Amerika Serikat terlibat perang militer.

PM Morrison menambahkan, Australia bangga dengan tradisi demokrasi liberal ala Barat, begitu pula dengan perekonomian terbuka dan keterlibatannya dengan negara-negara lain.

Semua itu, katanya, membuat Australia memandang dunia terutama dari perspektifnya sendiri.

Namun dia menekankan bahwa Australia tidak akan pernah terjebak dalam penilaian yang hanya melihat hubungan dengan negara lain dari dua sisi saja, apakah "pro-Amerika Serikat atau pro-China".

Menurut PM Morrison, pembicaraannya dengan Wapres Wang telah menyelaraskan berbagai kesalahpahaman kedua belah pihak dengan mengedepankan aspek positif dari hubungan kedua negara.

Melanjutkan tradisi

Scott Morrison merupakan perdana menteri Australia keempat yang menghadiri pelantikan Presiden RI, melanjutkan tradisi yang dimulai John Howard pada 2004 ketika hubungan kedua negara mengalami tekanan karena Australia mendukung kemerdekaan Timor Timur.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi sebelum pelantikan, PM Morrison menyampaikan perkembangan upaya ratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara yang dikenal dengan IA-CEPA.

Menurut PM Morrison, dari sisi Australia upaya tersebut berada dalam jalur dan mulai hari Senin (21/10/2019) akan dibahas di Parlemen.

Catatan ABC menunjukkan oposisi Partai Buruh telah menyatakan persetujuannya terhadap IA-CEPA.

Pemimpin oposisi Anthony Albanese menyatakan partainya memiliki hubungan erat dengan Indonesia sudah sejak dahulu dan pihaknya tidak ingin mengabaikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi keempat di masa depan.

"Semua itu berarti lapangan kerja bagi perusahaan infrastruktur Australia, baja Australia, insinyur Australia, arsitek Australia...," katanya di Sydney.

Menurut PM Morrison, Presiden Jokowi telah menyampaikan bahwa pihak Indonesia juga akan meratifikasi IA-CEPA.

Namun sejauh ini belum ada kejelasan kapan pihak Parlemen Indonesia, DPR RI, akan membahas perjanjian perdagangan bebas dengan Australia tersebut.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Upaya Selamatkan Berang-Berang Laut Penjaga Keseimbangan Ekologis
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Berang-berang laut di India berperan penting menjaga keseimbangan ekologis di habitatnya. Namun perb...
8 Manfaat Sentuhan Fisik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di dunia yang kian penuh digitalisasi, di mana orang lebih sering kirim pesan daripada bertemu, pent...
WHO: Empat dari Lima Remaja di Seluruh Dunia Kurang Gerak dan Olahraga
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Studi yang dilakukan oleh WHO ini menemukan bahwa 81 persen remaja berusia antara 11 dan 17 tidak me...
Kenapa Timor Leste Mendadak Dirundung Serangan Buaya Liar?
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Mario Da Cruz tertegun melihat sekelompok buaya memangsa seorang bocah kecil di tepi pantai. Ia send...
Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di usianya yang menginjak 29 tahun, Spandan Sharma tidak memiliki apartemen, mobil, bahkan kursi. Pe...
Bagaimana Ulama Wahabi Terbelah Soal Penawaran Saham Aramco
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Modernisasi Arab Saudi yang dipacu oleh Pangeran Muhammad bin Salman dengan mengikis doktrin Wahabis...
Erick Thohir Ingin 20% Pegawai Bandara di Abu Dhabi Diisi Orang RI
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menjajaki kerja sama dengan Ab...
Bagaimana Seorang Perempuan Rusia Menjadi Bintang Tari Perut di Mesir
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Johara jarang tampil sederhana. Setiap kali diundang, penari perut berusia 31 tahun itu mengenakan k...
Negara-negara Dengan Kualitas Murid Paling Rendah di Dunia
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Laporan OECD yang mengukur kemampuan anak 15 tahun di bidang membaca, matematika dan pengetahuan ilm...
Peringkat 6 Terbawah, Indonesia Diminta Tinggalkan Sistem Pendidikan Feodalistik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Survei kemampuan pelajar yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once