Tentara China Bersihkan Barikade di Hong Kong, Warga Cemas
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tentara China Bersihkan Barikade di Hong Kong, Warga Cemas
VOA Indonesia - Tentara China Bersihkan Barikade di Hong Kong, Warga Cemas
Puluhan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA membantu membersihkan barikade yang dipasang oleh para demonstran dari sebuah jalan pada Sabtu (16/11). Tentara PLA untuk pertama kali keluar dari barak mereka sejak protes melanda wilayah China yang semi otonom itu lima bulan yang lalu. Anggota parlemen pro-demokrasi segera mengecam langkah itu sebagai pelanggaran dari Hukum Dasar, konstitusi Hong Kong, yang melarang campur tangan oleh tentara China daratan kecuali diminta secara resmi oleh pemerintah Hong Kong. Keputusan ini tampaknya merupakan usaha terbaru oleh Beijing untuk secara bertahap meningkatkan dan menormalisasi keterlibatan tentara China di Hong Kong. Demonstrasi di Hong Kong makin gencar menyusul kematian seorang pendemo pada minggu lalu. Sambil membawa sapu dan ember, sekitar 50 anggota PLA berlari-lari kecil dalam formasi pada Sabtu siang dari barak mereka di daerah Kowloon. Tentara itu, berpakaian celana pendek hitam dan berkaos oblong coklat, memindahkan batu-batu bata dari jalan selama sekitar 30 menit. Batu-batu bata itu dipasang oleh para pendemo di Hong Kong Baptist University, salah satu dari beberapa kampus universitas di Hong Kong di mana para mahasiswa minggu lalu memblokir jalan dan bentrok dengan polisi. [jm/ft]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)