Kalau Harus Pindah, Warga Australia Pilih Selandia Baru Sebagai Tujuan Utama
Elshinta
Jumat, 01 November 2019 - 08:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kalau Harus Pindah, Warga Australia Pilih Selandia Baru Sebagai Tujuan Utama
ABC.net.au - Kalau Harus Pindah, Warga Australia Pilih Selandia Baru Sebagai Tujuan Utama

Kebanyakan warga Australia menganggap negeri ini sebagai negara terbaik di dunia, namun kalaupun mereka memutuskan untuk pindah, negara mana yang paling disukai?

Pilihan utama adalah Selandia Baru, dan setelah kemenangan mengejutkan Perdana Menteri Scott Morrison dalam pemilu bulan Mei lalu, terjadi peningkatan minat untuk pindah ke Selandia Baru 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Dalam survei yang dilakukan oleh ABC Australia Talks National Survey — Selandia Baru memang muncul di tempat pertama negara yang akan dipilih warga Australia bila mereka memang akan pindah.

Di survei tersebut, ketika ditanya negara mana yang paling diincar kalau mereka memutuskan migrasi, Selandia Baru menduduki tempat pertama dengan 28 persen, dan Kanada di tempat kedua dengan 15 persen.

Inggris di tempat ketiga dengan 8 persen, dan hanya 6 persen yang mengatakan akan pindah ke Amerika Serikat.

Pilihan negara seperti Selandia Baru, Kanada, Inggris dan Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa warga Australia memilih negara-negara yang berbahasa Inggris dan sudah memiliki taraf kehidupan yang setara.

Negara yang dipercayai

Hasil Australia Talks National Survey juga menampilkan data mengenai negara mana saja yang dipercayai oleh warga Australia.

Pertanyaan yang diajukan dalam survei adalah sampai seberapa jauh anda mempercayai negara-negra ini bertindak secara bertanggung jawab di kancah dunia?"

Kembali Selandia Baru menduduki peringkat pertama sebagai negara yang paling bertanggung jawab di mata warga Australia.

Hanya lima persen responden yang masih kurang yakin dengan perilaku negara tersebut dan hanya 1 persen yang sama sekali tidak percaya dengan Selandia Baru.

Yang lainnya, 64 persen sangat percaya dengan Selandia Baru, dan 31 persen lainnya sebagian percaya dengan tindakan Selandia Baru.

Tingkat kepercayaan warga Australia terhadap Selandia Baru bahkan lebih tinggi dari kepercayaan terhadap Australia sendiri.

Hanya 36 persen warga yang percaya Australia sudah banyak melakukan hal yang benar di dunia.

Dalam urusannya dengan tiga negara besar seperti Amerika Serikat, China, Indonesia dan India, kepercayaan warga Australia sangat rendah.

Walau Amerika Serikat adalah mitra terbesar Australia, mayoritas warga yaitu 63 persen mengatakan bahwa AS tidak bertindak secara bertanggung jawab di dunia sekarang ini.

Dan 26 persen mengatakan sama sekali tidak percaya dengan Amerika Serikat.

Ketika ditanya mengenai China, 85 persen mengatakan tidak percaya negara tersebut bisa dipercaya melakukan hal yang benar.

Untuk Indonesia, angkanya hampir sama yaitu 80 persen, yang tidak percaya Indonesia bertindak secara bertanggung jawab.

Di tingkat paling bawah adalah negara seperti Korea Utara dan Iran.

Lihat artikelnya selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gonjang Ganjing Bisnis Warga Indonesia di Melbourne di Tengah Lockdown Kedua
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Melbourne kembali mengalami lockdown kedua kalinya, sejak hari Kamis (8/07), yang menyebabkan banyak...
Komunitas Dunia yang Tak Pernah Mendengar Adanya Pandemi Virus Corona
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Virus corona telah menulari12 juta orang dan membunuh lebih dari 540.000 orang di dunia, namun di be...
Klaster Virus Corona di Sekolah Islam Al-Taqwa Jadi Terbesar di Melbourne
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Faikha Schroeder sedang menikmati liburan sekolah ketika menerima pesan bahwa salah satu rekan penga...
Warga Melbourne Disarankan Pakai Masker Bila Keluar Rumah
Senin, 13 Juli 2020 - 10:50 WIB
Warga di kota Melbourne yang sekarang mengalami lockdown selama enam minggu telah disarankan untuk m...
India larang TikTok, Amerika dan Australia akan melarang, Bagaimana Indonesia?
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Aplikasi TikTok menjadi aplikasi terpopuler di kalangan remaja belakangan ini. Tapi baru sekarang te...
Tak Akan Ditemukan: WHO Kirim Tim Pencari Pasien Pertama COVID-19 ke China
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Pekan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul v...
Australia Beri Kemudahan Bagi Warga Hong Kong Jadi Penduduk Tetap
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Australia akan menawarkan jalur bagi warga Hong Kong untuk menjadi permanent resident (PR) dan mengh...
Indonesia Tetapkan Tarif Tertinggi Rapid Tes, Tapi Seberapa Penting Tes Ini?
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:11 WIB
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi sebes...
Mengapa Enam Minggu? Alasan di Balik Melbourne Kembali Lockdown
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Pemerintah Victoria mengumumkan kembali diberlakukannya lockdown selama enam minggu di seluruh kawas...
Pelajaran dari Lockdown Melbourne: Kembali Normal Tak Bisa Dicapai Teburu-buru
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:48 WIB
Kawasan Metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire akan kembali ke Tahap 3 pembatasan tinggal di ruma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV