Kamboja Minta RI Tangkap Pemimpin Oposisi, Tapi Kemudian Dibatalkan
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kamboja Minta RI Tangkap Pemimpin Oposisi, Tapi Kemudian Dibatalkan
VOA Indonesia - Kamboja Minta RI Tangkap Pemimpin Oposisi, Tapi Kemudian Dibatalkan
Kamboja telah meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap pemimpin oposisi Sam Rainsy ketika dalam perjalanan ke Jakarta untuk membantu pemerintah Hun Sen memulihkan demokrasi, tetapi sehari kemudian mencabut permintaan itu. Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta dalam pernyataan hari Kamis (14/11) menyatakan Sam Rainsy, presiden sementara Partai Penyelamat Nasional Kamboja CNRP – yang terlarang – adalah seorang buronan yang berupaya menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen, dan surat perintah penangkapannya telah dikeluarkan ke seluruh negara ASEAN, termasuk Indonesia. “Sebagaimana diketahui, Kamboja adalah anggota ASEAN. ASEAN merupakan komunitas dan kami bekerjasama satu sama lain dalam banyak bidang. Kami tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara anggota lain. Kami meminta otorita Indonesia untuk mengambil tindakan terhadap Sam Rainsy karena ia melanggar visa turis yang dikeluarkan Indonesia untuk terlibat dalam politik dan mendiskreditkan negara sesama sahabat ASEAN.” Kamboja Blokir Upaya Sam Rainsy Kembali ke Tanah Air Sam Rainsy, yang juga warga negara Perancis, melakukan perjalanan ke Indonesia dari Malaysia setelah usahanya kembali ke Kamboja pada 9 November lalu gagal. Otorita berwenang Kamboja telah memblokir rencana kepulangannya dengan menutup perbatasan Thailand-Kamboja yang sibuk di Poipet, dan menggunakan saluran diplomatik untuk menekan pemerintah Thailand supaya tidak mengijinkan Sam Rainsy melintasi wilayahnya. Indonesia dan Malaysia Tak Penuhi Permintaan Kamboja Alih-alih memenuhi permintaan itu, pemerintah Malaysia dan Indonesia tidak menahan satu pejabat CNRP pun.  “Jika seseorang yang telah memiliki dokumen perjalanan resmi untuk berlibur ingin mengambil manfaat dari pembebasan visa yang diberikan Indonesia bagi turis, dan tidak menyalahgunakannya untuk kegiatan politik di Indonesia, maka ia tidak dapat dilarang memasuki Indonesia untuk berlibur,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah kepada wartawan di Jakarta. Menurut akun Facebooknya, di Jakarta Sam Rainsy mengadakan pertemuan dengan beberapa anggota DPR, antara lain Komarudin Watubun, Sondang Tampubolon dan Mercy Barends. Juga dengan Ketua Komnas HAM Achmad Taufan Damanik. “Jika Sam Rainsy datang ke Indonesia untuk berlibur, kami tidak akan menentang,” ujar Kedutaan Kamboja di Indonesia. “Tetapi ia datang kesini untuk melibatkan dirinya dalam politik dan mengecam pemerintah kami. Ia melakukan hal-hal yang melanggar visanya. Kami mengecam keras kegiatannya di Jakarta.”  Kedubes Kamboja di Jakarta Tarik Permintaan Menahan Sam Rainsy Namun sehari kemudian Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta menarik permintaan itu. “Mengingat sejumlah perkembangan terbaru, Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja di Jakarta dengan ini menarik pernyataan pers tanggal 14 November tentang kunjungan Sam Rainsy ke Indonesia,” demikian pernyataan hari Jumat (15/11) yang ditandai dengan kata “penting” itu. “Kami akan sangat menghargai jika Anda tidak menggunakan isi pernyataan pers dimaksud,” tambah pernyataan itu. Beberapa jam kemudian, kedua pernyataan itu ditarik dari akun Facebook juru bicara pemerintah Kamboja. Sam Rainsy telah meninggalkan Indonesia hari Jumat.  CNRP: Negara ASEAN Tak Tunduk pada Kehendak Hun Sen Kehadiran Sam Rainsy di dua negara Asia Tenggara itu – Malaysia dan Indonesia – menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip HAM dan demokrasi tidak akan tunduk pada kehendak Hun Sen,” ujar Wakil Presiden CNRP Eng Chhai Eang kepada VOA melalui telepon hari Jumat. “Mereka tahu bahwa rezim Hun Sen berupaya melakukan yang terbaik untuk memblokir Sam Rainsy memasuki ASEAN, tetapi mereka gagal karena setiap negara memiliki kedaulatan masing-masing dan menjunjung tinggi kehormatan bangsa mereka,” tambahnya. (em/pp)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Tahun Berlalu, Ratusan Korban Tsunami Asia Masih Belum Teridentifikasi
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Sebuah kontainer kargo di kantor polisi Thailand selatan menjadi saksi masih ada ratusan korban tewa...
Jokowi Ingin Buat Kembaran Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:30 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Indonesia bisa memiliki pusat inovasi, riset, d...
Indonesia Segera Kirim Tenaga Kerja Kesehatan ke Jerman
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:28 WIB
Pada 17 Oktober 2019 lalu, loka karya kerja sama rekrutmen dan pengembangan perawat antara Indonesia...
Di Mana Posisi Indonesia Terkait Kasus Minoritas Uighur di Cina?
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi, di Madrid, Spanyol, Menlu Indonesi...
Pemerkosa Berantai dari Seluruh Dunia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:27 WIB
Pemerkosa berantai adalah seseorang yang melakukan tindak perkosaan berulang kali kepada beberapa at...
Indonesia Menyampaikan Rasa Duka dan Siap Bantu Tanggulangi Kebakaran Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:20 WIB
Indonesia telah menyampaikan rasa dukanya kepada perwakilan Australia di Jakarta atas bencana kebaka...
Ratusan Ribu Ternak Australia Terpanggang Matang Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie mengatakan hewan ternak yang mati akibat kebakaran hut...
Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah Akibat Kebakaran
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:19 WIB
Kangaroo Island di Australia Selatan, adalah pulau yang terkenal karena menjadi rumah hewan-hewan kh...
Setidaknya Dua Ribu Rumah di Australia Terbakar, Kerugian Capai  Rp 7 Triliun
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:18 WIB
Kondisi cuaca yang lebih sejuk dalam beberapa hari terakhir memberikan kesempatan kepada petugas pem...
Waspadai Modus Penipuan Sumbangan Untuk Bencana Kebakaran Hutan Australia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kebakaran hutan dan semak masih terus terjadi di Australia, warga berlomba-lomba untuk memberikan su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV