Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata Saat Peringatan HUT Rompi Kuning
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata Saat Peringatan HUT Rompi Kuning
VOA Indonesia - Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata Saat Peringatan HUT Rompi Kuning
Polisi Paris menembakkan gas air mata di barat laut dan selatan Paris pada hari Sabtu (16/11) untuk mengusir pengunjuk rasa yang menandai ulang tahun pertama demonstrasi "rompi kuning" anti-pemerintah. Di Place dItalie di Paris selatan, para demonstran, banyak yang berpakaian hitam dan menyembunyikan wajah mereka, membakar tong sampah dan melemparkan proyektil ke polisi anti huru hara sambil membangun barikade. Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di dekat Porte de Champerret ketika para pemrotes bersiap untuk berbaris melintasi kota menuju Gare dAusterlitz. Polisi juga turun tangan untuk mencegah beberapa demonstran menduduki jalan lingkar Paris, menurut rekaman TV Reuters. Polisi Paris mengatakan 33 orang telah ditangkap. Rompi kuning adalah rompi yang dikenakan oleh para demonstran. Demonstrasi meletus pada pertengahan November 2018 karena kenaikan harga bahan bakar dan tingginya biaya hidup. Demonstrasi melonjak menjadi gerakan yang lebih luas terhadap Presiden Emmanuel Macron dan reformasi ekonominya. Protes kehilangan kekuatan dalam beberapa bulan terakhir, dari puluhan ribu peserta menjadi hanya beberapa ribu, tetapi para pemimpin gerakan menyerukan orang-orang untuk keluar pada hari Sabtu untuk menandai ulang tahun pertama. Pada puncaknya di akhir 2018, gerakan ini tumbuh hingga 300 ribu orang. Protes telah dilarang di dekat tempat-tempat wisata seperti Menara Eiffel dan banyak stasiun kereta bawah tanah ditutup pada hari Sabtu. Gerakan rompi kuning adalah salah satu tantangan terberat bagi kepresidenan Macron sebelum berkurang di awal musim panas. Gerakan ini berevolusi dari blokade jalan nasional menjadi serangkaian demonstrasi yang sering disertai kekerasan yang mengadu pemrotes yang ribut dengan polisi dan telah menghancurkan Paris dan kota-kota besar lainnya di negara itu. Krisis rompi kuning memaksa Macron untuk membuat konsesi kebijakan dan menunda gelombang besar reformasi berikutnya, termasuk merombak sistem pensiun dan pengangguran. Sebuah survei oleh pengumpul pendapat Odoxa yang diterbitkan dua minggu lalu menunjukkan hampir satu dari setiap dua orang Perancis percaya gerakan protes mungkin muncul kembali. Rencana Macron untuk menyederhanakan sistem pensiun yang sulit dan mahal, yang menurutnya akan membuatnya lebih adil, sangat tidak populer. Serikat pekerja telah meminta pekerja kereta api, staf transportasi umum Paris, supir truk dan pegawai negeri sipil untuk melakukan mogok terhadap pemeriksaan pensiun pada 5 Desember, dan dalam beberapa kasus di luar. Para pelajar dan pemrotes rompi kuning telah menyerukan agar orang bergabung dengan serikat pekerja. Pada hari Kamis Macron menjanjikan uang untuk rumah sakit dalam upaya untuk memadamkan kerusuhan di antara petugas medis. [ah]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemimpin Hong Kong: UU Keamanan Beijing Perlu
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Pemimpin Hong Kong telah memberi dukungan kuat kepada UU Keamanan Baru yang diberlakukan Beijing pad...
Anggota Parlemen Afghanistan: Dukungan Rusia untuk Taliban Bukan Rahasia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Beberapa anggota parlemen Afghanistan mengatakan terbinanya kontak erat antara Rusia dengan Taliban ...
Kebakaran Misterius Landa Program Nuklir Iran
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Rincian baru tentang kerusakan pada fasilitas nuklir Iran akibat kebakaran misterius pada Kamis (2/7...
Jumlah Kasus Covid-19 di AS Masih Tertinggi di Dunia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
AS memiliki jumlah orang yang infeksi Covid-19 terbanyak, yaitu 2,8 juta dari lebih 11 juta kasus di...
6 Tewas dan 15 Luka dalam Pemboman di Somalia
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Para saksi mata dan pejabat keamanan mengatakan sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari delapan l...
NATO Kirim APD untuk Militer Afghanistan
Senin, 06 Juli 2020 - 02:00 WIB
Aliansi militer non-tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO)...
Pembangkit Listrik Iran Terbakar
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Media Iran melaporkan kebakaran terjadi di sebuah pembangkit listrik di Iran barat daya pada Sabtu (...
WHO Stop Uji Coba Hidroksiklorokuin, Obat HIV untuk Covid-19
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada Sabtu (4/7) mengatakan telah menghentikan uji coba obat mala...
WHO: Dunia Catat Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Dunia menyaksikan lonjakan kasus virus corona terbanyak dalam 24 jam Sabtu (4/7) yaitu 212.326, kata...
Rapid Test Jadi Komersial, Perlukah Dihentikan?
Senin, 06 Juli 2020 - 01:59 WIB
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV