Kabut Asap Selimuti Ibukota India
Elshinta
Selasa, 12 November 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kabut Asap Selimuti Ibukota India
VOA Indonesia - Kabut Asap Selimuti Ibukota India
Kabut asap kembali menyelimuti ibukota India setelah akhir pekan dengan udara yang lebih cerah dan cuaca yang lebih baik. Indeks kualitas udara (AQI) pagi hari Senin (11/11) di Kedutaan Besar Amerika di New Delhi adalah 497. AQI antara 301 dan 500 dianggap “berbahaya” bagi semua kelompok populasi. AQI tidak diukur lagi jika berada di atas 500. Kualitas udara dianggap baik jika AQI di bawah 50 dan cukup baik jika di bawah 100. Kantor berita "Pers Trust of India" melaporkan AQI ibukota akan semakin “parah” pada hari Selasa (12/11). New Delhi, yang diberi peringkat sebagai kota paling tercemar di dunia oleh Greenpeace dan AirVisual, secara rutin mendapat lebih banyak polusi sekitar bulan ini setiap tahun. Kualitas udara menjadi semakin buruk ketika musim dingin segera datang dan petani membuka lahan pertanian dengan membakar semak-belukar di ladang mereka. Pengemudi di kota berpenduduk 20 juta dan 8,8 juta kendaraan bermotor terdaftar telah diminta untuk mengikuti peraturan penjatahan pengguna jalan ganjil-genap hingga 15 November. Berdasarkan rencana itu, mobil hanya boleh digunakan di New Delhi pada tanggal ganjil atau genap sesuai dengan nomor terakhir pada plat nomor mobil yang bersangkutan. Pakar lingkungan mengatakan untuk membersihkan udaranya, New Delhi membutuhkan tindakan permanen dengan mengurangi armada besar kendaraan bermotor yang memacetkan jalan-jalan di kota itu dengan meningkatkan transportasi umum. [lt/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV