Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
Elshinta
Kamis, 14 November 2019 - 08:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
VOA Indonesia - Pengadilan Uni Eropa : Barang dari Permukiman Israel Harus Diberi Label
Produk-produk Israel yang dibuat atau diproduksi di wilayah-wilayah pendudukan harus diberi label seperti itu ketika dijual di negara-negara Eropa, demikian putusan pengadilan tinggi Uni Eropa, Selasa (12/11). Mahkamah Eropa yang berkantor di Luksemburg itu mengatakan produk-produk yang dibuat di permukiman Israel tidak bisa hanya diberi label ‘’buatan Israel’’ karena ‘’negara Israel hadir di wilayah tersebut sebagai kekuatan pendudukan dan bukan sebagai entitas berdaulat.’’ Ditambahkan, pelabelan yang jelas "dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen,’’ sebagian diantaranya mungkin memilih tidak membeli produk karena ‘’pertimbangan etis dan hal-hal yang berkaitan dengan ketaatan pada hukum internasional.’’ Uni Eropa merupakan salah satu penentang keras permukiman Israel, dan menyebut hal itu ilegal berdasarkan hukum internasional. Israel dengan cepat menolak putusan pengadilan itu, dengan mengatakan hal itu menggambarkan ‘’standar ganda Uni Eropa terhadap Israel.’’ "Ada sekitar 200 perselisihan wilayah di seluruh dunia, namun ECJ belum memberikan putusan tunggal (has not rendered a single ruling) terkait pelabelan produk-produk yang berasal dari wilayah-wilayah ini,” ujar Kementerian Luar Negeri Israel. Putusan itu disambut baik kelompok-kelompok hak asasi. Lotte Leicht, Direktur Uni Eropa Untuk Pemantauan HAM, mengatakan hal itu "merupakan langkah penting bagi negara-negara anggota Uni Eropa untuk menegakkan tugas mereka supaya tidak ikut serta dalam fiksi bahwa permukiman ilegal itu merupakan bagian dari Israel. Konsumen Eropa berhak yakin bahwa produk yang mereka beli tidak terkait dengan pelanggaran serius aturan hukum kemanusiaan internasional.” [em/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Pusat dan Jawa Timur Fokuskan Penurunan Angka Kasus Corona
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka kasus corona di Jawa Timur, yang menempati urutan te...
Sidang Mantan Penjaga Kamp Nazi di Jerman Hampir Berakhir
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Argumen-argumen penutup akan dikemukakan, Senin (6/7), dalam sidang pengadilan terhadap seorang mant...
Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi, Ditahan di Beijing
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi J...
India, China Mulai Tarik Pasukan di Galwan
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
India dan China mulai menarik pasukan mereka di Lembah Galwan di bagian timur Ladakh, di mana bentro...
India Kini Miliki Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi Ke-3 di Dunia
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
India melaporkan lebih dari 23.000 kasus baru virus corona, Senin (6/7) sehingga secara resmi mengge...
Pakistan Luncurkan Ventilator Produksi Lokal Pertama
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Pakistan telah meluncurkan ventilator-ventilator produksi lokal pertama untuk ditempatkan di rumah-r...
Kasus Covid Melonjak, Dunia Kesulitan Buka Perekonomian
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Sementara kasus virus corona di seluruh dunia mendekati 11,5 juta, banyak negara di seluruh dunia me...
Pembebasan Tawanan Taliban Ditangguhkan, Bisa Ganggu Perundingan Intra-Afghanistan
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Pemerintah Afghanistan pada Senin (6/7) mengumumkan tidak akan membebaskan 600 tawanan dari daftar 5...
Pemimpin Gereja Rusia: Seruan Ubah Hagia Sophia jadi Masjid, Ancam Peradaban Kristen
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Senin (6/7) mengatakan bahwa seruan untuk mengubah ...
Australia Pertimbangkan Tampung Demonstran Hong Kong
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:26 WIB
Australia sedang mempertimbangkan untuk memberi visa kepada penduduk Hong Kong. Tawaran diberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV